PROGRAM HAMIL
10 Februari 2020

Wanita Gemuk Sulit Hamil, Benarkah?

Wanita obesitas bisa alami kondisi kesehatan yang pengaruhi tingkat kesuburan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kesuburan pria dan wanita menjadi faktor penting untuk mendapatkan keturunan. Terutama bagi pasangan yang baru menikah dan hendak melakukan program hamil.

Untuk bisa hamil, Moms juga perlu memiliki kondisi kesehatan tubuh yang baik, termasuk punya berat badan yang sehat. Tetapi, bagaimana dengan wanita gemuk yang dianggap sulit hamil?

Menurut dr. Upik Anggraheni, Sp. OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Pondok Indah - Pondok Indah, disebutkan bahwa ada hubungan antara obesitas dengan kesuburan.

"Sudah jelas diketahui bahwa ada hubungan antara obesitas dan gangguan kesuburan. Namun, mekanismenya sulit dijelaskan secara pasti karena kompleksitas dan banyaknya faktor yang terlibat," jelasnya.

Ketahui lebih lanjut penjelasan dari dokter terkait kemampuan wanita gemuk yang sulit hamil berikut ini Moms.

Baca Juga: 4 Dampak Obesitas Pada Ibu Hamil Bagi Perkembangan Janin

Penyebab Wanita Gemuk Sulit Hamil

wanita gemuk sulit hamil-1

Foto: Orami Photo Stock

Dr Upik menjelaskan, wanita yang kelebihan berat badan memiliki insiden gangguan haid dan siklus tidak terjadinya ovulasi (anovulasi) yang lebih tinggi.

"Hal ini kemudian meningkatkan risiko subfekunditas dan infertilitas, angka keguguran, dan komplikasi kehamilan. Wanita obesitas juga tidak jarang memiliki keluaran yang buruk dalam konsepsi alami maupun yang menjalani teknologi reproduksi berbantu," jelasnya.

Wanita yang obesitas bisa diketahui berdasarkan perhitungan indeks massa tubuh (IMT) berikut ini.

  • IMT lebih dari 24.9 kg/m2 = overweight/kelebihan berat badan
  • IMT lebih dari 30 kg/m2 = obesitas
  • IMT lebih dari 35 kg/m2 = obesitas morbid

"Pada wanita gemuk, sekresi gonadotropin (hormon reproduksi di otak) dipengaruhi oleh meningkatnya konversi hormon androgen menjadi estrogen. Resistensi insulin dan hiperinsulinemia pada wanita gemuk menyebabkan hiperandrogenemia (peningkatan level androgen darah)," jelas dr. Upik.

Hal ini membuat globulin pengikat hormon seks (SHBG), hormon pertumbuhan (GH), dan protein pengikat faktor pertumbuhan seperti insulin (IGFBP) menurun dan kadar leptin meningkat.

"Dengan demikian, regulasi hormon dari aksis hipotalamus-hipofisis-gonad (HPG) memburuk. Perubahan-perubahan ini dapat mengakibatkan gangguan fungsi ovulasi dan juga penurunan kesehatan reproduksi," lanjutnya.

Selain itu, menurut WomensHealth.gov, dijelaskan bahwa terlalu banyak estrogen alami dapat menyebabkan tubuh bereaksi seolah-olah Moms sedang menggunakan hormon KB dengan estrogen atau sudah hamil. Sehingga dapat mencegah berovulasi dan memengaruhi siklus menstruasi.

Baca Juga: Layak Dicoba, 7 Essential Oil Ini Bisa Bantu Tingkatkan Kesuburan Pria

Kondisi Kesehatan pada Wanita Gemuk

wanita gemuk sulit hamil-1.jpg

Foto: theglobeandmail.com

Dalam Journal of the Turkish German Gynecological Association, disebutkan bahwa siklus anovulasi lebih sering dialami pasien yang kelebihan berat badan dan obesitas yang BMI-nya ditemukan lebih dari 26,9 kg/m2.

Selain itu, gangguan menstruasi empat kali lipat lebih umum terjadi pada wanita gemuk yang kemudian menjadi sulit hamil karena memengaruhi tingkat kesuburan.

Anovulasi juga merupakan akibat dari efek hiperinsulinemia, resistensi insulin, dan hiperandrogen. Selain itu, kondisi lain yang terkait dengan anovulasi dan obesitas adalah PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

Jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa 35-60 persen pasien dengan PCOS mengalami obesitas. Sementara gangguan menstruasi, siklus anovulasi, dan infertilitas lebih sering terjadi pada pasien PCOS obesitas ketimbang pasien PCOS non-obesitas.

Baca Juga: Jadi Gemuk Usai Melahirkan, Ini Cara Agar Tubuh Ideal Kembali

Pria Gemuk Juga Picu Risiko Sulit Hamil

wanita gemuk sulit hamil-2.jpg

Foto: telegraph.co.uk

Tidak hanya wanita, pria yang kelebihan berat badan juga bisa mengalami masalah kesuburan, lho. Lebih tepatnya memengaruhi kualitas sperma.

Pria dengan IMT berlebih memiliki jumlah sperma total 3,9 persen lebih rendah dan total sperma bergerak 3,6 persen lebih rendah, dibandingkan dengan pria dengan IMT normal.

Tak hanya itu, konsentrasi sperma untuk pria yang kelebihan berat badan lebih buruk daripada pria dengan berat badan kurang. Bila dibandingkan dengan pria IMT normal, pria yang kelebihan berat badan memiliki konsentrasi sperma 4,2 persen lebih rendah.

Karenanya bila Moms ingin memiliki tingkat kesuburan yang baik, penting untuk menjaga berat badan tetap sehat sehingga memudahkan untuk program hamil dan memiliki keturunan.

Artikel Terkait