KESEHATAN
3 Januari 2020

Akibat Susah Tidur, 5 Hal Ini Bisa Terjadi!

Tahukah Moms, susah tidur bisa membuat kita jadi pemarah?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Jadi pemarah dan jutek mungkin yang paling terlihat akibat kita susah tidur. Waktu tidur yang kurang jelas membuat metabolisme kita jadi tidak seimbang.

Tapi, ada banyak hal yang sebenarnya amat terpengaruh oleh kondisi susah tidur.

Mulai dari kehidupan seks Anda, memori, kesehatan, penampilan, dan bahkan kemampuan untuk menurunkan berat badan.

Berikut ini 5 efek mengejutkan - dan serius - dari susah tidur, dikutip dari Journal of Clinical Sleep Medicine.

Baca juga : Kenapa Anak Susah Tidur?

Akibat Susah Tidur

1. Susah Tidur Menyebabkan Kecelakaan

5 Hal Ini Bisa Terjadi Akibat Susah Tidur1.jpg

Foto: nytimes.com

Susah tidur menyebabkan kantuk yang merupakan faktor dalam beberapa bencana terbesar dalam sejarah baru-baru ini: kecelakaan nuklir 1979 di Three Mile Island, tumpahan minyak Exxon Valdez yang masif, krisis nuklir 1986 di Chernobyl, dan lainnya.

Tetapi sulit tidur juga mengakibatkan bahaya besar bagi keselamatan publik setiap hari di jalan.

Mengantuk dapat memperlambat waktu reaksi sebanyak mengemudi dalam keadaan mabuk.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat memperkirakan bahwa kelelahan adalah penyebab 100.000 kecelakaan mobil dan 1.550 kematian terkait kecelakaan setahun.

Dan ini banyak terjadi pada orang-orang di bawah 25 tahun.

“Studi menunjukkan bahwa susah tidur dan kualitas tidur yang buruk juga menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja. Dalam sebuah penelitian, pekerja yang mengeluh tentang kantuk yang berlebihan di siang hari memiliki lebih banyak kecelakaan kerja, khususnya kecelakaan kerja berulang. Mereka juga mengalami lebih banyak hari sakit per kecelakaan,” ujar Michael J. Breus, seorang psikolog klinis dan spesialis obat tidur bersertifikat di Los Angeles.

2. Kehilangan Waktu Tidur Bisa Membiu

hero menahan kantuk

Tidur memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar.

Susah tidur akan menimbulkan kantuk yang mengganggu proses kognitif dengan banyak cara.

Pertama, itu merusak perhatian, kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Ini membuat seseorang lebih sulit untuk belajar secara efisien.

Kedua, pada malam hari, berbagai siklus tidur berperan dalam "mengonsolidasikan" ingatan dalam pikiran.

Jika Moms sulit tidur, dan tidak cukup tidur, Moms akan sulit mengingat apa yang dipelajari dan alami di siang hari.

3. Susah Tidur Dapat Menyebabkan Masalah Kesehatan Serius

kesehatan jantung

Gangguan tidur dan kurang tidur kronis dapat membuat Moms berisiko:

  • Penyakit jantung
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Detak jantung tak teratur
  • Tekanan darah tinggi
  • Pukulan
  • Diabetes

“Menurut beberapa perkiraan, 90% orang dengan insomnia - gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan tidur juga memiliki kondisi kesehatan lain,” kata Breus.

Baca Juga: Susah Tidur? Kenali Penyebab Insomnia dan Cara Mengatasinya!

4. Sulit Tidur Mempengaruhi Hubungan Seks

disfungsi ereksi

Spesialis tidur mengatakan bahwa pria dan wanita yang susah tidur memiliki libido yang lebih rendah dan kurang minat berhubungan seks.

“Energi yang terkuras, kantuk, dan meningkatnya ketegangan mungkin merupakan penyebab utama,”jelas Breus.

Pria dengan sleep apnea, masalah pernapasan yang mengganggu tidur, mungkin mengalami faktor lain dalam kemerosotan seksual.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada tahun 2002 menunjukkan bahwa banyak pria dengan sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah.

Dalam studi tersebut, hampir setengah dari pria yang menderita apnea tidur parah juga mengeluarkan kadar testosteron rendah yang tidak normal pada malam hari.

Baca juga: 7 Makanan yang Bisa Meredakan Insomnia

5. Rasa Kantuk Membuat Depresi

5 Hal Ini Bisa Terjadi Akibat Susah Tidur2.jpg

Foto: rd.com

Seiring waktu, susah tidur dan gangguan tidur lainnya dapat berkontribusi pada gejala depresi.

Dalam jajak pendapat Sleep in America 2005, orang-orang yang didiagnosis menderita depresi atau kecemasan lebih mungkin tidur kurang dari enam jam di malam hari.

Gangguan tidur yang paling umum, insomnia, memiliki hubungan terkuat dengan depresi. Dalam sebuah penelitian di tahun 2007 terhadap 10.000 orang, mereka yang menderita insomnia lima kali lebih mungkin untuk mengalami depresi daripada mereka yang tidak.

Faktanya, insomnia seringkali merupakan salah satu gejala depresi pertama.

Insomnia dan depresi saling berhubungan. Kurang tidur, sering memperburuk gejala depresi, dan depresi dapat membuat Moms lebih sulit untuk tertidur.

Sisi positifnya, mengobati masalah tidur dapat membantu depresi dan gejalanya, dan sebaliknya.

Itulah hal yang bisa terjadi apabila Moms susah tidur. Jadi, coba untuk memperbaiki pola tidur Moms, ya.

(RYO/DIN)

Artikel Terkait