DI ATAS 5 TAHUN
4 Juni 2020

Waspada Bahaya Keracunan Timbal Pada Anak, Fatal Dan Mematikan!

Bisa menyebabkan kerusakan otak hingga kematian
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak orang tua tidak menyadari, seriusnya bahaya keracunan timbal pada anak bagi tubuh dan perkembangannya. Bahkan, dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan gangguan perkembangan mental dan fisik parah pada anak berusia di bawah 6 tahun.

Menurut American Academy of Family Physician, timbal adalah jenis metal alami yang memiliki banyak kegunaan dalam berbagai industri, tapi sangat beracun bagi tubuh manusia.

Apa saja yang bisa menyebabkan keracunan timbal dan bagaimana cara mencegahnya? Silakan baca sampai selesai untuk tahu lebih banyak ya, Moms.

Risiko Keracunan Timbal Pada Anak

Waspada Bahaya Keracunan Timbal Pada Anak 1.jpg

Foto: Hbbf.org

Saat ini penggunaan timbal memang sudah banyak berkurang jika dibandingkan dengan era tahun 1970-1980an, tapi Moms tetap perlu waspada dengan produk yang berpotensi mengandung bahaya keracunan timbal pada anak, seperti:

  • Cat berbahan timbal, termasuk sebagian cat dinding, cat mainan kayu, maupun cat furnitur.
  • Pipa timbal, perangkat saluran air berbahan tembaga atau kuningan yang disolder dengan timbal, atau kemasan kaleng dengan kandungan timbal.
  • Pelapis pada keramik dan porselen.
  • Produk mainan anak.
  • Produk kosmetik.

Timbal sendiri bisa masuk ke dalam tubuh anak dalam berbagai cara, termasuk menelan serpihan cat atau minum air panas yang melalui pipa timbal, maupun menghirup udara yang mengandung partikel timbal dari cat atau tanah yang terkontaminasi.

Risiko keracunan timbal semakin besar jika anak tinggal di bangunan lama yang catnya sudah terkelupas, tinggal di dekat jalan tol atau jalan raya, atau tinggal bersama orang tua yang bekerja di industri otomotif, pertambangan, produksi baterai, konstruksi dan pengecatan, serta beberapa industri lainnya.

Baca Juga: 3 Area di Rumah yang Berisiko Bikin Anak Keracunan

Efek Keracunan Timbal Pada Anak

Waspada Bahaya Keracunan Timbal Pada Anak 2.jpg

Foto: Workingmomsagainstguilt.com

Meski bisa berdampak negatif pada nyaris semua sistem vital di tubuh anak, keracunan timbal seringkali tidak menimbulkan gejala kecuali kadarnya dalam darah sudah sangat tinggi.

Menurut American Academy of Pediatrics, bahaya keracunan timbal pada anak sangat serius dan fatal, terutama karena mengganggu fungsi sistem saraf dasar, perkembangan otak, juga penyerapan nutrisi penting. Beberapa efek keracunan timbal pada anak di antaranya adalah:

  • Kerusakan otak dan gangguan sistem saraf.
  • Gangguan perkembangan atau masalah belajar dan perilaku.
  • Disabilitas intelektual atau penurunan kemampuan kognitif.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Kejang dan kehilangan kesadaran.
  • Kerusakan ginjal.
  • Masalah konsentrasi dan hiperaktivitas.

Bahkan, tidak sedikit kasus kematian anak yang terjadi akibat konsentrasi timbal yang tinggi dalam darah.

Baca Juga: Konsumsi 4 Makanan Ini Saat Keracunan Makanan

Mencegah Bahaya Keracunan Timbal Pada Anak

Waspada Bahaya Keracunan Timbal Pada Anak 3.jpg

Foto: Todaysparent.com

Berita baiknya, ada berbagai hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah anak keracunan timbal, seperti:

  • Menggunakan cat bebas timbal untuk melapisi dinding rumah.
  • Pilih mainan tersertifikasi dengan cat yang aman untuk anak dan rutin mencucinya.
  • Melakukan pengetesan kadar timbal dalam air dan membersihkan pipa serta saluran air secara rutin.
  • Biasakan anak mencuci tangan setelah beraktivitas dan sebelum makan.
  • Menghindari aktivitas di tempat yang mungkin banyak menggunakan produk berkandungan timbal.

Bila perlu, Moms juga bisa mengajak Si Kecil melakukan tes darah untuk mengetahui kadar timbal dalam tubuhnya.

Baca Juga: 8 Bakteri Penyebab Keracunan Makanan pada Anak, Waspada!

Bahaya keracunan timbal pada anak memang sangat serius, sehingga lebih baik dicegah sebisa mungkin untuk menekan segala risikonya.

Nah, apa Moms tahu bahan industri lain yang berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan anak?

Artikel Terkait