KEHAMILAN
24 April 2020

Wanita Workaholic Cenderung Lebih Sulit Hamil, Benar Nggak Ya?

Begini lho Moms faktanya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tentunya sah-sah saja bagi wanita untuk tetap bekrja keras setelah menikah, terlebih bila masih ada impian yang ingin dicapai.

Namun, tidak dengan menjadi workaholic sampai mengabaikan rasa lelah dan kesehatan. Apalagi jika Moms sedang merencanakan kehamilan. Pasalnya beberapa studi mengungkapkan bahwa wanita workaholic sulit hamil.

Bekerja Terlalu Lama Dengan Beban Berat Lebih Sulit Hamil

Wanita Workaholic Cenderung Lebih Sulit Hamil, Benar Nggak Ya? 1

Foto: pixabay.com

Wanita yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu, khususnya wanita yang bekerja shift malam, cenderung 20% lebih lama untuk hamil dibandingkan dengan wanita yang bekerja 21-40 jam per minggu, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Occupational and Environmental.

Sementara hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard T.H. Chan Shool of Public Health mengklaim bahwa wanita yang bekerja lebih dari 40 jam dan sering mengangkat atau memindahkan beban berat di tempat kerja lebih cenderung mengalami penurunan kesuburan. Kondisi tersebut dapat semakin memburuk pada wanita yang obesitas dan berusia lanjut.

Dalam penelitian tersebut para peneliti menemukan bahwa wanita yang sering mengangkat beban berat saat bekerja memiliki 8,8% total telur yang lebih sedikit dan 14,1% lebih sedikit telur yang matang dan siap dibuahi.

Baca Juga: Pentingnya Memeriksa Riwayat Kesehatan Keluarga Saat Merencanakan Kehamilan

Workaholic Memiliki Tingkat Stres Tinggi Yang Pengaruhi Hormon

Wanita Workaholic Cenderung Lebih Sulit Hamil, Benar Nggak Ya? 2

Foto: pixabay.com

Ternyata alasan yang membuat wanita workaholic sulit hamil bukan hanya berkaitan dengan waktu dan beban kerja lho, Moms. Di mana stres akibat pekerjaan juga dapat mempengaruhi hormon dan peluang hamil seorang wanita.

Dikutip dari The Guardian, Profesor Elizabeth Cashdan, seorang antropolog di University of Utah, mengungkapkan bahwa wanita usia 20-an hingga 30-an yang bekerja berlebihan dan memiliki tingkat stres tinggi lebih mungkin kehilangan hormon estrogen (yang penting untuk proses pembuahan) dan mendapatkan androgen (hormon pria).

Menurut Cashdan, perubahan hormon ini bahkan dapat mempengaruhi bentuk tubuh semakin wanita. Selain itu, semakin banyak hormon androgen di dalam aliran darah seorang wanita, maka akan lebih sulit pula ia untuk hamil.

Baca Juga: 4 Vaksinasi Penting bagi Moms yang Sedang Merencanakan Kehamilan

Paparan Lingkungan Kerja Dapat Memperburuk Kondisi

Wanita Workaholic Cenderung Lebih Sulit Hamil, Benar Nggak Ya? 3

Foto: pexels.com

Tidak cukup hanya waktu kerja atau stres, paparan di lingkungan pekerjaan juga dapat semakin memperburuk kondisi Moms yang terbiasa bekerja berlebihan.

Adapun beberapa pekerjaan yang memiliki pengaruh besar terhadap kesuburan dan peluang hamil seorang wanita, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika (CDC) antara lain:

1. Pekerjaan dengan paparan yang dapat mengurangi kesuburan wanita:

  • Pekerjaan yang berkaitan dengan obat perawatan kanker, termasuk obat antineoplastik
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan ionisasi radiasi, termasuk sinar-X dan sinar gma
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan nitrous oxide (N2O)
  • Pekerjaan yang menuntut Moms menyentuh atau terpapar timah

Baca Juga: Seberapa Besar Peluang Hamil Setelah Usia 35 Tahun?

2. Pekerjaan dengan paparan yang dapat mengganggu siklus menstruasi dan/atau produksi hormon reproduksi:

  • Pekerjaan yang berkaitan dengan berbagai jenis pestisida
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan carbon disulfide (CS2)
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan phenychlorinated biphenyls (PCBs)
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan pelarut organik
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan bahan bakar jet
  • Pekerjaan dengan sistem shift

Jadi, itulah berbagai macam faktor yang menyebabkan wanita workaholic sulit hamil.

Bagaimana pun, inilah saatnya untuk menyeimbangkan kehidupan dan pekerjaan jika memang Moms ingin segera hamil. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai perencanaan kehamilan Moms.

Artikel Terkait