3-5 TAHUN
16 Maret 2020

Kapan Anak Harus Diberikan Vitamin Zat Besi?

Sudahkah Moms memberi vitamin zat besi untuk Si Kecil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Tahukah Moms? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anemia defisiensi besi pada anak di Indonesia cukup tinggi, yaitu 48,1 % balita, berdasarkan data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001.

"Anda bisa memberi anak steak tiga kali sehari tapi anak Anda mungkin masih belum mendapatkan cukup zat besi untuk tubuhnya," kata Dr. George Buchanan, profesor pediatri di Pusat Medis Universitas Texas Barat Daya, Dallas.

Seperti yang diungkapkan Dr. George, makanan kaya zat besi sekalipun ternyata masih belum cukup memenuhi zat besi pada anak.

Terkait hal itu, maka IDAI menganjurkan agar balita mengkonsumsi vitamin zat besi tambahan sejak bayi umur 4 bulan, terutama bagi bayi yang menerima ASI penuh.

Baca Juga: Tanda Balita Kekurangan Zat Besi, Jangan Anggap Enteng!

Siapa Saja yang Membutuhkan Vitamin Zat Besi?

vitamin zat besi

Foto: todaysparent.com

1. Jika bayi Moms ASI eksklusif

ASI mengandung sedikit zat besi, sehingga bayi yang diberi ASI eksklusif berisiko lebih tinggi mengalami defisiensi zat besi setelah usia empat bulan.

2. Jika bayi Moms minum ASI dan susu formula

Rekomendasi zat besi tetap sama dengan bayi dengan ASI eksklusif.

Jika lebih dari separuh pemberian makanan harian adalah dari susu ibu dan anak tidak menerima makanan pendamping yang mengandung zat besi, maka anak mulai dari umur 4 bulan perlu diberikan vitamin zat besi tambahan.

3. Jika bayi Moms menggunakan susu formula

Disarankan Moms menggunakan susu formula yang diperkaya zat besi (mengandung 4 hingga 12 mg zat besi) sejak lahir hingga sepanjang tahun pertama kehidupan.

4. Bayi prematur

Bayi prematur memiliki lebih sedikit cadangan zat besi, sehingga mereka sering membutuhkan zat besi tambahan di luar apa yang mereka terima dari ASI atau susu formula.

Baca Juga: Merasa Lemas Karena Kurang Zat Besi, Ini 4 Makanan untuk Penderita Anemia

Kapan Waktu yang Tepat Memberi Suplemen Zat Besi?

vitamin zat besi

Foto: sleepbaby.org

Dilansir dari American Academy of Family Physicians, American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi yang diberi ASI eksklusif juga diberikan vitamin zat besi pada usia empat bulan sampai mereka sudah mulai mengenal MPASI.

Bayi dan balita yang diberi susu formula seringkali menerima jumlah zat besi yang cukup (rata-rata susu formula mengandung 10 hingga 12 mg per L zat besi) sehingga jarang memerlukan tambahan zat besi lebih lanjut.

Berapa Banyak Zat Besi yang Dibutuhkan Balita?

vitamin zat besi

Foto: babycenter.com

Idealnya, perkiraan kebutuhan zat besi harian adalah 7 mg untuk anak-anak usia satu hingga tiga tahun.

Jumlah itu harus dipenuhi melalui konsumsi makanan kaya zat besi.

Meskipun vitamin zat besi dapat mencapai kebutuhan zat besi yang dibutuhkan anak, tapi sebenarnya anak-anak cenderung lebih mentoleransi makanan yang diperkaya zat besi dibandingkan vitamin.

Jadi setelah umur 1 tahun, akan lebih baik jika anak diberikan makanan yang mengandung zat besi tinggi.

Mengkonsumsi susu sapi dalam jumlah banyak meningkatkan risiko kekurangan zat besi.

Teh juga dipercaya membuat zat besi pada makanan yang dimakan, akan sulit terserap oleh tubuh.

Maka dari itu, dianjurkan untuk tidak minum susu atau teh saat sedang makan makanan utama.

Baca Juga: Jangan Sampai Terjadi, Ini 4 Dampak Anak Kekurangan Zat Besi

Nah, jadi perhatikan baik-baik Moms. Jika si Kecil merupakan anak ASI eksklusif, pemberian vitamin zat besi ternyata sangat penting. Bicarakan dengan dokter anak terkait hal ini ya.

Artikel Terkait