PROGRAM HAMIL
17 Februari 2020

5 Penjelasan Tentang Polip Rahim yang Bisa Menyebabkan Sulit Hamil

Sering tertukar antara polip uterus dan polip serviks
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Pernahkah Moms mendengar polip rahim? Banyak yang menyangka polip uterus dan polip serviks sama, padahal keduanya berbeda.

Beredar pula kabar bahwa polip rahim bisa menyebabkan perempuan sulit hamil. Benarkah begitu?

Fakta Polip Rahim

Dilansir dari jurnal Sage Open Medicine, inilah 5 hal yang harus Moms ketahui tentang polip rahim atau polip uterus:

1. Menempel di Rahim

Polip Rahim - sumber mayoclinic.jpg

Foto: mayoclinic.com

Menurut penjelasan American College of Obstetricians and Gynecologists, polip merupakan pertumbuhan jaringan abnormal berupa benjolan kecil, lunak, rata atau bertangkai mirip jamur.

Polip uterus terjadi di endometrium, yaitu lapisan dalam rahim tempat janin tumbuh.

Polip uterus biasanya bukan kanker, tetapi dapat menyebabkan masalah terhadap siklus menstruasi dan kesuburan wanita.

Baca Juga: Waspada Kanker Mulut, Ini Cara Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Area Mulut

2. Rentan Terhadap Wanita Dewasa

Polip Rahim - sumber healthista.jpg

Foto: healthista.com

Polip uterus lebih mungkin berkembang pada wanita yang berusia antara 40 dan 50 tahun dibandingkan pada wanita yang lebih muda.

Polip uterus dapat terjadi setelah menopause, tetapi jarang terjadi pada wanita di bawah 20 tahun.

Peluang terkena polip rahim akan meningkat jika Moms kelebihan berat badan atau obesitas, serta memiliki tekanan darah tinggi.

3. Gejala Polip Rahim

Polip Rahim - sumber theexpresstribune.jpg

Polip rahim memiliki gejala umum. Di antaranya, perdarahan atau bercak diantara periode menstruasi.

Lalu siklus menstruasi yang tidak teratur, dan selama menstruasi mengeluarkan lebih banyak darah.

Wanita dengan polip rahim akan mengalami pendarahan vagina setelah menopause. Selain itu, mereka juga akan kesulitan memiliki anak.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kontraksi Rahim Pascamelahirkan

4. Penyebab Polip

Polip Rahim - sumber medicalnewstoday.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Alasan pasti mengapa polip terbentuk tidak diketahui, tetapi perubahan kadar hormon mungkin menjadi faktor.

Estrogen, yang berperan dalam menyebabkan endometrium menebal setiap bulan, juga tampaknya terkait dengan pertumbuhan polip uterus.

5. Sering Tertukar dengan Polip Serviks

Polip Rahim - sumber flare.jpg

Foto: flare.com

Dilansir dari artikel jurnal Clinical Study of Endometrial Polyp and Role of Diagnostic Hysteroscopy and Blind Avulsion of Polyp, pemahaman tentang polip rahim dan polip serviks seringkali tertukar.

Padahal keduanya merupakan polip yang berbeda. Polip rahim berada di endometrium. Ukuran benjolan dapat bervariasi, mulai dari seukuran biji wijen, hingga sebesar bola golf.

Sedangkan polip serviks tumbuh di saluran serviks. Yaitu penghubung rahim dan vagina. Polip serviks berwarna kemerahan, keabuan ataupun keunguan.

Polip ini berbentuk seperti umbi atau batang tipis yang panjangnya sekitar 1-2 cm. Polip serviks tumbuh secara tunggal atau berkelompok.

Polip serviks dapat terjadi karena kadar estrogen yang tinggi atau tubuh merespon estrogen secara abnormal.

Polip ini paling umum terjadi pada wanita berusia di atas 20 tahun yang telah melahirkan lebih dari satu anak.

Kebanyakan polip serviks bersifat jinak dan biasanya baru terdeteksi saat melakukan pap smear.

Baca Juga: Sedang Promil? Simak Cara Mengecek Masa Subur Melalui 5 Jenis Lendir Serviks Berikut Ini

Penyebab Sulit Hamil

Polip Rahim - sumber webmd.jpg

Foto: webmd.com

Polip rahim dan serviks dapat menyebabkan masalah pada kehamilan. Polip berisiko mempersulit kehamilan, atau malah memicu keguguran, akibat perdarahan yang parah.

Polip rahim dapat menghalangi sel telur yang telah dibuahi, untuk menempel di rahim. Sementara, polip serviks dapat menghalangi saluran tuba atau leher rahim.

Opsi pengobatan mungkin dapat mengatasi masalah tersebut.

Dikutip dari situs Perpustakaan Nasional Kedokteran Amerika, beberapa penelitian telah menemukan fakta bahwa menghilangkan polip dapat membantu wanita untuk hamil.

Akan tetapi, tidak ada bukti yang jelas bahwa langkah ini efektif untuk setiap penderita polip.

Baik polip rahim maupun polip serviks, sebetulnya jarang terjadi pada kehamilan.

Bila muncul, polip biasanya akan ikut hilang dalam proses persalinan. Akan tetapi jika tidak keluar, Moms dapat menunggu hingga proses persalinan selesai untuk mengangkat polip tersebut.

Itulah 6 hal yang perlu Moms ketahui mengenai polip rahim.

Sudah tahu kan bedanya dengan polip serviks? Bila merasakan gejala-gejala polip rahim, segera periksakan diri ke dokter, karena gejala polip rahim mirip dengan gejala kanker rahim.

Pemeriksaan oleh dokter dapat dilakukan untuk memastikan keadaan yang sebenarnya terjadi pada Moms.

(CIL/DIN)

Artikel Terkait