DI ATAS 5 TAHUN
13 Februari 2019

Waspada Tinea Captitis, Infeksi Jamur di Kulit Kepala Anak

Hati-hati, kucing dan anjing juga bisa menyebarkan kurap
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Pernahkah Moms mendengar istilah tinea captitis? Istilah yang satu ini merupakan sebutan untuk infeksi jamur di kulit kepala. Infeksi yang dikenal dengan istilah kurap ini memengaruhi kulit kepala dan rambut, menyebabkan bercak-bercak kecil yang gatal, dan bersisik di kulit kepala anak dan dewasa.

Bukan hanya itu, Infeksi ini juga sangat menular dan biasanya menyebar melalui kontak orang ke orang atau dengan berbagi sisir, handuk, topi, atau bantal. Tinea captitis paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi dapat menginfeksi seseorang dari segala usia. 

Penyebab Tinea Captitis

110884399

Foto: Understood.org

Jamur yang disebut dermatofita menyebabkan kurap pada kulit kepala. Jamur adalah organisme yang tumbuh subur di jaringan mati, seperti kuku, rambut, dan lapisan luar kulit.

Dermatofita lebih menyukai area yang hangatan dan lembap, sehingga mereka tumbuh subur di kulit yang berkeringat. Kurap menyebar dengan mudah, terutama di kalangan anak-anak.

Moms bisa tertular kurap karena menyentuh kulit orang yang terinfeksi. Jika Moms menggunakan sisir, alas tidur, atau benda lain yang telah digunakan oleh orang yang terinfeksi, maka risiko semakin meningkat.

Baca Juga: Penyebab Infeksi Jamur Candida Pada Bayi dan Cara Mencegahnya

Bukan hanya itu, hewan peliharaan di rumah, seperti kucing dan anjing, juga bisa menyebarkan kurap lho Moms. Hewan ternak seperti kambing, sapi, kuda, dan babi juga bisa menjadi pembawa. Namun, hewan-hewan ini mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Sehingga mungkin tak mudah bagi Moms untuk mengetahuinya.

Gejala Infeksi Jamur di Kulit Kepala

girl scratching head

Foto: Sassymamahk.com

Gejala kurap yang paling umum adalah bercak gatal di kulit kepala. Bagian rambut mungkin rontok di dekat kulit kepala, meninggalkan sisik, area merah atau bintik-bintik. Moms mungkin melihat titik-titik hitam pada rambut rontok.

Jika tidak diobati, area ini secara bertahap dapat tumbuh dan menyebar. Selain gejala tadi, gejala lainnya adalah rambut rapuh, kulit kepala yang terasa sakit, pembengkakan kelenjar getah bening hingga demam.

Dalam kasus yang lebih parah, Moms mungkin mengalami pembengkakan berkerak yang disebut kerion yang mengeringkan nanah. Ini dapat menyebabkan bintik-bintik botak dan bekas luka permanen.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mudah Kenali Jenis Kulit Kepala?

Bagaimana Cara Mencegahnya?

dog with cat hd animalplanethd.com

Foto: Fremantle.wa.gov.au

Dermatofita yang menyebabkan kurap sering terjadi dan menular, terlebih pada anak-anak. Hal ini lantaran anak-anak sangat rentan. Karenanya lebih baik sejak awal beri tahu anak-anak tentang risiko berbagi sikat rambut dan barang-barang pribadi lainnya.

Keramas, cuci tangan, dan rutinitas kebersihan lainnya dapat membantu mencegah penyebaran infeksi. Pastikan untuk mengajari anak-anak cara membersihkan yang benar.

Bila Moms memiliki binatang peliharaan di rumah, mungkin sulit untuk mengetahui apakah seekor binatang memiliki kurap, tetapi tanda umum infeksi adalah bercak botak. Hindari mengelus binatang yang memiliki bercak kulit yang muncul di bulunya. Pertahankan pemeriksaan rutin untuk semua hewan peliharaan dan minta dokter hewan memeriksa kurap.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang tinea captitis alias kurap. Jika sudah melihat gejalanya, segera obati agar tidak menular ya Moms.

(MDP)

Artikel Terkait