KELUARGA
30 Juli 2020

Viral Cerita Fetish Kain Jarik di Twitter, Apa Pengertian Fetish Seksual?

Publik ramai membicarakan kasus fetish kain jarik ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Amelia Puteri

Publik sedang dihebohkan dengan cerita pengakuan seorang pengguna Twitter yang menjadi korban predator dengan fetish tertentu.

Pengguna Twitter tersebut memiliki nama akun @m_fikris, membuat sebuah utas yang berjudul "Predator 'Fetish Kain Jarik' Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY."

Utas tersebut kini telah mendapatkan 82 ribu Retweet, dan Like oleh 125 ribu pengguna Twitter. Cari tahu lebih lanjut tentang kisah fetish kain jarik dan pengertian fetish berikut ini, Moms.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membangun Kehidupan Seks yang Romantis Setelah Punya Anak?

Kisah Fetish Kain Jarik di Twitter

kisah fetish kain jarik.jpg

Foto: twitter.com/m_fikris

Diceritakan di utas tersebut, seorang pria bernama Gilang Eizan mencari korban dengan alibi untuk kebutuhan riset yang sedang ia lakukan. Gilang lalu menyebutkan jika dalam risetnya ia butuh korbannya untuk membungkus dirinya menggunakan kain jarik.

"Dia jelasin juga alasannya dia bikin riset gituan buat apa. Katanya lg bikin tulisan gitu. Nah dia bungkus2 gw gitu biar gw tertekan trus ngeluarin emosi2 kaya nangis, cemas, gugup gitu2," tulis pengguna @m_fikris.

Sebelumnya, @m_fikris sempat menolak permintaan Gilang. Tetapi setelah ia mendapatkan penjelasan, dan ia merasa kasihan, @m_fikris kemudian berkenan untuk membantunya bersama seorang temannya.

"Jadi teknisnya temen gw suruh bungkus gw (lakban, bungkus jarit) terus foto dan videoin. Habis itu baru gw ngebungkus temen gw (gantian). Habis itu dia juga njelasin nanti klo emosiku kaya nangis, takut, gugup mau keluar, keluarin ajah," jelas @m_fikris.

Tidak hanya meminta hal yang aneh, Gilang juga dinilai bersikap manipulatif saat @m_fikris memarahinya. Ia menangis dan tubuhnya gemetar, hingga kemudian @m_fikris memaafkannya.

"Waktu itu dia juga lg nelfon temen gw (buat ngeyakini temen gw lanjut). Gw marah lah di situ, gw bilang penelitian macem apa maksa2 subjek penelitiannya. Gak fair klo punya penyakit malah buat neken orang bertindak semena-mena," tulisnya.

Baca Juga: Ini Dia 3 Hal yang Terjadi Jika Stop Melakukan Seks dengan Pasangan

Apa Pengertian Fetish Seksual?

fetish seksual 1.jpeg

Foto: unsplash.com

Kisah fetish kain jarik ini membuat perbincangan topik fetish ramai dibicarakan publik.

Tetapi, sebenarnya fetish seksual tidak hanya berupa ini saja, lho. Fetish seksual punya jenis dan kategori yang berbeda-beda.

Ada yang suka bercinta dengan pasangan dengan berpakaian layaknya anak kecil, merasa terangsang saat melihat perempuan berbaju merah, terangsang dengan jempol kaki, dan lain sebagainya.

Bagi mereka yang memiliki fetish tertentu, hal ini memungkinkan mereka untuk berfantasi dan merasa terangsang karena melihat sebuah objek yang disukai.

Fetish juga jadi alasan seseorang memiliki preferensi tertentu saat bercinta dan biasanya dialami oleh para pria.

Menurut jurnal berjudul Sexuality in the 21st century: Leather or rubber? Fetishism Explained, pengertian fetish seksual adalah tindakan fisik seksual terkait dengan ketertarikan seksual, fantasi seksual, dan perilaku seksual.

Selain itu, fetish juga dimaknai sebagai daya tarik dengan suatu objek tertentu untuk mencapai kepuasan seksual.

