GAYA HIDUP
11 Mei 2019

Waspada, Ini 7 Penyebab Vagina Terasa Sakit

Bisa jadi karena vagina kering, atau malah karena endometriosis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Moms, saat merasakan vagina sakit, Anda tentu bingung apa yang sebenarnya terjadi.

Beberapa rasa sakit di vagina bisa jadi merupakan gejala penyakit, namun bisa jadi karena sebab yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di bawah ini ada beberapa alasan mengapa vagina terasa tidak nyaman atau sakit;

Baca Juga : Vagina Berdarah Saat Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

1. Vagina Kering

Dilansir health.com, menurut Prudence Hall, seorang ginekolog dan pendiri The Hall Center in Santa Monica , vagina kering bisa menjadi penyebab vagina sakit.

Cairan vagina yang tidak cukup akan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan karena gesekan yang dilakukan saat berhubungan bisa saja membuat luka lecet.

Penggunaan kontrasepsi KB atau hormonal lainnya bisa juga menyebabkan kurangnya pelumas pada vagina karena hormon estrogen yang berkurang.

Menurut Dr. Hall, beberapa wanita yang telah menggunakan kontrasepsi hormonal selama bertahun-tahun tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya mengalami kekeringan vagina.

Jika ini terjadi dengan Moms, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengganti kontrasepsi.

Premenopause dan menopause juga bisa menjadi penyebab vagina kering karena kadar esterogen yang menurun.

"[Perimenopause] dimulai lima hingga sepuluh tahun sebelum menopause, jadi pada usia akhir tiga puluhan hingga awal empat puluhan, kekeringan menjadi suatu yang terjadi,” kata Hall

2. Vagina Mengecil

shutterstock_1150901036.jpg

Saat menopause bukan hanya kekeringan namun juga menyebabkan masalah lain.

Menurut Dr. Hall, jadar hormon juga bisa membuat diameter vagina mengecil, apalagi jika jarang berhubungan seks. Hal ini bisa jadi menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

3. Menstruasi

Ketika wanita sebelum atau sedang menstruasi, kadang ada kram daerah vagina. Hal ini karena ada penumpukan cairan pada otot sekitar vagina.

4. Fibroid

shutterstock_1175155351.jpg

Fibroid adalah pertumbuhan jaringan non-kanker di rahim.

Fibroid ini bisa tumbuh satu atau lebih pada rahim. Pertumbuhan jaringan yang tidak normal ini menimbulkan nyeri kronis.

Rasa nyeri ini dirasakan seperti tekanan sesuatu secara terus menerus.

Namun juga dapat menyebabkan rasa nyeri saat melakukan hubungan seks, terutama jika fibroid tumbuh di dekat serviks atau ujung atas vagina.

Menurut Dr. Hall, tidak semua fibroid harus dihilangkan terutama jika tidak terus bertumbuh dan tidak menimbulkan masalah.

Dalam banyak kasus, mereka bahkan bisa menyusut dengan sendirinya ketika seorang wanita mendekati menopause.

5. Endometriosis

Endometriosis merupakan kondisi di mana jaringan endometrium (lapisan rahim) keluar dari rahim dan melekat ke bagian lain dari rongga panggul, seperti saluran tuba, kandung kemih, dan ovarium.

Rasa sakit kadang-kadang dirasakan saat menstruasi datang dan bisa saja tidak hilang dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Rasa sakit juga bisa datang saat berhubungan seks.

Baca Juga : 7 Makanan Ini Tidak Baik untuk Vagina, Lebih Baik Hindari Ya!

6. Penyakit Seksual

shutterstock_1095607307 (1).jpg

Banyak penyakit seksual yang menimbulkan rasa nyeri, seperti genital, herpes, virus yang ditularkan secara seksual yang menyebabkan berjerawatnya lesi pada atau di sekitar vagina Anda.

Trikomoniasis, suatu PMS yang disebabkan oleh parasit, dapat menyebabkan kemerahan dan nyeri pada alat kelamin.

7. Vulvodynia

Vulvodynia ditandai dengan pembengkakan vulva kronis yang apabila disentuh atau duduk dalam jangka waktu lama menimbulkan sakit.

Menurut Dr. Hall, hanya menyentuh bagian luar vulva saja dapat menyebabkan rasa sakit.

Para ahli tidak tahu persis penyebab vulvodynia, tetapi mungkin disebabkan oleh cedera saraf, alergi terhadap bahan kimia, perubahan hormon, obat-obatan, atau respons abnormal terhadap infeksi atau trauma.

Dilansir womanhealth.mag.com, menurut Mary Jane Minkin, ahli kandungan dan pendiri MadameOvary.com, hal ini terkait dengan anatomi pasangan Moms.

Harus dicari tahu apakah rasa nyeri itu bersumber vagina atau hanya pada saat penetrasi.

Jika nyeri terjadi hanya saat penetrasi, bisa saja itu karena penis milik pasangan terlalu besar atau mengenai dinding rahim.

Jika hal ini terjadi, Moms bisa mengubah posisi atau memakai pelumas saat melakukan hubungan seks.

Moms, masalah daerah kewanitaan merupakan hal yang sensitif, banyak sekali wanita yang merasakan keluhan namun tidak memeriksakan kepada dokter karena malu.

Semoga beberapa kasus di atas bisa menjadi informasi untuk Moms dan bisa segera datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami rasa sakit pada vagina.

(MAG)

Artikel Terkait