BAYI
27 Juli 2020

Perkembangan Bayi Usia 1 Bulan, Moms Wajib Tahu!

Selama bulan pertama, Si Kecil terbiasa dengan dunia baru serta menunjukkan tanda-tanda perkembangan pada berbagai hal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pernahkah Moms dan Dads memerhatikan bagaimana jari-jari mungil Si Kecil saat berusia satu bulan mulai mengepal? Atau terkejut dengan suara yang keras? Si Kecil pasti telah melalui banyak perubahan dalam waktu singkat.

Memantau perkembangan bayi usia 1 bulan memang menarik, Moms mungkin sangat menantikan banyak hal baru di mana Si Kecil tumbuh dan berkembang sesuai tonggak kehidupannya.

Namun, Moms mungkin bingung apakah perkembangan Si Kecil termasuk normal, cepat, atau justru lambat. Apalagi mungkin Moms juga membandingkan perkembangan bayi dengan bayi-bayi lainnya.

"Ada banyak hal yang dianggap normal, sehingga beberapa bayi memperoleh keterampilan lebih awal atau lebih lambat daripada yang lain," kata dokter anak, Mary L. Gavin, MD.

Lalu, seperti apa perkembangan bayi usia 1 bulan dan bagaimana bentuk stimulasi yang bisa Moms dan Dads lakukan? Yuk, perhatikan penjelasannya berikut ini, Moms.

Baca Juga: Segar dan Enak, Ini 3 Resep Minuman Kurma yang Layak Dicoba

Perkembangan Bayi Usia 1 Bulan

Dr. Mary mengatakan, setiap dokter anak akan menggunakan tonggak tertentu dalam perkembangan Si Kecil, terutama untuk perkembangan bayi usia 1 bulan. Agar Moms dan Dads tidak bingung, yuk kita cari tahu perkembangan bayi usia 1 bulan di bawah ini.

1. Berat Badan

perkembangan bayi 1 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi usia 1 bulan yang perlu diperhatikan pertama adalah berat badan. Tak perlu khawatir jika Si Kecil kehilangan berat badan selama beberapa hari pertama kehidupan.

Si Kecil dilahirkan dengan cairan tubuh ekstra dan biasanya kehilangan sekitar 10 persen dari berat lahir mereka sebelum stabil dan mulai bertambah.

Dilansir dari WebMD, Si Kecil pun harus kembali ke berat lahir mereka pada minggu kedua, dan selama bulan pertama mereka akan bertambah berat dengna cepat antara 1/2 ons (14 gram) dan 1 ons (28 gram) dalam sehari.

2. Keterampilan Motorik

perkembangan bayi 1 bulan

Foto: freepik.com

Perkembangan bayi usia 1 bulan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah keterampilan motorik. Sistem saraf Si Kecil yang baru lahir akan mencapai banyak hal di bulan pertama mereka.

Moms dan Dads akan melihat Si Kecil dilahirkan dengan beberapa refleks bawaan, termasuk menghisap. Segera setelah lahir, ia dapat menempel di payudara atau menyusui.

Lalu, seiring berjalannya waktu, jika Dads atau Moms meletakkan jari di telapak tangan bayi, Moms akan melihat ia mencengkram langsung.

Bahkan pada usia 1 bulan, bayi Moms memiliki naluri untuk berjalan. Jika Moms meletakkan kaki bayi baru lahir di permukaan yang kokoh sambil menopang tubuh mereka, mereka akan tampak mengambil beberapa langkah.

Walaupun Si Kecil berusia 1 bulan, mungkin ia dapat memutar kepala sambil berbaring tengkurap tapi mereka belum memiliki kekuatan leher untuk menopang kepala mereka.

Untuk itu, Moms dan Dads pastikan meletakkan tangan di bawah kepala Si Kecil setiap kali mengangkat dan menggendongnya.

3. Waktu Tidur

Bayi tidur

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi usia 1 bulan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah waktu tidur bayi. Selama beberapa minggu pertama, tampaknya yang ingin dilakukan Si Kecil hanyalah tidur.

Mengutip National Sleep Foundation, bayi baru lahir yang sehat dan cukup bulan (atau bayi berusia sekitar tiga bulan) harus menghabiskan sebagian dari tidurnya selama 24 jam sehari.

Secara khusus, mereka harus tidur dengan total 14 hingga 17 jam per 24 jam sehari. Tentu saja, jam-jam ini tidak menentu karena Si Kecil belum menyesuaikan dengan siklus siang dan malam.

"Anda dapat membantu Si Kecil menyesuaikan diri dengan membatasi aktivitas pada siang hari. Sedangkan, di malam hari lakukan kebalikannya," jelas Profesor pediatrik dan kedokteran lingkungan di Fakultas kedokteran Mount Sinai, New York, Joel Forman, MD.

