KEHAMILAN
3 Januari 2020

3 Cara Mengatasi Usus Buntu saat Hamil

Laparoskopi hanya bisa dilakukan pada trimester pertama dan kedua
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms yang sedang mengandung apakah sering mengalami rasa sakit secara tiba-tiba di perut bagian bawah? Ada baiknya kondisi ini tidak diabaikan.

Bisa jadi hal itu pertanda radang usus buntu. Lantaran, usus buntu menjadi alasan paling umum untuk operasi darurat selama kehamilan.

Menurut seorang spesialis kedokteran kandungan di UTMB-Galveston, Shannon M. Clark, M.D, sekitar 0,1 persen wanita akan memiliki pengalaman usus buntu saat kehamilan, dan biasanya terjadi di trimester kedua kehamilan, Moms.

“Rasa sakit usus buntu pada ibu hamil biasanya tiba-tiba seperti ada yang menusuk terus kemudian pegal. Kemudian, dilanjut dengan demam, ketidakmampuan makan, mual, dan muntah,” terangnya.

Cara Mengatasi Usus Buntu saat Hamil

Usus buntu sendiri atau memiliki bahasa medis yang disebut dengan appendicitis adalah peradangan yang terjadi di bagian usus buntu. Usus buntu adalah bagian dari usus besar yang terletak di perut bagian kanan bawah.

Itu sebabnya apabila seseorang mengeluhkan rasa sakit di perut bagian kanan bawah maka patut dicurigai sebagai gejala utama penyakit usus buntu.

Kemudian, bagaimana cara mengatasi usus buntu apabila Moms sedang hamil?

Baca Juga: Mematikan, Ini 3 Kanker yang Paling Banyak Menyerang Wanita

1. Segera ke Dokter untuk Diagnosis

Ibu Hamil Melakukan Kontrol ke Dokter

Cara mengatasi usus buntu saat hamil yang pertama adalah segera ke dokter untuk diagnosis. Ketika Moms yang tengah hamil timbul gejala yang sempat disebutkan ada baiknya untuk segera ke dokter agar mendapatkan diagnosis.

Hal ini penting, karena semakin lama Moms menunda maka semakin besar pula kemungkinan mengalami komplikasi, terutama perforasi apendiks.

Baca juga: Mengenal Sindrom Tourette pada Anak

2. Minum Antibiotik atau Operasi

Ibu hamil istrahat.jpg

Cara mengatasi usus buntu saat hamil yang selanjutnya adalah minum antibiotik atau operasi. Menurut pakar pendidik postpartum, doula bersertifikat, dan konselor laktasi, Robin Elise Weiss, PhD, dokter akan memberikan antibiotik jika usus buntu yang dialami Moms masih di tahapan yang ringan.

”Namun, apabila sudah memasuki status akut, operasi menjadi satu-satunya jalan keluar,” tuturnya.

Jika Moms berada di tahapan akut pada trimester pertama atau kedua, kemungkinan besar akan mendapat laparoskopi sebagai operasi. Atau dikenal sebagai band-aid karena dilakukan melalui lubang kecil di perut Moms, sebagai lawan dari sayatan yang lebih besar.

Sebuah penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine merekomendasikan pengobatan antibiotik profilaksis di semua laparoskopi selama kehamilan ketika ada dugaan usus buntu.

Baca juga: Aturan dan Cara Tepat Memberikan Sayur untuk Balita

3. Operasi dengan Sayatan Lebih Besar di Trimester Ketiga

keputihan saat hamil tua 01.jpg

Cara mengatasi usus buntu saat hamil yang selanjutnya adalah operasi dengan sayatan lebih besar di trimester ketiga. Bila berada di trimester ketiga, maka Moms akan mendapatkan operasi dengan sayatan yang lebih besar lantaran ukuran rahim yang membuat laparoskopi menjadi sulit.

Kemudian, bila operasi setelah kehamilan lewat 24 minggu, maka diperlukan pemantauan serius janin.

Pemantauan untuk Moms hamil setelah melalui operasi usus buntu dibutuhkan karena sekitar 80 persen pasien mengalami kontraksi preterm yang bisa menyebabkan persalinan prematur pada umur 20 atau kurang dari 37 minggu.

Tapi, jangan khawatir Moms hanya antara 5 sampai 14 persen wanita yang akan melahirkan bayinya lebih awal setelah operasi usus buntu.

Memang tidak ada cara alami untuk mengatasi usus buntu saat hamil. Namun, jika diketahui sejak awal, setidaknya Moms sudah terhindar dari risiko komplikasi.

(WAR/ERN)

Artikel Terkait