BALITA DAN ANAK
24 Maret 2020

Veneer Gigi pada Anak Bisa Mengatasi 4 Masalah Ini

Selain untuk estetika, juga untuk menjaga fungsi gigi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Veneer gigi rupanya tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tapi juga bagi anak-anak. Selain memperindah tampilan gigi, veneer gigi pada anak juga dapat memperbaiki kondisi gigi Si Kecil.

Saat menangani anak-anak, pendekatan konservatif dan minim invasi wajib diterapkan. Menurut penelitian di European Journal of Paediatric Dentistry pada Desember 2015, veneer komposit dianggap sebagai opsi penanganan yang baik untuk merehabilitasi gigi anak-anak. Sebab, metode ini cepat, tidak terlalu invasif, terjangkau, dan bisa diperbaiki seiring waktu.

Baca Juga: Cegah Kerusakan Gigi Anak Dengan Makanan Tinggi Serat

Moms, berikut empat kondisi yang bisa diperbaiki dengan mengaplikasikan veneer gigi pada anak, seperti tercantum di situs web Tower Hill Dental:

1. Gigi Patah atau Retak

gigi patah veneer gigi pada balita.jpg

Foto: lesueurfamilydental.com

Balita rentan mengalami gigi patah atau retak karena senang bergerak aktif meski keseimbangan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Solusinya tidak selalu mencabut gigi, kok, Moms. Veneer bisa memperbaikinya.

Contohnya, dokter bisa memasangkan crown (gigi palsu permanen) untuk menggantikan bagian gigi yang patah. Setelah itu, veneer bisa ditambahkan untuk memperkuat gigi dan mengurangi potensi crown kendur.

Jika gigi retak, gigi bisa dibersihkan secara menyeluruh lalu dipasangi veneer untuk mencegah retak menyebar.

Penelitian tadi membuktikan bahwa veneer menjadi metode paling cepat dan efektif untuk merehabilitasi gigi depan pasien anak yang mengalami trauma gigi dengan kerusakan korona gigi parsial.

Langkah restorasi minim – atau bahkan tanpa – persiapan ini memberikan efek sesuai harapan tanpa mengurangi lapisan enamel gigi.

Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Penyebab Gigi Berlubang Pada Anak

2. Gigi Tidak Rata

gigi tidak rata veneer gigi pada anak.jpg

Foto: dailymail.co.uk

Kawat gigi atau behel menjadi solusi umum untuk gigi tonggos atau tidak rata. Namun, jika masalah gigi berantakan tidak terlalu berat, dokter gigi bisa memperbaiki bentuk 1-2 gigi lalu menambahkan veneer. Hasilnya adalah satu set gigi yang rata dan tampak alami.

Dalam banyak kasus, koreksi dan aplikasi veneer bisa diselesaikan dalam tiga kunjungan saja dalam rentang waktu 1-2 minggu. Bandingkan dengan memakai kawat gigi selama 1-3 tahun!

3. Gigi Renggang

gigi tidak rata veneer gigi pada anak.jpg

Foto: nishanhalimdmd.com

Anak-anak yang memiliki gigi yang tampak jelas renggang akibat genetik bisa merasakaan manfaat veneer. Memang, jarak celah antar gigi akan berkurang menjelang anak dewasa, tapi masih renggang dan kondisi ini cenderung memengaruhi kemampuan bicara.

Veneer gigi pada anak bisa membantu menutup celah gigi yang tampak jelas. Karena veneer dipasang di bagian depan gigi, veneer mengisi ruang yang terbuka. Masih ada celah untuk menyelipkan benang gigi, kok, Moms, tapi gigi kini jadi seragam ukuran, bentuk, dan jaraknya.

Baca Juga: 7 Makanan Untuk Membantu Menjaga Kesehatan Gigi Anak

4. Ketidakpercayaan Diri

tidak pd veneer gigi pada anak.jpg

Foto: lisa runnels from Pixabay

Anak yang memiliki gigi tidak sempurna seringkali menjadi objek ejekan teman-temannya. Si Kecil jadi menarik diri dari situasi sosial dan tidak bisa mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam masyarakat.

Mungkin sekarang masalah ini belum terlihat serius, tapi kebiasaan ini bisa menutup banyak peluang saat ia dewasa kelak.

Menggunakan veneer untuk mengatasi masalah gigi bisa menghilangkan stigma serta mempermudah Si Kecil berteman dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.

Teknik laboratorium terkini dan protokol klinis yang ketat untuk veneer dapat memuaskan kebutuhan restorasi dan estetika gigi pasien dalam beberapa kunjungan saja dan dalam waktu singkat.

Jadi, apakah Moms mulai mempertimbangkan memasang veneer gigi pada anak?

Artikel Terkait