KEHAMILAN
21 Oktober 2019

Waspada Klamidia saat Hamil, Ini Dampaknya!

Klamidia ternyata dapat terjadi pada perempuan maupun pria
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Klamidia adalah infeksi menular seksual bakteri (IMS) yang dapat terjadi pada pria maupun perempuan. Klamidia juga dapat menyebabkan sejumlah masalah selama kehamilan.

Kebanyakan orang yang menderita klamidia tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk infertilitas dan nyeri kronis.

Baca Juga: Benarkah Riwayat Infeksi Menular Seksual Bikin Susah Hamil?

Infeksi ini mudah menyebar karena sering tidak menimbulkan gejala dan tanpa sadar ditularkan ke pasangan kita. Faktanya, sekitar 75 persen infeksi terjadi pada perempuan dan 50 persen pada pria tanpa gejala.

Klamidia cukup mudah diobati jika kita sadar menderita kondisi tersebut. Biasanya dengan satu jenis antibiotik saja sudah cukup.

Klamidia saat Hamil

klamidia saat hamil

Klamidia saat hamil dialami oleh ibu hamil yang mengalami infeksi bakteri klamidia. Penyebabnya adalah bakteri klamidia.

“Gejala penyakit klamidia tidak ada yang khusus kecuali pada saat dilakukan pemeriksaan darah dijumpai infeksi bakteri klamidia (Igm +),” jelas dr. Yuslam Edi Fidianto, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Pada perempuan umumnya dijumpai keputihan, sakit saat berhubungan intim, beberapa orang mengalami demam yang tidak diketahui penyebabnya.

Ibu yang terinfeksi klamidia saat hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami pecah ketuban sebelum waktunya, menyebabkan bayi dilahirkan lebih awal.

Baca Juga: Waspada! Ini yang Akan Terjadi Jika Ketuban Pecah Dini

Dilansir dari Pregnancy Birth & Baby, jika tidak segera diobati ibu yang menderita klamidia saat hamil akan mengalami radang panggul, yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik, nyeri panggul kronis, dan infertilitas. Karena itu, dokter merekomendasikan ibu hamil untuk menjalani skrining klamidia.

Selain itu, saat melahirkan bayi juga mungkin terinfeksi selama persalinan. Si Kecil dapat mengalami infeksi mata (konjungtivitis) atau pneumonia, dan mungkin memerlukan antibiotik.

Mengatasi Klamidia saat Hamil

klamidia saat hamil

“Penanganan dapat dilakukan dengan skrining klamidia pada trimester pertama, apabila dijumpai adanya infeksi maka dapat diberikan terapi pengobatan berupa antibiotik,” kata dr. Yuslam Edi Fidianto.

Baca Juga: Apa Obat Antibiotik yang Aman untuk Ibu Hamil?

Agar terhindar dari klamidia saat hamil, ibu dihimbau untuk menghindari kontak dengan pembawa bakteri klamidia dan hidup dengan sehat, karena penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja yang berada pada usia reproduksi dan aktif melakukan hubungan seksual.

Lebih lanjut, dampak pada janin yang terkena infeksi bakteri ini adalah adanya risiko janin tidak berkembang sampai terjadi kematian atau mengalami cacat. Bayi di kandungan akan tertular karena terinfeksi dari ibunya.

Ternyata klamidia saat hamil tidak boleh dianggap enteng ya Moms. Jika tidak segera diatasi, bayi dalam kandungan bisa ikut tertular infeksinya.

Artikel Terkait