COVID-19
21 September 2020

Ada Virus Covid-19 di Seafood Beku dari Indonesia?

Pemerintah China menyebutkan Kantor Bea Cukai China akan menghentikan impor dari PT Puri Indah.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Pemerintah China melalui sebuah pernyataan menyebutkan Kantor Bea Cukai China akan menghentikan impor dari perusahaan Indonesia, PT Puri Indah, selama seminggu usai menemukan partikel atau patogen virus Corona di kemasan ikan beku.

Sejak Juni 2020, pemerintah China memperketat pengawasan dan menyelidiki daging impor, makanan laut, makanan kemasan, dan wadah untuk menghindari virus Corona. Hasilnya, sebanyak enam dari 500 ribu sampel makanan import dinyatakan positif mengandung virus Corona.

Baca Juga: Bahaya Mengonsumsi Frozen Food Terus Menerus saat WFH

Beberapa Negara yang Dilarang Impor Produk ke China

ada virus covid di seafood dari indonesia?

Foto: Orami Photo Stocks

Selain Indonesia, hal serupa juga terjadi pada perusahaan impor daging dan udang beku dari Ekuador dan sayap ayam dari Brazil yang positif mengandung virus Corona.

Diketahui pihak administrasi umum bea cukai China, Bi Kexin, mengatakan bahwa sampel udang beku Whiteleg dari Ekuador diimpor di pelabuhan Dalian dan Xiamon terpapar virus.

Selain itu, pemerintah Kota Shenzhen, China, pun telah mengeluarkan larangan terhadap olahan daging ayam beku dari Brasil pada Agustus 2020 karena menemukan jejak virus Corona di kemasannya.

Baca Juga: Tak Boleh Asal, Ini 3 Cara Mencairkan Makanan Beku dengan Benar

Menuai Kontra

ada virus covid di seafood dari indonesia?

Foto: Orami Photo Stocks

Tim ahli dari Komisi Internasional Spesifikasi Mikrobiologi untuk Makanan ( (The International Commission on Microbiological Specifications for Foods/ICMSF) mengatakan tidak mungkin apabila makanan dan kemasannya menjadi sumber penularan COVID-19. Sebab menurutnya, hingga kini belum ada penelitian yang mengatakan bahwa makanan atau kemasan makanan bisa menyebabkan penularan COVID-19.

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat yang menyebut tidak ada risiko akan penularan COVID-19 melalui makanan dan kemasan.

"Sampai saat ini, belum ada bukti bahwa makanan, kemasan makanan, atau penanganan makanan merupakan sumber penularan penting untuk SARS-CoV-2 yang mengakibatkan Covid-19," kata ICMSF dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari CNN Internasional.

Meskipun tidak menutup kemungkinan adanya infeksi yang ditimbulkan saat seseorang menyantap makanan mengandung virus Corona, namun hal itu hingga kini belum pernah terjadi.

Lebih lanjut, ICMSF mengatakan pembatasan impor makanan, uji produk impor, dan meminta perusahaan melampirkan produk bebas COVID-19 seharusnya tidak perlu dilakukan.

"Fokus bisnis makanan harus melindungi pekerja makanan, konsumen, dan pelanggan restoran agar tidak terinfeksi oleh penyebaran SARS-CoV-2 dari orang ke orang," tulis mereka.

Baca Juga: 4 Makanan untuk Membersihkan Paru-Paru, Bisa Tangkal Polusi Udara

Penelitian tentang Berapa Lama Virus Corona Bisa Bertahan dalam Sebuah Benda

ada virus covid di seafood dari indonesia?

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelumnya, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine menunjukkan seberapa lama virus Corona mampu bertahan dalam sebuah benda.

Hasilnya, penelitian itu menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu di laboratorium, SARS-CoV-2 dapat dideteksi hingga 3 jam dalam aerosol, hingga 3 jam pada tembaga, hingga 24 jam pada karton dan hingga 2 hingga 3 hari pada plastik dan baja tahan karat.

Meski begitu, menurut peneliti, penelitian tersebut tidak melibatkan faktor-faktor lain yang menyebabkan virus mati. Misalnya, dengan desinfektan dan sinar matahari.

Para ahli pun sepakat, satu-satunya cara untuk terhindar dari COVID-19 ialah dengan melaksanakan protokol kesehatan termasuk mencuci makanan dengan bersih sebelum dimasak. Dan mencuci tangan sebelum memegang makanan.

Sementara itu, hingga kini PT Puri Indah hingga kini masih belum memberikan komentar maupun klasifikasi lebih lanjut terkait larangan impor oleh pemerintah China tersebut.

Artikel Terkait