KEHAMILAN
3 Juni 2020

Waspada Emboli Air Ketuban yang Bisa Mengancam Jiwa

Merupakan masalah kehamilan yang jarang terjadi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Emboli air ketuban adalah kondisi langka tapi serius.

Masalah kehamilan yang terjadi ketika cairan-cairan ketuban mengelilingi bayi di dalam atau kantung janin, namun seperti sel janin, memasuki aliran darah ibu.

Emboli cairan amnion paling mungkin terjadi selama persalinan atau dalam periode menjelang pascapersalinan.

Masalah emboli air ketuban sulit untuk didiagnosis.

Jika dokter mencurigai Moms mengidapnya, maka Moms memerlukan perawatan segera untuk mencegah komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa.

Gejala Emboli Air Ketuban

Waspada Emboli Air Ketuban yang Bisa Mengancam Jiwa.jpg

Foto: howitworksdaily.com

Kondisi kehamilan dengan masalah emboli air ketuban bisa berkembang tiba-tiba dan cepat. Tanda dan gejalanya meliputi:

  • Tiba-tiba napas pendek
  • Kelebihan cairan di paru-paru (edema paru)
  • Tekanan darah rendah tiba-tiba
  • Tiba-tiba gagal jantung memompa darah secara efektif (kolaps kardiovaskular)
  • Masalah yang mengancam jiwa dengan pembekuan darah (koagulopati intravaskular diseminata)
  • Pendarahan dari uterus, sayatan sesar atau situs intravena (IV)
  • Status mental yang berubah, seperti kecemasan atau rasa menderita
  • Panas dingin
  • Denyut jantung yang cepat atau gangguan dalam ritme detak jantung
  • Gawat janin, seperti detak jantung lambat, atau kelainan detak jantung janin
  • Kejang
  • Hilang kesadaran

Baca Juga: Trik Menjaga Air Ketuban Trimester Ketiga Tetap Aman Hingga Akhir Kehamilan

Dampak Emboli Air Ketuban

Waspada Emboli Air Ketuban yang Bisa Mengancam Jiwa 2.jpg

Foto: healthline.com

Emboli air ketuban dapat menyebabkan komplikasi serius bagi Moms dan bayi. Adapun dampak dari masalah kehamilan tersebut, di antaranya:

  • Kerusakan otak. Oksigen darah rendah dapat menyebabkan kerusakan neurologis yang parah dan permanen atau kematian otak.
  • Kematian ibu atau bayi. Jumlah wanita yang meninggal karena emboli air ketuban (angka kematian) sangat tinggi. Jumlahnya bervariasi, tetapi sebanyak 20 persen kematian ibu di negara maju mungkin karena emboli air ketuban. Bayi Moms juga berisiko mengalami cedera otak atau kematian.

Penyebab Emboli Air Ketuban

Waspada Emboli Air Ketuban yang Bisa Mengancam Jiwa 3.jpg

Foto: healthline.com

Menurut National Organization for Rare Disorders (NORD), emboli air ketuban adalah suatu kondisi yang terjadi karena ada reaksi sistemik yang mirip dengan yang ditemukan dalam respons alergi terhadap cairan ketuban atau sel janin atau puing-puing jaringan janin oleh ibu hamil.

Cairan ketuban kemudian memasuki aliran darah ibu, kemungkinan besar karena air mata kecil di bagian bawah rahim, bagian leher rahim yang membentuk saluran yang menghubungkan vagina ke rahim (endoserviks), atau karena kerusakan atau kelainan yang mempengaruhi plasenta.

Serviks adalah saluran sempit yang membentuk ujung bawah rahim.

Plasenta adalah organ yang bergabung atau menghubungkan janin yang sedang berkembang dengan ibu. Plasenta memungkinkan transfer oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin.

Perlu Moms ketahui, para peneliti sekarang percaya bahwa ini adalah kelainan yang diperantarai kekebalan tubuh, dan gejalanya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh ibu yang bereaksi terhadap cairan ketuban atau sel janin sebagai zat asing.

Respon imun ini menyebabkan respon inflamasi yang luar biasa pada tubuh ibu yang merusak jaringan dan struktur yang sehat, yang pada akhirnya diyakini menyebabkan tanda dan gejala masalah emboli air ketuban.

Sebenarnya, prosesnya lebih mirip syok anafilaksis daripada proses emboli.

Terlepas dari apapun mengenai emboli air ketuban ini, penting bagi Moms untuk menerapkan pola hidup sehat agar mencegah berbagai masalah kehamilan dan juga lancar melakukan proses melahirkan nantinya ya Moms.

Baca Juga: Ketuban Pecah Dini, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Artikel Terkait