KESEHATAN
30 Maret 2020

Vaksin HPV untuk Wanita, Seberapa Penting?

Vaksin ini merupakan pencegahan utama kanker serviks lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Genital Human Papiloma Virus (HPV) adalah virus umum yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung kulit-ke-kulit selama aktivitas seksual.

Kebanyakan orang yang aktif secara seksual besar kemungkinan mendapatkan HPV suatu saat dalam hidup mereka, meskipun kita tidak mengetahuinya.

Infeksi HPV paling sering terjadi pada orang di akhir usia belasan dan awal 20-an. Ada sekitar 40 jenis HPV yang dapat menginfeksi area genital pria dan wanita. Sebagian tidak menimbulkan gejala dan sembuh sendiri.

Tetapi beberapa dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita dan kanker lainnya.

Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Penting Dilakukan Sebelum Menikah?

Mengutip Center for Disease and Prevention (CDC), setiap tahun, sekitar 12.000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks dan 4.000 wanita meninggal akibat penyakit ini di AS.

Kapan Wanita Perlu Vaksin HPV?

vaksin HPV

Foto: Orami Photo Stock

“Vaksin HPV adalah cara pencegahan primer terhadap kanker serviks,” terang dr. Grace Valentine, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah.

Menurutnya vaksin HPV dianjurkan untuk dilakukan pada wanita sejak usia 9 hingga 45 tahun. Pada wanita yang belum aktif seksual, vaksinasi dapat langsung dilakukan.

“Sedangkan perempuan yang sudah aktif seksual, dianjurkan untuk melakukan pap smear terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa wanita tersebut belum terinfeksi virus HPV dan/atau tidak ada sel pra-kanker Serviks,” jelas dr. Grace.

Baca Juga: 4 Penyebab Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai

Berapa Kali Vaksin HPV harus Dilakukan?

vaksin HPV

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Grace, vaksinasi HPV dapat dilakukan dengan 3 kali suntikan dalam jangka waktu 6 bulan sesuai jadwal vaksinasi.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri merekomendasikan agar semua anak berusia 11 dan 12 tahun menerima dua dosis vaksin HPV setidaknya enam bulan secara terpisah, daripada jadwal tiga dosis yang direkomendasikan sebelumnya.

Remaja yang berusia 9 dan 10 tahun dan remaja usia 13 dan 14 tahun juga dapat menerima vaksinasi pada jadwal dua dosis yang diperbarui. Penelitian telah menunjukkan bahwa jadwal dua dosis efektif untuk anak di bawah 15 tahun.

Remaja dan dewasa muda yang memulai seri vaksin nanti, pada usia 15 hingga 26, harus terus menerima tiga dosis vaksin.

CDC sekarang merekomendasikan vaksinasi mengejar ketinggalan untuk semua orang di usia 26 yang tidak cukup divaksinasi.

Baca Juga: 4 Vaksinasi Penting bagi Moms yang Sedang Merencanakan Kehamilan

Bahkan U.S. Food and Drug Administration sudah menyetujui penggunaan Gardasil 9 untuk pria dan wanita berusia 9 hingga 45 tahun.

Haruskah Ibu Hamil Menerima Vaksin HPV?

vaksin HPV

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan keterangan CDC, vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Penelitian menunjukkan bahwa vaksin HPV tidak menyebabkan masalah bagi bayi yang lahir dari wanita yang divaksinasi saat hamil, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.

Seorang ibu hamil tidak boleh mendapatkan dosis vaksin serviks hingga kehamilannya berakhir.

Nah, sudah tidak bingung lagi kan soal vaksin HPV? Mengingat ini adalah cara utama untuk mencegah kanker serviks, tidak ada salahnya untuk dilakukan ya Moms.

Artikel Terkait