KESEHATAN
4 Juli 2018

Veneer Gigi Sedang Tren, Apa Plus Minusnya?

Ternyata menggunakan veneer sekalipun masih dapat membuat gigi busuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Banyak yang merasa tidak percaya diri dikarenakan warna gigi yang kuning akibat sering merokok, minum kopi, dan lain sebagainya.

Untuk mengatasinya, banyak yang memilih jalan pintas seperti veneer gigi. Veneer gigi saat ini memang sedang menjadi tren, teknik ini membuat gigi menjadi putih bersih mengkilap tanpa harus melalui proses yang panjang.

Meski terdapat beberapa manfaat, namun ada pula kekurangan dari metode yang satu ini. Bagi Moms yang sedang berencana melakukannya, yuk simak dulu penjelasan, serta kelebihan dan kekurangan veneer gigi!

Pemasangan Veneer Gigi

shutterstock 647794081

Terdapat dua tipe dalam melakukan metode ini, yaitu direct dan indirect. Direct veneer adalah pemasangan yang dilakukan langsung pada saat kedatangan.

Setelah melakukan konsultasi, lapisan gigi terluar akan sedikit diasah. Hal ini dilakukan agar setelah dilakukan veneer, gigi tidak terlalu tebal dan menonjol.

Selanjutnya akan langsung dilakukan pemasangan veneer saat itu juga dan dibentuk sesuai dengan yang diinginkan pasien dengan menggunakan bahan resin komposit.

Kemudian ada metode secara indirect yang tidak bisa dilakukan dalam sekali kedatangan. Saat pertama datang untuk konsultasi, dokter akan mengikis lapisan terluar gigi lalu dengan menggunakan bahan seperti dempul.

Setelah itu, dokter akan mencetak gigi dan dikirim ke laboratorium untuk dibuatkan veneer berbahan porcelain. Untuk sementara Moms akan menggunakan veneer temporer, selagi menunggu veneer porcelain jadi.

Baca Juga: Tidak Perlu Veneer, Ini 3 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

Kelebihan dan Kekurangan Veneer Gigi

shutterstock 789409198

Seperti yang telah disebutkan tadi, bahwa pemasangan veneer tentu memiliki kelebihan seperti diantaranya mengembalikan warna gigi menjadi putih, terutama bagi yang memiliki warna gigi kuning atau kusam akibat seringnya minum kopi, teh, atau karena rokok.

Selain itu, veneer juga dapat merapatkan gigi-gigi yang renggang, rusak, patah atau retak. Terakhir, veneer rupanya juga dapat menutupi pengikisan gigi terutama bagi yang mengalami abrasi pada permukaan gigi.

Sedangkan yang menjadi kekurangannya adalah gigi yang mungkin akan menjadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman panas atau dingin. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan lapisan gigi telah dikikis.

Veneer juga tidak cocok untuk gigi yang mengalami gusi sakit, gusi busuk, dan tambalan gigi yang besar dikarenakan lapisan pada permukaan giginya sudah tak memadai.

Bagi yang menggunakan veneer juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan noda gigi seperti kopi, teh, atau anggur merah.

Terakhir, yang paling membahayakan adalah gigi yang menggunakan veneer masih dapat mengalami pembusukan.

Nah, sekarang Moms sudah lebih tahu bukan apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan veneer gigi? Melihat hal-hal di atas, jadi lebih mudah bukan mempertimbangkannya. Apakah Moms tertarik melakukan veneer gigi?

(MDP)

Artikel Terkait