COVID-19
13 Juli 2020

Vaksin Corona Akan Dibanderol Rp75.000, Kapan Siap Edar?

Akan memasuki masa uji coba pra-klinik pada akhir 2020 nanti
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Lama ditunggu-tunggu, kabar vaksin virus corona (COVID-19) yang ditunggu-tunggu banyak orang, bahkan mungkin seluruh dunia, akhirnya mendapatkan titik terang.

Setelah berbulan-bulan melakukan penelitian dan kajian mengenai vaksin virus corona untuk menyembuhkan para pasien yang terinfeksi COVID-19, kini kabarnya vaksin lokal COVID-19 asal Indonesia siap diedarkan dalam waktu dekat.

Tidak seperti dugaan kita, vaksin COVID-19 lokal tersebut kabarnya akan dijual dengan harga yang cukup murah, yaitu Rp75.000.

Baca Juga: Perkembangan Vaksin COVID-19 di 5 Negara, Angin Segar untuk Dunia Kesehatan!

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kementerian Riset dan Teknologi Ali Ghufron Mukti, Kamis (2/7/2020), dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden.

“Jika harga vaksinnya sekitar USD 5 atau Rp 75.000, maka kita butuh setidaknya Rp 26,4 triliun,” ujar Ali.

Khawatir Distribusi Global Negara Asing Tidak Merata

harga vaksin lokal

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Ali, vaksin lokal ini diciptakan karena adanya kekhawatiran tentang distribusi global vaksin yang diproduksi negara asing tidak merata. Oleh karena itu, Indonesia memenuhi kebutuhan vaksinnya sendiri.

Ia memperkirakan Indonesia butuh biaya yang besar untuk mencukupi kebutuhan vaksin masyarakatnya.

Jika diperhitungkan dengan pola satu orang harus divaksin 2 kali, maka Indonesia perlu 352 juta unit vaksin lokal COVID-19. Dan waktu yang dibutuhkan untuk memvaksin semua warga yang membutuhkan kurang lebih adalah satu tahun.

Baca Juga: Pentingnya Tingkatkan Imunitas Tubuh dari Infeksi Virus Corona Novel (COVID-19), Berikut Tipsnya

Melansir laman Kompas, vaksin yang dikembangkan oleh pihak konsorsium ini menggunakan metode protein rekombinan menggunakan strain COVID-19 asal Indonesia.

Sudah Memasuki Fase Akhir Pengujian

harga vaksin lokal

Foto: Orami Photo Stock

Indonesia sedang bekerja sama dengan dua negara dalam usaha pencarian vaksin COVID-19 ini. Ali menjelaskan, vaksin yang dikembangkan BUMN farmasi PT Bio Farma Tbk dan perusahaan bioteknologi asal China Sinovac Biotech, Ltd telah melewati fase uji klinis pertama dan akan memasuki fase kedua pada Juni lalu.

Sedangkan vaksin yang dikembangkan PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc, sedang dalam proses uji klinis fase pertama di Korea Selatan sejak Juni lalu.

Kabar baiknya, uji klinis fase kedua rencananya akan digelar di Indonesia pada Agustus mendatang.

Vaksin yang sedang dikembangkan konsorsium nasional ditargetkan akan memasuki fase uji coba pra-klinik (preclinical trial) pada akhir 2020 mendatang.

Baca Juga: Benarkah Vaksin Flu Kurangi Risiko Terkena Covid-19?

“Preclinical trial akan mulai pada akhir 2020, dan jika (ada) perpanjangan (waktu), mungkin pada awal 2021. Ini akan dilanjutkan oleh beberapa preclinical trial selanjutnya dalam tahun ini atau awal 2021,” jelas Ali.

Kita doakan saja semoga vaksin yang tengah dipersiapkan ini bisa secepatnya kita dapatkan agar bisa terbebas dari virus corona ya Moms.

Artikel Terkait