Hal ini akan membuat Si Kecil mendapatkan petunjuk bahwa siang hari untuk bermain, dan malam hari waktunya untuk tidur.

Selain itu, siklus tidur bayi yang berumur 1 bulan jauh berbeda dari siklus tidur Moms. Karena, tidak seperti orang dewasa, bayi baru lahir dapat bangun dengan mudah selama beberapa minggu pertama.

Baca Juga: Amankah Sunat Ketika Bayi Baru Lahir?

4. Indera Tubuh

penglihatan bayi

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi usia 1 bulan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah indera tubuh. Ketahuilah bahwa Si Kecil dilahirkan dengan penglihatan yang sangat kabur. Sehingga, bayi baru lahir mengalami rabun jauh.

Hal ini membuat jarak pandang Si Kecil yang hanya bisa melihat benda-benda dan orang dengan jelas dengan jarak hanya 8-12 inci (20-30 cm).

Pada jarak ini, Si Kecil dapat melihat wajah Moms saat menyusui, dan pada kenyataannya akan lebih suka melihat Moms daripada boneka binatang, karena secara alami mereka tertarik pada wajah manusia.

"Anda mungkin memerhatikan bahwa mata bayi yang berusia 1 bulan bersilang ketika mencoba untuk fokus. Itu normal, karena kontrol mata bayi yang baru lahir belum sepenuhnya berkembang," terang dokter anak bersertifikat dan rekan dari American Academy of Pediatrics, Vincent Ianneli, MD.

"Namun, jika mata bayi tetap menyilang hingga usia tiga atau empat bulan, hubungi dokter anak Anda, karena itu bisa jadi tanda mata juling," lanjutnya.

Selain itu, meskipun pendengaran Si Kecil yang baru lahir belum sepenuhnya berkembang, Si Kecil dapat mengenali suara terutama suara orang tua mereka yang terbiasa didengar di dalam rahim.

Bila Si Kecil tidak merespons sama sekali terhadap suara, pastikan konsultasikan hal ini kepada dokter anak pada kunjungan berikutnya.

5. Pola Makan

Bayi menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi usia 1 bulan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah pola makan. Selama satu bulan, perkirakan Si Kecil disusui sebanyak 8 hingga 12 kali sehari atau sekitar 2-3 jam.

Bayi yang diberi susu botol mungkin hanya perlu minum susu 6-8 kali. Beberapa orang tua memberi makan berdasarkan permintaan, sementara yang lain mengikuti jadwal.

Mengutip Kids Health, Moms dan Dads akan tahu kapan bayi lapar, karena dia akan melakukan rooting reflex atau menggerakkan kepalanya ke depan dan ke belakang, mencari payudara.

Bisa juga Si Kecil menjadi rewel dan memutar mulutnya ketika Moms menyentuh pipinya. Ini karena bayi dilahirkan dengan refleks tidak sadar yang membantunya memastikan kelangsungan hidup, dan refleks yang juga merupakan cara bayi untuk berinteraksi dengan dunia.

Bayi yang sudah cukup makan akan tampak puas, dan bahkan mungkin tertidur. Siapkan 4-6 popok basah sehari sebagai tanda bahwa Si Kecil cukup makan.

6. Cara Berkomunikasi

perkembangan bayi 1 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi usia 1 bulan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah cara berkomunikasi. Si Kecil yang berusia satu bulan memiliki satu mode komunikasi yaitu menangis.

Si Kecil akan menangis hingga 3 jam sehari. Tapi, Moms dan Dads tak perlu panik karena tangisan akan berkurang seiring berjalannya waktu.

"Menangis adalah cara bayi mengatakan ia lapar, popoknya basah, atau sangat lelah. Setelah sebulan, Anda akan mulai menerjemahkan tangisan Si Kecil dan telah menemukan cara terbaik untuk menenangkannya. Misalnya dengan menggoyang atau menggendongnya," terang Dan Brennan, MD, dokter anak serta konselor laktasi.

Bahkan, Dan juga menerangkan bahwa ada beberapa bayi yang terlalu banyak menangis mungkin memiliki sakit perut atau masalah medis. Jadi hubungi dokter jika Moms tidak bisa menghibur bayi yang baru lahir.

7. Alat Kelamin Bayi

perkembangan bayi 1 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Apakah Moms khawatir tentang skrotum bengkak pada bayi laki-laki, atau labia bengkak pada bayi perempuan Moms? Ketahuilah bahwa terjadi perubahan alat kelamin pada bayi sangat normal dan berlangsung sementara.

Itu karena hormon-hormon Moms masih beredar di tubuh bayi yang baru lahir. Mereka akan turun ke proporsi bayi sebelum menyadarinya.

Hormon-hormon ini juga bertanggung jawab atas keluarnya cairan susu dari puting susu (kemungkinan untuk bayi laki-laki dan perempuan) dan keputihan (yang terkadang dapat disertai dengan darah).

