KEHAMILAN
13 Agustus 2019

Wajib Tahu! Ini 4 Penyebab Abortus pada Ibu Hamil

Mulai dari infeksi virus hingga kelainan organ intim
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi Moms yang sudah menikah, kehamilan adalah kabar yang menyenangkan. Namun, akan jadi sebaliknya apabila ternyata si jabang bayi harus digugurkan karena alasan tertentu.

Berakhirnya kehamilan yang disebabkan berbagai penyebab keguguran seperti ini dikenal dengan istilah abortus.

Sebetulnya apa sih penyebab abortus ini?

Dokter I Made C. Irawan dalam bukunya berjudul @BLOGDOKTER, Segala Hal Tentang Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui menjelaskan tentang hal ini. Aborsi adalah suatu tindakan membuat abortus. Yakni, suatu ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan.

Tindakan aborsi dilakukan dalam usia kehamilan kurang dari 20 minggu, atau berat janin kurang dari 500 gram. Tapi, tahukah Moms apa saja yang jadi penyebab abortus? Yuk cari tahu di bawah ini.

Baca Juga: Apakah Riwayat Aborsi Dapat Menyebabkan Susah Punya Anak?

1. Kelainan Pertumbuhan Hasil Konsepsi

penyebab abortus

Penyebab abortus yang pertama adalah kelainan pertumbuhan hasil konsepsi. Kondisi ini yang paling umum menyebabkan abortus pada usia kehamilan sebelum 8 minggu.

Beberapa faktor penyebab kelainan ini antara lain kelainan kromosom/genetik, lingkungan tempat melekatnya hasil konsepsi yang tidak bagus atau kurang sempurna.

Selain itu, pengaruh zat-zat berbahaya bagi janin. Seperti radiasi, obat-obatnan, tembakau, alkohol, dan infeksi virus.

2. Kelainan pada Plasenta

penyebab abortus

Penyebab abortus yang selanjutnya adalah kelainan pada plasenta. Kelainan ini bisa berupa gangguan pembentukan pembuluh darah pada plasenta. Yakni, akibat dari penyakit darah tinggi yang menahun.

Baca Juga: Rencanakan Kehamilan Lagi 6 Bulan Pasca Keguguran

3. Penyakit Kronis yang Diderita Sang Ibu

penyebab abortus

Penyebab abortus yang selanjutnya adalah penyakit kronis yang diderita sang ibu. Abortus bisa terjadi akibat penyakit yang Moms miliki. Misalnya, radang paru-paru, tifus, anemia berat, keracunan, dan infeksi virus toksoplasma.

4. Kelainan pada Organ Intim Sang Ibu

penyebab abortus

Penyebab abortus yang selanjutnya adalah kelainan pada organ intim sang ibu. Kelainan ini bisa berupa gangguan pada mulut rahim atau bentuk rahim. Terutama rahim yang lengkungannya ke belakang (umumnya rahim melengkung ke depan). Kemudian, mioma uteri, dan kelainan bawaan pada rahim.

Baca Juga: 5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Setelah Keguguran

Dilihat dari kondisi dan penanganannya, abortus digolongkan menjadi enam jenis. Di antaranya abortus komplet, abortus inkomplet, abortus insipiens, abortus iminens, missed abortion dan abortus habitualis. Untuk pencegahannya, Moms perlu melakukan pemeriksaan yang komprehensif dan mendetil.

Di sisi lain, hingga saat ini tindakan aborsi masih dianggap ilegal atas nama kemanusiaan. Dalam dunia hukum, abortus memiliki dua istilah. Yaitu, Abortus Provokatus Medisinalis (abortus atas indikasi medis) dan Abortus Provokatus Kriminalis (abortus karena keinginan pasien).

Dilansir dari Nytimes, Dr. Dennis D. Christensen yang praktik di Pusat Medis Midwest, Amerika Serikat selalu menyarankan perempuan yang datang ke kliniknya untuk aborsi untuk mengikuti konseling.

Hal ini berperan penting bagi mental ibu hamil karena bisa mengurangi rasa gugup atau tegang sebelum prosedur medis dilakukan.

’’Selain itu, 10 persen perempuan yang datang untuk konseling tidak kembali untuk aborsi,’’ jelas dokter yang sudah praktik sejak tahun 1973 ini.

Apapun alasan di balik tindakan aborsi, Moms harus memahami dengan benar prosedur dan konsekuensinya. Baca semua prosedur dalam berkas yang disodorkan. Supaya Moms bisa lebih tenang dan siap menghadapinya.

(CIL)

Artikel Terkait