KESEHATAN
10 Agustus 2020

Ketahui Tentang Wabah Tick-Borne dan Bubonic yang Baru di China

China dihadapkan dengan wabah virus baru
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Belum usai China berperang melawan COVID-19, kini negeri Tiongkok itu harus dihadapkan dengan wabah virus baru yakni virus tick-borne dan bubonic.

Diketahui hingga bulan Juli 2020, ada 4 warga Mongolia positif terinfeksi bubonic dan 146 warga lainnya yang melakukan kontak fisik dengan keempat orang tersebut, dan kini sedang menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, hingga kini dilaporkan bahwa 70 orang meninggal dunia dan 60 orang lainnya dirawat akibat wabah tersebut.

Baca Juga: China Sedang Uji Coba Antivirus Corona dari Vitamin C!

Mengenal Penyakit Bubonic yang Menyerang China

wabah tick borne dan bubonic baru di china

Foto: Orami Photo Stock

Otoritas kesehatan China telah mengidentifikasi kasus baru penyakit bubonic yang menjadi penyebab pandemi 'Black Death' di pertengahan tahun 1300-an. Kasus baru tersebut ditemukan pada 5 Juli 2020 dan menyerang seorang peternak di Kota Bayannur, China.

Pemerintah China langsung mengisolasi wilayah Desa Suji Xinxun untuk menghindari perluasan penularan wabah bubonic.

Selain itu, pejabat kesehatan juga memerintahkan untuk melakukan pembersihan berupa penyemprotan disinfektan di seluruh rumah di area desa tersebut.

Melansir dari CNN, akibat dari wabah bubonic ini, sebanyak sembilan warga desa meninggal dunia dan 26 orang lainnya sedang menjalani karantina mandiri.

Tak hanya itu, pemerintah China juga menutup sebagian tempat wisata di dekat perbatasan Mongolia usai kasus remaja berusia 15 tahun di Mongolia meninggal dunia akibat wabah tersebut.

Diketahui, remaja itu tinggal di provinsi Gobi-Altai dan diprediksi tertular bubonic usai menyantap dan berburu marmut.

Otoritas kesehatan setempat lantas mengeluarkan peringatan siaga tingkat tiga dan melarang masyarakat untuk berburu, makan, hingga mengangkut hewan ternak yang berpotensi membawa penyakit bubonic.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penyakit bubonic adalah infeksi serius yang menyerang sistem limfatik dan disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis (Y. pestis).

Bakteri ini menyebar melalui kutu atau hewan yang terinfeksi seperti tikus, tupai, kelinci, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan dan cakaran.

Seseorang yang terinfeksi penyakit bubonic ditandai dengan demam, muntah, pendarahan, gagal organ, dan luka-luka. Meski begitu, selama seseorang tidak menyentuh binatang yang terinfeksi bakteri Yersinia maka kemungkinan untuk terinfeksi bubonic sangat rendah.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) kasus penyakit bubonic jarang terjadi, beberapa negara yang pernah terserang wabah ini selain China ialah Afrika, India, dan Peru.

Baca Juga: Indonesia Lampaui China soal Jumlah Pasien COVID-19, Ini Kata Kemenkes

Mengenal Tick-Borne Wabah yang Menginfeksi Warga China

wabah tick borne dan bubonic baru di china

Foto: Orami Photo Stock

Selain bubonic, warga China juga dihebohkan dengan kehadiran wabah lainnya yakni tick-borne. Otoritas kesehatan di China memperingatkan warga adanya kemungkinan virus ini bisa menular antar manusia.

Di China, wabah ini pertama kali ditemukan di Provinsi Jiangsu, China Timur dan menginfeksi warga di wilayah Anhui.

Menurut Sheng Jifang, dokter di Rumah Sakit Universitas Zhejiang, menyebut bahwa kemungkinan adanya penularan antar manusia ini terjadi melalui darah atau lendir. Tercatat, wabah serupa pernah menyerang di wilayah Hubei dan Henan, China pada tahun 2009.

CDC menyebut bahwa virus yang memiliki nama asli severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS) menular melalui gigitan kutu. SFTS tak hanya menyerang China namun juga ditemukan di beberapa wilayah lainnya seperti Korea Selatan dan Jepang sejak tahun 2009.

Beberapa gejala yang ditimbulkan dari virus SFTS ini ialah nyeri, bengkak, ruam, kulit terasa terbakar, kesulitan bernapas, sakit kepala, mual, diare, nyeri otot, trombosit menurun, sel darah putih menurun, menggigil, hingga demam dan pendarahan gusi.

Itu dia Moms, penjelasan tentang wabah tick-borne dan bubonic di China.

Baca Juga: Benarkah COVID-19 Bisa Menular Lewat Udara?

Artikel Terkait