KESEHATAN
20 Mei 2020

Vaksin Rotavirus Penting, Tapi Ketahui Dosis dan Efek Sampingnya!

Vaksin ini penting untuk dilakukan, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Tubuh bayi dan anak masih memiliki imunitas cenderung lemah, karena itu untuk dapat melindungi tubuhnya dari bakteri dan virus yang berisiko, Si Kecil perlu dilakukan imunisasi atau vaksinasi.

Dalam melakukan imunisasi, Moms juga perlu mengikuti tahapan imunisasi yang sesuai dengan pertumbuhannya. Salah satu vaksin yang wajib dilakukan adalah vaksin rotavirus.

Ketahui lebih lanjut tentang penjelasan vaksin rotavirus berikut ini ya, Moms.

Baca Juga: 4 Mitos dan Fakta Seputar Vaksin MR/MMR

Pentingnya Vaksin Rotavirus

vaksin rotavirus-1

Foto: Orami Photo Stock

Menurut HealthyChildren.org, rotavirus adalah virus yang menyebabkan diare, kebanyakan terjadi pada bayi dan anak kecil. Diare ini bisa parah, dan bisa membuat dehidrasi, muntah dan demam.

Di Amerika Serikat, sebelum adanya vaksin, penyakit rotavirus adalah masalah kesehatan umum dan serius. Setiap tahunnya, lebih dari 400.000 anak harus menemui dokter, dan sebanyak 20-60 anak meninggal.

Dalam jurnal Sari Pediatri, disebutkan bahwa di Indonesia, rotavirus menjadi penyebab 60% diare pada anak balita yang mengalami rawat inap dan 41% dari kasus diare rawat jalan.

Perbaikan sanitasi lingkungan dan higienitas serta upaya rehidrasi oral dengan oralit saja tidak dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas diare rotavirus, sehingga vaksin rotavirus adalah upaya pencegahan paling efektif.

Baca Juga: Kapan Harus Memberikan Imunisasi Vaksin Pentabio untuk Bayi?

Dosis Vaksin Rotavirus

vaksin rotavirus-2

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia saat ini ada 2 macam: Rotareq dan Rotarix.

  • Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis: dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu, dosis ke-2 setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosisi ke-3 maksimal usia 8 bulan.
  • Sementara, Rotarix diberikan 2 dosis: dosis pertama diberikan di usia 10 minggu, dan dosis kedua pada usia 14 minggu (maksimal pada usia 6 bulan).

Bila bayi belum diimunisasi vaksin rotavirus pada usia lebih dari 6-8 bulan, maka tidak perlu diberikan karena belum ada studi terkait keamanannya untuk Si Kecil.

Baca Juga: Catat! Ini Pentingnya Vaksin Influenza untuk Anak

Efek Samping Vaksin Rotavirus

vaksin rotavirus-3

Foto: Orami Photo Stock

Si Kecil akan mengalami beberapa efek samping usai dilakukannya vaksin rotavirus. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, Si Kecil bisa rewel, atau mengalami diare ringan dan muntah sementara setelah vaksin.

Ada juga risiko langka bahwa anak akan mengalami intususepsi atau alergi dari vaksinasi rotavirus, biasanya dalam waktu satu minggu setelah dosis vaksin pertama atau kedua.

Intususepsi adalah jenis penyumbatan usus dan bisa memerlukan pembedahan. Risiko ini diperkirakan berkisar dari sekitar 1 dari 20.000 bayi hingga 1 dari 100.000 bayi di Amerika Serikat yang melakukan vaksinasi.

Artikel Terkait