KESEHATAN
23 November 2017

Video Mukbang Tren di YouTube, Ini Dampak Serius Makan Berlebihan

Akhir-akhir ini video mukbang di YouTube sedang tren. Apa sih mukbang itu?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Akhir-akhir ini video mukbang di YouTube sedang tren. Apa sih, mukbang itu?

Mukbang adalah tren yang bermula dari Korea Selatan. Para BJ (broadcasting jockey) melakukan live streaming atau merekam kegiatan makan mereka yang kemudian diunggah di platform-platform online.

Uniknya, dalam video ini biasanya makanan dihadirkan dengan porsi yang sangat besar dan penonton dibuat heran ketika BJ dapat menghabiskan makanan tersebut sendirian.

Tapi, apakah makan dengan porsi yang sangat besar seperti yang ditampilkan dalam mukbang eating show itu baik? Bukakah perut jadi terlalu penuh?

Berikut dampak buruk mukbang yang Moms harus tahu:

Masalah Lambung

sakit lambung

Moms, dampak buruk mukbang yang pertama adalah meningkatnya asam lambung dan radang lambung. Lambung orang dewasa normalnya dapat menampung 1-2 liter makanan, namun dalam mukbang, lambung dipaksa untuk menampung jumlah makanan yang berlebihan.

Hal ini membuat lambung memproduksi asam yang berlebihan dan dapat menyebabkan iritasi. Kadar asam yang terlalu tinggi dapat menyebabkan rusaknya lapisan dinding lambung yang dapat mengakibatkan terjadinya radang lambung.

Gangguan Pencernaan

mulas

Moms, lambung yang menampung makanan lebih dari kapasitasnya tidak dapat bekerja dengan optimal. Hal ini dapat menyebabkan munculnya keluhan-keluhan gangguan pencernaan seperti kembung, mual, muntah, diare, atau sembelit.

Hal ini juga dapat disebabkan oleh berlebihnya asupan karbohidrat saat melakukan mukbang, namun asupan serat dan vitamin cenderung kurang padahal sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Obesitas

obesitas

Konsumsi makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh membuat makanan tidak semuanya diproses oleh tubuh dan akhirnya ditimbun dalam bentuk lemak. Penumpukan lemak di dalam tubuh berimbas pada kenaikan berat badan yang kurang sehat dan dapat berlanjut menjadi obesitas jika tidak dibarengi dengan olahraga yang cukup.

Baca juga: Hindari Obesitas, Rajin Olahraga Yuk!

Obesitas sendiri dapat mengakibatkan masalah kesehatan lain yaitu risiko sakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit kandung kemih, beberapa jenis kanker, dan sleep apnea atau gangguan tidur. Hati-hati, obesitas dapat dialami oleh anak-anak juga, lho, Moms.

Gagal Jantung

sakit jantung

Konsumsi makanan berlebih, apalagi makanan berlemak, dapat memicu terjadinya perubahan di dalam tubuh. Darah jadi mudah menggumpal di pembuluh darah. Hal ini dapat berbuntut panjang seperti munculnya serangan jantung karena aliran darah menuju dan keluar jantung terhambat.

Selain itu, dampak buruk mukbang satu ini bisa muncul karena jantung dan organ-organ lain bekerja lebih keras saat tubuh menerima asupan makanan berlebih.

Kegagalan Fungsi Organ-organ Tubuh Lainnya

organ manusia

Moms, dalam pencernaan, selain lambung, ada juga hati, ginjal, dan organ-organ tubuh lain yang ikut berperan dalam proses pencernaan dan asimilasi makanan.

Jika jumlah makanan yang diproses terlalu banyak, organ-organ ini cenderung rawan mengalami kerusakan karena harus bekerja ekstra jika dibandingkan dengan konsumsi makanan yang relatif normal.

Gangguan Kesehatan Mental

nggak pede

Selain masalah kesehatan tubuh, mukbang juga berpengaruh terhadap kesehatan mental, lho, Moms. Dipicu obesitas, muncul masalah pada kepercayaan diri yang berhubungan dengan penampilan.

Rasa tidak percaya diri yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan seseorang menjadi depresi, cemas berlebih, dan muncul obsesi terhadap makanan dan kalori. Obsesi terhadap makanan dan kalori sendiri bisa mengakibatkan eating disorder seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating.

Satu lagi, Moms, kurangnya percaya diri dapat mempengaruhi performa seksual dan keintiman dalam hubungan suami-istri, lho. Jadi, tak perlu ikut-ikutan tren mukbang untuk diunggah ke YouTube, ya, Moms. Bagaimanapun, kesehatan Moms lebih penting.

(LMF)

Artikel Terkait