Pembengkakan dan keputihan ini harus hilang dalam satu atau dua minggu. Jika tidak kunjung menghilang, Moms bisa konsultasikan langsung ke dokter.

Baca Juga: Apa Itu Growth Spurt Pada Bayi dan Ciri-cirinya?

Stimulasi Perkembangan Bayi 1 Bulan

stimulasi perkembangan bayi 1 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui seperti apa perkembangan pada bayi yang berusia 1 bulan. Selanjutnya, Moms bisa melatih Si Kecil dengan melakukan beberapa bentuk stimulasi berikut ini, mengutip What to Expect.

1. Membuat Wajah Lucu

Bayi terpikat dan terpesona oleh wajah manusia karena mereka dapat dengan mudah membidik dan terikat dengan sosok yang merawatnya.

Jadi buatlah beberapa ekspresi konyol pada Si Kecil sebagai bentuk stimulasi bayi usia 1 bulan. Menjulurkan lidah adalah favorit banyak bayi. Bahkan, Si Kecil dapat mencoba meniru Moms, lho!

2. Ajak Berbicara

Dekatkan bayi ke wajah Moms, dukung kepala dan lehernya, dan ceritakan padanya, ajukan pertanyaan, atau bernyanyi, atau tatap matanya dan berikan ekspresi saat mengobrol.

Bentuk stimulasi bayi usia 1 bulan ini patut dilakukan, karena menunjukkan bahwa Moms tertarik padanya dan dapat diandalkan untuk meresponsnya.

Dalam Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics, ada bukti yang menunjukkan bahwa aspek komunikasi lain seperti tatapan mata, ekspresi emosi dan perhatian, muncul lebih awal pada masa bayi, dan mungkin penting untuk membentuk perkembangan bahasa bayi.

Baca Juga: Perkembangan Bahasa dan Bicara Bayi 0-12 bulan, Catat!

3. Bermain Bola

Ajak Si Kecil bermain bola sebagai bentuk stimulasi perkembangan bayi 1 bulan. Variasi permainan petak umpet ini dapat memperkuat otot leher bayi.

Moms bisa menggoyangkan bola berwarna cerah menyala, karena bayi berusia muda melihat pola dan warna kontras tinggi, dan Si Kecil akan menoleh untuk menemukan bola tersebut.

4. Jalan-jalan

Gendong bayi ke alat gendongan atau kereta dorong dan pergilah keluar. Moms bisa bercerita kepada Si Kecil tentang pemandangan yang dilihat sepanjang jalan, baik itu orang, mobil, anjing, rumah.

Selain itu, udara segar dan melakukan gerakan berjalan akan menguntungkan Moms dan Si Kecil, ditambah aktivitas yang membantu meningkatkan tingkat energi.

Baca Juga: 5 Cara Ini Pastikan Bayi Aman Saat Belajar Berjalan

5. Lakukan Kontak Skin-to-Skin

Moms dan Dads, ketahui bahwa Si Kecil senang disentuh. Karena itu, berikan kontak skin-to-skin ketika bayi berumur 1 bulan dengan memegang atau menggendong bahkan memberikannya pijatan yang lembut.

Aktivitas stimulasi bayi ini akan membuat Si Kecil merasa nyaman dan dicintai oleh sosok yang telah merawatnya. Mengutip UNICEF, beberapa manfaat dari kontak skin-to-skin antara lain:

  • Menenangkan ibu dan bayi
  • Mengatur detak jantung dan pernapasan bayi
  • Membantu bayi beradaptasi lebih baik dengan kehidupan di luar rahim
  • Merangsang pencernaan dan minat makan
  • Mengatur suhu tubuh
  • Memberikan perlindungan terhadap infeksi
  • Merangsang pelepasan hormon untuk mendukung proses menyusui dan menjadi ibu

6. Gerakkan Kaki Bayi

Gerakkan kaki bayi dalam gerakan bersepeda selama beberapa menit sekaligus sebagai bentuk stimulasi bayi untuk perkembangan di usia 1 bulan.

Latihan mudah ini akan membantu mengencangkan otot-otot agar Si Kecil bersiap merangkak dan berjalan yang akan mulai dilakukan Si Kecil sebelum Moms menyadarinya.

Nah, itu dia Moms, beberapa hal yang perlu Moms perhatikan pada perkembangan bayi usia 1 bulan. Bagaimana, apakah perkembangan Si Kecil masuk kategori normal, cepat, atau malah lambat?

Perlu diingat bahwa perkembangan bayi terjadi dengan kecepatan yang beragam, sehingga pencapaian tonggak kehidupan setiap bayi juga berbeda-beda.

Bicaralah dengan dokter anak jika Moms memiliki kekhawatiran tentang bagaimana Si Kecil melihat dan mendengar, atau jika Moms memiliki pertanyaan atau masalah tentang perkembangan bayi di usia 1 bulan.

Artikel Terkait