PROGRAM HAMIL
16 Desember 2017

Vasektomi & Tubektomi, KB Permanen untuk Pria dan Wanita

Cocok untuk pasangan yang tak ingin punya anak lagi
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Cara berkontrasepsi bagi setiap pasangan berbeda-beda. Untuk memilih kontrasepsi yang tepat, setiap pasangan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Pilihan kontrasepsi permanen sering kali dianjurkan untuk pasangan dengan usia tertentu yang merasa sudah cukup dengan jumlah anak yang dimiliki. Contohnya adalah vasektomi dan tubektomi.

Vasektomi dan tubektomi adalah metode kontrasepsi yang dilakukan terhadap saluran bibit pria (vasektomi) atau saluran telur wanita (tubektomi) atau sehingga dapat menghalangi pertemuan sperma dan ovum. Dengan demikian, kehamilan bisa dicegah. Sifatnya permanen, walau ada beberapa teknik yang memungkinkan rekanalisasi saluran tuba fallopi pada wanita atau vas deferens pada pria.

Saat menjalani operasi vasektomi, saluran sel sperma pada alat reproduksi pria akan dipotong atau sekedar diikat. Dengan begitu, sel sperma tidak bisa keluar. Metode ini sebenarnya bukan penemuan baru. Pernah mendengar teknik mengebiri yang diterapkan pada pegawai istana zaman dulu agar tidak mengganggu wanita di kalangan istana? Berbeda dengan zaman dulu, pria modern memilih vasektomi karena kepentingan pribadi dan dilakukan atas kesadaran sendiri.

Vasektomi tidak berpengaruh apapun pada kemampuan seksualitas pria selama kondisi fisiknya prima. Vasektomi hanya mempengaruhi kemampuan pria menghasilkan keturunan. Setelah melakukan operasi vasektomi, pasien akan diuji selama beberapa bulan untuk memastikan bahwa air maninya tidak lagi mengandung sperma. Metode ini bisa dikatakan relatif efektif karena pasien tidak lagi mengeluarkan cairan sperma saat ejakulasi untuk membuahi sel telur. Dari segi biaya, vasektomi relatif lebih murah dibandingkan tubektomi.

Tubektomi berfungsi mencegah sel telur keluar menuju rahim sehingga KB steril ini mampu mencegah terjadinya kehamilan. Pada awal perkembangannya, tubektomi atau dikenal juga dengan sterilisasi dilakukan atas indikasi medis, seperti kelainan jiwa, kemungkinan kehamilan yang dapat membahayakan jiwa ibu, atau penyakit keturunan. Namun, seiring terjadinya peledakan jumlah penduduk dunia, konsep tersebut telah berubah menjadi salah satu upaya pembatasan jumlah pertumbuhan penduduk. Meskipun tubektomi paling efektif mencegah kehamilan, cara ini tidak 100% efektif. Masih ada kemungkinan pengguna kontrasepsi ini hamil, tetapi kecil sekali.

Walaupun vasektomi dan tubektomi adalah cara paling efektif untuk mencegah kehamilan, sebaiknya Moms pikirkan matang-matang sebelum memutuskan menggunakan jenis kontrasepsi ini, terutama bagi pasangan yang masih muda. Kalau Moms dan pasangan, jenis kontrasepsi apa yang Moms pilih?

(HEI)

Artikel Terkait