KESEHATAN
3 Juli 2019

Viral Pernikahan Sedarah di Sulawesi, Apa Bahaya Kehamilan Inses?

Anak dari hasil perkawinan inses berisiko mengidap gangguan mental
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Berita viral datang dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, seorang pria beristri, AM (32) menikahi adik kandung perempuannya sendiri.

Mengutip Tribun Style, AM diduga berselingkuh dengan adik kandungnya hingga hamil berusia 4 bulan. Ia juga diduga telah menikahi adiknya sendiri.

Istri AM, HE, yang tidak terima atas perlakuan suaminya lalu melaporkannya ke Polres Bulukumba, pada Senin (1/7/2019). HE juga berencana menggugat cerai suaminya usai menjalani proses hukum.

Pernikahan sedarah menjadi salah satu topik yang tabu untuk dibicarakan. Sebagian besar budaya menentang terjadinya pernikahan dengan saudara kandung sendiri.

AM bahkan menghamili adik kandungnya, hingga ia hamil. Lalu, adakah bahaya dari kehamilan inses?

Baca Juga: 5 Fakta Seputar Penyakit Lupus

Kehamilan Inses Membawa Gen dengan Penyakit Resesif

krabbe disease penyakit berbahaya yang bisa menyerang bayi baru lahir 1

Disebutkan bahwa ada risiko untuk menularkan penyakit genetik yang jauh lebih tinggi untuk kehamilan inses.

"Lebih spesifiknya, dua saudara kandung yang memiliki anak bersama memiliki peluang lebih tinggi untuk menularkan penyakit resesif kepada anak-anak mereka," tulis Colleen Brady, lulusan Standford University jurusan Kanker Biologi, dan penulis The Tech Interactive.

Ciri resesif yang umum seperti rambut merah atau mata biru. Sementara penyakit resesif yang umum adalah fibrosis kistik dan sickle sell anemia (gangguan yang menyebabkan sel-sel darah merah menjadi cacat dan rusak).

Salinan gen yang tidak bekerja dengan baik dapat menyebabkan penyakit resesif. Namun, hal ini terjadi bila kedua salinan gen tersebut tidak bekerja.

"Setiap orang memiliki beberapa gen penyakit resesif, tetapi biasanya kita memiliki salinan gen kedua yang membuat kita sehat. Ketika Anda punya satu salinan gen normal dan satu salinan gen penyakit, Anda disebut 'pembawa' penyakit (carrier)," jelas Brady.

Carrier ini dapat menularkan salinan gen penyakit tersebut ke anak-anak mereka. Tetapi, ini dengan catatan kedua pihak orang tua adalah 'carrier' sehingga anak-anak mereka berisiko terkena penyakit resesif tersebut.

"Hubungan dengan saudara kandung itu sangat erat. Jadi, mereka lebih cenderung menjadi pembawa penyakit yang sama. Anak-anak mereka lebih mungkin mendapatkan dua salinan gen yang rusak dan berakhir mendapatkan penyakit resesif ini," jelasnya lagi.

Baca Juga: Hentikan 5 Hal Ini Agar Hubungan Lebih Sehat

Bayi Hasil Inses Tingkatkan Risiko Kematian Dini Hingga Gangguan Mental

krabbe disease penyakit berbahaya yang bisa menyerang bayi baru lahir 3

Mengutip Psychology Today, ada sebuah studi tentang anak-anak Cekoslowakia yang lahir dari hubungan inses. Diungkapkan bahwa kurang dari setengah anak-anak hasil dari persatuan inses yang benar-benar sehat.

Sementara, 42 persen dari mereka memiliki cacat lahir yang parah, atau menderita kematian dini. Lalu, 11 persen lainnya mengalami gangguan mental.

Hasil penelitian lain yang memeriksa empat studi (termasuk penelitian Ceko) tentang efek kehamilan inses pada kesehatan keturunannya, juga menunjukkan kecenderungan terjadinya penyakit pada anak dari hasil inses.

"Sebanyak 40 persen anak-anak dilahirkan dengan kelainan resesif autosom, kelainan fisik bawaan, atau defisit intelektual yang parah, dan 14 persen lainnya menderita cacat mental ringan," tulis Hal Herzog Ph.D., Profesor Emeritus Psikologi di Western Carolina University.

Singkatnya, kemungkinan bahwa anak yang lahir dari hasil inses saudara laki-laki dengan saudara perempuan, atau ayah dengan anak perempuan akan cenderung terjadi kematian dini, cacat lahir parah, atau gangguan mental sebanyak 50 persen.

Artikel Terkait