KESEHATAN
15 Juni 2020

Viral Telur Ayam Infertil, Apa Artinya dan Amankah Dikonsumsi?

Keberadaan telur ayam infertil sudah dilarang pemerintah sejak lama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Masyarakat dihebohkan dengan penemuan telur ayam infertil yang banyak beredar di pasaran. Padahal keberadaan telur ayam infertil telah lama dilarang pemerintah.

Telur ayam yang juga populer dengan sebutan telur HE atau hatched egg merupakan telur gagal produksi saat pembibitan tunas ayam atau breeding. Dalam hal ini, telur infertil tidak terpakai karena tidak bisa ditetaskan atau menghasilkan anak ayam.

Baca Juga: Yuk Hilangkan Komedo Dengan Masker Putih Telur!

Amankah Mengonsumsi Telur Infertil?

5 Perawatan Alami untuk Samarkan Kerutan Pada Wajah - putih telur.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam Peraturan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi Bab III Pasal 13 disebutkan bahwa Pelaku Usaha Integrasi, Pembibit GPS, Pembibit PS, Pelaku Usaha Mandiri, dan Koperasi dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi.

Hal ini disebabkan telur infertil lebih cepat busuk dibandingkan telur ayam lainnya karena sudah terlalu lama berada di pusat pembibitan.

Menurut jurnal penelitian yang dilakukan oleh K. C. Lawrence, D. P. Smith, W. R. Windham, dan G. W. Heitschmidt berjudul Fertility and Embryo Development of Broiler Hatching Eggs Evaluated with a Hyperspectral Imaging and Predictive Modeling System, dijelaskan bahwa telur infertil adalah sarang perekembangbiakan bakteri dan jamur karena perbedaan suhu telur dengan termometer inkubator sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Baca Juga: 5 Manfaat Makan Sebutir Telur Untuk Sarapan Anak Setiap Hari

Mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang peraturan telur aman konsumsi tahun 2018, dijelaskan bahwa umur telur layak konsumsi setelah diproduksi ialah 14 hari dengan suhu ruangan dan kelembapan antara 80 hingga 90 persen.

Pada suhu dingin, yakni 4 hingga 7 derajat celcius dengan kelembaban 60 hingga 70 persen, telur bisa disimpan hingga 30 hari setelah diproduksi.

Sementara itu, telur infertil sudah melalui proses masa simpan untuk ditetaskan yang tidak diketahui oleh masyarakat sehingga mengurangi masa simpan produksi.

Jadi, setelah telur infertil ini dikeluarkan dari mesin produksi, masa simpannya sudah berkurang dan biasanya jika telur infertil disimpan lebih dari 7 hari, telur sudah membusuk dan tak layak dikonsumsi.

Cara Membedakan Telur Infertil dengan Telur Ayam Normal

mitos makanan - kuning telur.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Secara kasat mata memang susah untuk membedakan telur infertil dengan telur normal. Namun, ada beberapa trik yang bisa Moms lakukan agar tak salah konsumsi telur infertil.

  1. Saat telur dipecahkan, terdapat bercak atau titik merah pada telur.
  2. Meskipun tidak terlalu terlihat, tapi cangkang telur infertil warnanya lebih pucat dibandingkan cangkang telur biasa.
  3. Ketika telur dikocok warna telur tidak merata, berbeda dengan telur normal yang cenderung memiliki warna yang sama ketika dikocok atau dicampur.
  4. Telur infertil biasanya lebih cepat busuk dan berbau karena hanya mampu bertahan hingga 7 hari. Karenanya ketika Moms ingin memasak telur namun mencium bau busuk, sebaiknya jangan dikonsumsi.
  5. Tekstur telur infertile lebih cair atau encer ketimbang telur biasa yang teksturnya lebih kental dan stabil.

Itulah risiko mengonsumsi telur infertil serta cara membedakannya. Selalu teliti sebelum berbelanja ya, Moms. Dan pastikan telur yang dikonsumsi tidak mengandung kelima ciri di atas agar aman untuk kesehatan.

Artikel Terkait