Meski begitu, banyak orang yang tidak memahami atau mengerti apa itu fetish dan apakah mereka memiliki fetish.

Sebab, kebanyakan orang ketika melihat hal-hal yang ia sukai cenderung langsung menikmatinya tanpa mengetahui bahwa yang ia rasakan tersebut adalah fetish.

Baca Juga: Seberapa Penting Seks untuk Pria?

Apakah Fetish Seksual Adalah Penyakit Mental?

fetish seksual 2.jpeg

Foto: unsplash.com

Mengutip Healthline, Dr. Richard Krueger, seorang profesor psikiatri di Pusat Medis di Columbia University mengungkapkan, beberapa orang yang memiliki fetish atau alternatif preferensi seksual yang berbeda bisa jadi memiliki penyakit mental atau trauma mendalam.

Krueger juga mengatakan bahwa mereka yang cenderung mempraktikan BDSM cenderung memiliki kehidupan dan kontrol sosial ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki minat terhadap BDSM.

"Meskipun penelitian yang dilakukan masih terbatas, namun itu menunjukkan hasil bahwa mereka yang mempraktikan BDSM lebih sehat secara kehidupan sosial ekonomi dibandingkan mereka yang tidak," jelas Krueger.

Berbeda dengan Krueger, John-Michael Williams seorang pemilik toko mainan khusus dewasa mengungkapkan bahwa sebagian besar kliennya sehat secara mental dan menjadikan kebiasaan seksual seperti menggunakan popok ketika bercinta atau sehari-hari sebagai gaya hidup dan bukan hanya tentang seks.

"Ini tentang relaksasi, menghilangkan stres, dan mengenang kembali masa kanak-kanak ketika hidup terasa lebih mudah ketimbang menjadi orang dewasa," kata Williams.

Pernyataan yang disampaikan oleh Williams tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Kaitlyn Hawkinson dan Brian D. Zamboni berjudul Adult baby/diaper lovers: An exploratory study of an online community sample.

Dalam jurnal tersebut, dikatakan bahwa beberapa responden laki-laki mengaku jika perilaku tersebut berkaitan dengan kedekatan dan hubungan dengan orang tua, baik kedekatan dengan ayah ataupun ibu.

"Orang punya alasan yang berbeda saat memilih fetish atau gaya hidup. Ada orang yang suka dengan kepuasan seksual, dan itu sangat bervariasi. Namun, bagi sebagian lainnya ini bukan soal seksual saja," terang Williams.

Baca Juga: 5 Posisi Seks yang Cocok untuk Pasangan Setelah Bertengkar

Apa Penyebab Seseorang Memiliki Fetish?

fetish seksual 3.jpeg

Foto: unsplash.com

Ternyata, pengalaman seksual selama masa puber adalah salah satu faktor yang menyebabkan seseorang memiliki fetish, lho, Moms.

Jessica O'Reilly, seorang konselor seksual, mengungkapkan bahwa jika suatu objek membuat seseorang merasa senang, nyaman, dan terangsang di awal melakukan hubungan seksual, maka objek tersebut dapat dikaitkan dengan preferensi seksual yang akan berlanjut di kemudian hari.

O'Reilly juga menyebut hubungan antara pikiran dan tubuh memiliki dampak yang signifikan terhadap fetish seksual.

"Setiap pengalaman seksual ada kaitannya dengan antara fisik dan psikis. Ketika kita belajar untuk mengasosiasikan sebuah objek atau pengalaman tertentu dengan gairah, maka keduanya akan terikat. Sehingga fetish seksual bisa terjadi karena pengalaman fisik maupun psikis," terangnya.

Nah, itulah informasi mengenai pengertian fetish seksual dan kisah fetish kain jarik dari Twitter.

Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Moms merasa memiliki fetish seksual tertentu yang tanpa disadari telah menjadi bagian dari kehidupan seks Moms dan pasangan?

Jika ya, tidak ada salahnya mendiskusikan hal ini kepada pasangan atau orang yang ahli di bidangnya seperti psikolog seksual atau para ahli hubungan untuk memahami kesulitan, trauma masa lalu, atau preferensi seksual yang Moms rasakan dan alami.

Artikel Terkait