BAYI
21 Juni 2019

Waktu Terbaik Mengganti Susu Formula untuk Bayi

Waspadai gejala alergi susu formula yang perlu mendapatkan perawatan medis sesegera mungkin
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Memberikan ASI eksklusif tentu selalu menjadi prioritas. Namun kadangkala, ada beberapa kondisi yang menyebabkan perlunya memberikan susu formula untuk bayi.

Pemberian susu formula untuk bayi pun juga tidak semudah itu, Moms. Ada beberapa bayi yang perlu mengganti susu formula untuk bayi karena muncul gejala-gejala tertentu dan ada juga reaksi yang sebenarnya masih normal saat pemberian susu formula untuk bayi.

Mari kenali gejala apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mengganti susu formula untuk bayi berikut ini.

Baca Juga: 4 Fakta Tentang Susu Formula Bayi

Satu Bulan Pertama Bayi

1 Satu Bulan Pertama Bayi.jpg

Foto: parents.com

Perut kembung bergas dan sering gumoh merupakan hal yang normal dialami oleh bayi baru lahir. Hal ini bisa disebabkan karena sistem pencernaan bayi yang belum matang.

Hal yang normal pula bagi bayi baru lahir untuk mengejan keras dengan wajah memerah saat sedang buang air besar, bahkan jika bayi diberi ASI eksklusif.

Masalah konstipasi memang sering terjadi pada bayi yang diberi susu formula pada bulan pertama atau lebih kehidupannya.

"Biasanya disebabkan oleh jumlah zat besi yang tinggi pada sebagian besar susu formula untuk bayi. Kondisi ini akan membaik setelah usia bayi empat sampai enam minggu,” ungkap ahli nutrisi ibu dan bayi bersertifikasi dari Cornell, Angela Nolan, RD, LDN, CBS, seperti dikutip dari happyfamilyorganics.com.

Menarik lalu mendorong kaki bayi secara bergantian dengan gaya seperti mengayuh sepeda dan pijatan lembut pada perut bayi dapat sedikit membantu melancarkan pencernaan akibat susu formula untuk bayi.

Gejala Perlunya Mengganti Susu Formula Untuk Bayi

2 Gejala Perlunya Mengganti Susu Formula Untuk Bayi.jpg

Foto: verywellfamily.com

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan saat pemberian susu formula untuk bayi adalah muncul eczema pada kulit bayi, konstipasi parah, bayi menjadi sangat rewel usai menyusu, tidak adanya peningkatan berat badan pada bayi, dan gejala alergi umum lainnya (seperti sesak, gatal dan muntah berlebihan).

“Jika terdapat darah di feses bayi atau bayi muntah disertai darah, maka segera hubungi dokter. Ini merupakan pertanda intolerasi susu formula untuk bayi,” ungkap dokter anak, Susan E.C. Sorensen, M.D., seperti dikutip dari babycenter.com.

Sebagian besar masalah alergi atau intoleransi susu formula untuk bayi disebabkan oleh susu atau protein kedelai dalam susu sapi dan susu formula untuk bayi berbasis kedelai, meskipun beberapa kandungan lain dalam susu formula untuk bayi juga dapat menjadi penyebabnya.

Namun sangat jarang bayi mengalami ketidakcocokan dengan susu formula karena masalah intoleransi laktosa.

Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum benar-benar mengganti susu formula untuk bayi. Dokter akan merekomendasikan untuk mengganti susu formula untuk bayi sesuai dengan gejala yang dialami Si Kecil.

Alergi parah akibat susu formula untuk bayi biasanya akan direkomendasikan untuk mengganti susu formula untuk bayi dengan susu formula hypoallergenic.

Baca Juga: Seberapa Banyak Susu Formula yang Dibutuhkan Bayi?

Cara Mengganti Susu Formula Untuk Bayi

3 Cara Mengganti Susu Formula Untuk Bayi.jpg

Foto: newbornbaby.com.au

Sebagian bayi tidak mudah menerima perubahan susu formula untuk bayi yang mungkin sudah disukainya. Sehingga saat Moms memutuskan mengganti susu formula untuk bayi, lakukan peralihan secara bertahap.

Namun pastikan juga alasan penggantian susu formula untuk bayi bukanlah karena alergi parah yang perlu perubahan sesegera mungkin.

Berikut ini langkah peralihan susu formula untuk bayi yang satu ke lainnya dengan asumsi bayi mengonsumsi 4 sendok takar susu formula dalam satu kali minum.

Lakukan pola peralihan susu formula untuk bayi ini dengan beralih ke langkat berikutnya setiap 1-2 hari:

  • 3 sendok takar susu formula lama, 1 sendok takar susu formula baru
  • 2 sendok takar susu formula lama, 2 sendok takar susu formula baru
  • 1 sendok takar susu formula lama, 3 sendok takar susu formula baru
  • 4 sendok takar susu formula baru

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Itulah beberapa tips mengganti susu formula untuk bayi, Moms. Selamat mencoba dan jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai pengganti susu formula untuk bayi yang tepat bagi Si Kecil.

(GS)

Artikel Terkait