KESEHATAN
20 Agustus 2019

Vagina Berdarah Saat Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

Bisa jadi karena luka atau bahkan polip
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Tanya :

Saya perempuan berumur saya 22 tahun, saat saya melakukan hubungan intim tiba-tiba keluar darah merah segar dok tapi tidak sakit.

Lalu saat saya melakukan hubungan intim yang kedua kali di hari yang sama, darah kembali keluar namun warnanya coklat seperti darah haid. Saat saya test pack pun hasilnya negatif. Kira-kira kenapa ya dok?Terima kasih.

Jawab :

Selain menstruasi, berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan vagina berdarah saat atau usai berhubungan seksual.

  • Gesekan selama berhubungan seksual.
  • Kurangnya cairan lubrikasi.
  • Ektropion serviks. Suatu kondisi pada permukaan leher rahim. Kondisi ini sering terjadi pada wanita muda, ibu hamil, dan wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi. Kondisi ini tidak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya. Namun ada pula yang membutuhkan perawatan. Ektropion serviks tidak ada hubungannya dengan kanker.
  • Radang serviks.
  • Luka genital akibat infeksi menular seksual, seperti herpes atau sifilis.
  • Cedera pada lapisan rahim.
  • Vagina kering. Hal ini biasa terjadi pada wanita yang telah memasuki tahap menopause dan setelahnya. Kondisi ini juga menjadi ciri-ciri hadirnya atrofi vagina.
  • Atrofi vagina. Penipisan, pengeringan, dan peradangan dinding vagina karena tubuh kekurangan estrogen. Kondisi ini kerap terjadi pada ibu menyusui dan setelah menopause.
  • Vaginitis. Peradangan pada vagina bisa disebabkan oleh infeksi.
  • Polip yang tumbuh di leher rahim. Kondisi ini jinak, tidak bersifat kanker.
  • Kanker serviks.

Untuk memastikan penyebab keluarnya darah tersebut, sebaiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga diketahui penyebab keluhan Anda dan pengobatan lebih lanjut.

Mengenai nyeri atau tidaknya sangat tergantung dari beratnya kondisi gangguan tersebut. Bila ringan maka umumnya nyeri tidak terlalu begitu dirasakan. Oleh sebab itu sebaiknya tetap periksakan diri Anda ke dokter untuk memastikan penyebab keluhan tersebut.

Dijawab oleh : dr. Yohana Margarita

Sumber : meetdoctor.com

Artikel Terkait