KESEHATAN
20 Mei 2020

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina?

Membersihkan vagina penting dilakukan guna menjaga area vital tetap sehat dan higienis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Vagina merupakan organ vital dan sensitif bagi wanita. Oleh karena itu, wajib bagi wanita untuk menjaga kebersihan vagina agar terhindar dari infeksi dan penyakit.

Sebenarnya, vagina yang sehat ialah vagina yang mengeluarkan sejumlah kecil cairan.

Hal ini merupakan hal yang wajar tetapi tidak disadari oleh sebagian wanita.

Menurut Leah Millheiser, MD, direktur program pengobatan seksual wanita di Stanford University Medical Center di Palo Alto, California, keluarnya cairan dari vagina merupakan reaksi fisiologis yang normal akibat vagina melepaskan sel-sel serviks. Normalnya cairan yang keluar sebanyak 1 hingga 2 sendok teh sehari.

Baca Juga: Ini 5 Jenis Bau Vagina dan Pengertiannya

Jadi, tidak perlu khawatir apabila vagina mengeluarkan cairan sedikit-sedikit, ya.

Meski begitu, membersihkan vagina pun tetap harus rutin dilakukan guna menjaga area vital tetap higienis.

Aturan Membersihkan Vagina

Nah, ternyata membersihkan vagina tak boleh asal-asalan, lho.

Berikut ini beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat membersihkan vagina menurut dr. Jullien Brady, seorang konsultan ginekolog untuk GynaeHealth UK. Yuk simak, agar vagina tetap terjaga kebersihan dan kesehatannya.

1. Rutinitas Mencuci Vagina

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Ketika Membersihkan Vagina 1.jpg

Foto: freepik.com

Nah, dalam kegiatan rutin mencuci vagina setiap hari, ada hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Berikut ini adalah hal yang tidak boleh dilakukan saat mencuci vagina:

  • Overwash, yaitu membilas vagina seperti yang dilakukan pada ketiak atau wajah. Jangan cuci vagina dalam waktu yang lama dan digosok ya, Moms.
  • Douche, yaitu menyemprotkan air ke dalam vagina. Hal ini dapat menghilangkan bakteri alami.
  • Menggunakan detox vagina berupa obat-obatan yang diklaim sebagai pembersih vagina. Ingatlah bahwa obat-obatan semacam ini apabila digunakan tidak sesuai rekomendasi dokter justru akan membahayakan kesehatan vagina.
  • Mencuci bagian dalam vagina. Bagian dalam vagina adalah rumah bagi bakteri dan kelembapan alami. Bagian ini pun bisa membersihkan dirinya sendiri. Memasukkan sabun atau produk lain ke dalamnya dapat menyebabkan pH alami vagina tidak seimbang dan memicu datangnya infeksi.

Lalu, berikut ini adalah hal-hal yang boleh dilakukan:

  • Mencuci bagian luar dengan cara membilas kulit bagian luar dan labia, cukup dengan air saja.
  • Apabila mau menggunakan sabun, gunakan sabun tanpa pewangi untuk menghindari iritasi pada kulit vagina. Penggunaan sabun pun hanya boleh sesekali.
  • Perhatikan jenis kulit Moms. Jika jenis kulitnya sensitif, konsultasikan ke dokter dan tanyakan bagaimana cara terbaik untuk menjaga kebersihan vagina.
  • Kenali vagina yang normal. Setiap orang memiliki kondisi vagina yang berbeda. Kenali seperti apa keadaan yang normal bagi vagina Moms. Perhatikan bau, keputihan, dan keadaan permukaan vagina. Apabila terjadi perubahan, segera periksakan ke dokter.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kebersihan Vagina Selama Menstruasi

2. Saat Menstruasi

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Ketika Membersihkan Vagina 2.jpg

Foto: freepik.com

Kebersihan wanita selama menstruasi tergantung pada intensitas menstruasinya sendiri.

Wanita dengan intensitas menstruasi tinggi disarankan untuk lebih menjaga kebersihan vagina, yakni dengan lebih sering membasuhnya guna menghindari bau yang berbarengan dengan oksidasi darah.

3. Setelah Berolahraga

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Ketika Membersihkan Vagina 3.jpg

Foto: freepik.com

Berolahraga dapat membuat area kewanitaan berkeringat. Namun, setiap wanita mengalami hal yang berbeda pada vaginanya karena kadar keringat dan kondisi tubuh yang berbeda pula.

Apabila Moms memiliki bulu kemaluan yang lebat dan lebih banyak berkeringat, maka perlu memperhatikan kebersihan vagina dengan cara mencucinya lebih teliti pasca berolahraga.

Baca Juga: 10 Penyebab Vagina Terasa Gatal, Bikin Enggak Nyaman!

4. Setelah Berhubungan Seks

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Ketika Membersihkan Vagina 4.jpg

Foto: freepik.com

Saat berhubungan seks, vagina mengeluarkan lubrikasi alami dan keringat sehingga perlu dicuci setelah selesai bercinta.

Jika Moms tidak dapat mencuci vagina langsung setelah berhubungan intim, tak perlu khawatir karena cairan mani di dalam organ kewanitaan tidak akan membahayakan keseimbangan pH.

Tetapi jika Moms menggunakan pelumas selama berhubungan seks, segera basuh vagina agar terhindar dari iritasi atau infeksi.

5. Pasca Menopause

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Ketika Membersihkan Vagina 5.jpg

Foto: freepik.com

Masa menopause pada setiap wanita berbeda-beda, sehingga Moms harus mewaspadai beberapa hal.

Menurut Women's Health, setelah menopause, wanita akan mengalami vagina kering akibat berkurangnya lubrikasi alami karena hormon estrogen yang tidak seimbang.

Hal ini menyebabkan sebagian wanita memakai pelumas pada saat berhubungan seks.

Namun, rutinitas membersihkan vagina dapat dilakukan seperti saat vagina dalam keadaan normal ya, Moms.

6. Saat Memiliki Sariawan

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Ketika Membersihkan Vagina 6.jpg

Foto: freepik.com

Ternyata sariawan dapat terjadi pada vagina lho, Moms. Sebagian besar kasus sariawan pada vagina dapat diatasi dengan obat yang beredar di pasaran tanpa resep dokter.

Nah, ketika sedang sariawan, sebetulnya tak ada cara khusus membersihkan vagina.

Moms bisa mencucinya seperti biasa, yakni cukup dengan air saja. Namun, apabila sariawan tak kunjung sembuh atau malah memburuk, segera konsultasikan ke dokter, ya.

Baca Juga: 5 Penyebab Vagina Bau yang Harus Diwaspadai!

Itulah beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika membersihkan vagina.

Selain melakukan hal-hal di atas, ada baiknya jika Moms juga memeriksa vagina sendiri secara rutin tiap bulannya.

Moms dapat menggunakan cermin sebagai alat bantu untuk memeriksa bagian-bagian vagina.

Kalau Moms menemukan keadaan vagina yang kurang normal, segera konsultasi ke dokter, ya.

Artikel Terkait