NEWBORN
14 Juni 2019

Wajib Tahu, Ini Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir

Napas bayi yang terlihat lebih cepat dari biasanya, perlu melakukan konsultasi medis segera.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Betapa senangnya Moms dan Dads saat akhirnya dapat mengajak Si Kecil yang baru lahir untuk pulang ke rumah. Namun kegembiraan tersebut bisa berubah menjadi kebingungan saat mendengar suara napas bayi yang mungkin terdengar aneh atau tidak biasa.

Napas bayi baru lahir memang memiliki pola dan bunyi yang unik, sehingga ada baiknya Moms dan Dads mulai mempelajari pola napas bayi, sehingga kelak dapat membedakan suara napas bayi mana yang normal dan mana yang memerlukan perhatian medis. Berikut ini penjelasannya.

Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir

Wajib Tahu, Ini Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir 01.jpg

Penelitian menunjukkan bahwa pada saat bayi di usia enam minggu dalam kandungan, jantungnya berdetak 120-160 kali per menit. Hitungan ini dua kali lebih cepat dari rata-rata denyut jantung orang dewasa.

Hal yang sama rupanya juga berlaku untuk napas bayi baru lahir, dimana tingkat normal napas bayi baru lahir setidaknya dua kali lebih cepat dari orang dewasa.

“Orang dewasa bernapas antara 18-20 kali per menit. Bayi baru lahir memiliki paru-paru lebih kecil, sehingga harus bernapas lebih sering. Biasanya, napas bayi baru lahir sekitar 40-60 kali per menit,” ungkap penulis buku Dad's Teach Your Child About Manners and A Primer for Fathers - What to Expect During Pregnancy dan Baby's First Year, Jennifer White.

Baca Juga: Anak Sesak, Bolehkah Menggunakan Nebulizer di Rumah?

Pola Napas Bayi Baru Lahir

Wajib Tahu, Ini Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir 02.jpg

Tidak hanya cepat, napas bayi juga sering disertai atau menghasilkan suara-suara unik, terutama saat tidur.

“Suara napas bayi saat tidur bisa bervariasi. Normalnya berupa suara menderu, siulan, mendengus atau dengkuran lembut. Beberapa bayi sangat tenang saat tidur, sementara lainnya mungkin akan lebih berisik dan aktif,” ungkap Dokter Spesialis Perkembangan dan Perilaku Anak, Eboni Hollier.

Munculnya pola napas bayi disertai suara-suara ini terjadi karena bayi bernapas hanya dengan hidung hingga sekitar usia enam bulan. Saat bayi menginjak usia satu tahun, Si Kecil akan bernapas melalui mulut.

Baca Juga: Obstructive Sleep Apnea, Gangguan yang Menyebabkan Berhentinya Pernapasan Saat Tidur

Kapan Saatnya Khawatir Akan Napas Bayi?

Wajib Tahu, Ini Batas Normal Napas Bayi Baru Lahir 03.jpg

Secara umum, jika bayi baru lahir di bawah usia dua bulan bernapas lebih cepat dari biasanya atau napas bayi lebih dari 60 kali per menit, maka perlu mendapatkan penanganan segera dengan berkonsultasi pada Dokter.

Beberapa indikasi lain yang merupakan gejala adanya masalah pada napas bayi, antara lain: sesak napas, terdengar suara mendengus di setiap akhir napas bayi, sering batuk-batuk, lemas, demam, pucat, hingga wajahnya berubah menjadi kebiruan.

Bayi yang terlihat berusaha untuk bernapas, dan terlihat hidungnya melebar serta otot-otot di antara tulang rusuk terlihat lebih berkontraksi dari biasanya juga perlu melakukan konsultasi dengan Dokter untuk mengetahui penyebab dari berubahnya pola napas bayi.

Salah satu hal terbaik yang bisa Moms lakukan adalah dengan menghabiskan waktu bersama bayi dan mendengarkan bunyi napas Si Kecil dengan tenang baik saat bayi bangun maupun saat tidur.

Baca Juga: Patut Diwaspadai, Ini Gejala Sesak Napas Saat Hamil Akibat Asma

Mengenal berbagai suara napas bayi yang berbeda dapat membantu Moms segera mengetahui jika ada masalah pada sistem pernapasan bayi dan berkonsultasi pada Dokter untuk segera ditangani.

(GS)

Artikel Terkait