KESEHATAN
4 September 2019

Waspada, Wajib Kenali Kista Endometrium dan Endometriosis

Baca artikel ini jika Moms ingin tahu soal endometriosis dan kista endometrium!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Endometrium adalah lapisan rahim. Terkadang, untuk alasan yang tidak sepenuhnya dipahami oleh dokter, jaringan ini dapat mulai tumbuh di tempat lain. Semisal saluran tuba, kandung kemih, dan usus. Inilah yang disebut dokter endometriosis.

Jika jaringan ini sampai ke ovarium, kista akan terbentuk. Itu yang disebut kista endometrium.Tidak semua wanita yang mengalami endometriosis memiliki kista endometrium. Kista endometrium ini, meski berukuran kecil (kurang dari 2 inci), dapat tumbuh sebesar 8 inci.

Baca Juga: Benarkah Endometriosis Menyebabkan Wanita Sulit Hamil?

Bahaya Kista Endometrium

penyebab kista yang wajib diketahui hero banner magz (1510x849)

Menyebabkan nyeri panggul kronis

Meningkatkan risiko kanker ovarium

Membuat wanita lebih sulit untuk hamil

Menghalangi perawatan kesuburan

Membuat indung telur wanita tidak berfungsi sebagaimana mestinya

Gejala Kista Endometrium

endometriosis

Tanda endometriosis yang paling umum adalah rasa sakit di perut bagian bawah dan tidak juga hilang.

Biasanya, bisa lebih buruk sebelum dan selama menstruasi.

Penderita mungkin juga mengalami pendarahan yang sangat berat. Kemungkinan rasa sakit saat berhubungan seks.

Namun, gejala ini tidak umum.

Ada yang mengalami, namun ada juga wanita yang tidak memiliki gejala sama sekali.

Moms mungkin tidak tahu telah memiliki kista, sampai dokter merasakannya selama pemeriksaan panggul atau melihatnya di USG.

Diagnosa Kista Endometrium

usg 2d.jpg

Foto: rd.com

Cobalah berbicara dan bercerita tentang permasalahan Moms saat haid.

Terutama bila rasa sakitnya tak tertahankan.

Untuk mengetahui apakah ada kista atau tidak, selama tes panggul dokter akan menekan bagian perut.

Dokter mungkin bisa merasakan kista dengan cara ini.

Untuk memastikan, dokter mungkin ingin melakukan tes pencitraan untuk melihat bagian dalam tubuh Anda.

Salah satu caranya adalah dengan USG, menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar.

Atau bisa juga dengan melakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk memberikan tampilan ovarium yang lebih rinci menggunakan medan magnet yang kuat.

Cara lain untuk memeriksa kista endometrium adalah melalui laparoskopi.

Selama operasi rawat jalan ini, dokter Moms akan membuat sayatan kecil di pusar dan memasukkan kamera tipis.

Ini memungkinkan dokter untuk melihat kista dari dekat, menilai ukurannya, dan memutuskan cara terbaik untuk merawatnya.

Baca Juga: Ini Dia, Penyebab Kista Ovarium!

Pengobatan Kista Endometrium

iritasi-konsultasi dokter.jpg

Foto: shutterstock.com

“Biasanya pengobatan akan mempertimbangkan usia dan rasa sakit yang dialami. Termasuk juga apabila pasien memiliki rencana punya anak, Berdasarkan hal itu, ada beberapa alternatif pengobatan,” ungkap Karli Goldstein, ahli bedah ginekologi invasif minimal yang berspesialisasi dalam endometriosis.

Menunggu

Jika pasien tidak kesakitan dan kistanya kecil, dokter mungkin menyarankan menunggu 6-8 minggu untuk melihat apakah kista itu hilang dengan sendirinya. Dia akan menggunakan tes ultrasound untuk memastikan ini terjadi.

Konsumsi Obat

Dokter mungkin memberi obat untuk membantu mengecilkan kista. Sekelompok obat yang disebut dokter "agonis GnRH" membuat tubuh mengalami menopause sementara.

Ovarium berhenti membuat estrogen, yang dapat membantu meringankan gejala yang dirasakan.

Namun, Agonis GnRH dapat menyebabkan beberapa efek samping yang sama seperti menopause, seperti hot flashes, kehilangan kepadatan tulang, dan kurang gairah seks. Jangan meminumnya jika masih mencoba untuk hamil.

Operasi.

Biasanya dilakukan saat sakit berkepanjangan dan obat-obatan tidak membantu. Atau kista Anda lebih besar dari 1,5 inci.

“Dokter akan memilih opsi ini untuk menjaga agar kista tidak terpelintir atau pecah, yang dapat menyebabkan masalah yang lebih parah,” lanjut dr Goldstein.

Terkadang, dokter mungkin bisa mengalirkan cairan dalam kista. Dalam kasus lain, dokter mungkin perlu mengeluarkan seluruh kista. Ini dapat meringankan rasa sakit dan mencegah kista lain tumbuh.

Baca Juga : Patut Tahu! Ternyata Ini Bedanya Tumor, Kanker dan Kista

(RYO/DIN)

Artikel Terkait