NEWBORN
17 Juli 2017

Waspadai Bahaya Parfum dalam Bedak Bayi

Bedak bayi yang wangi memang membuat tubuh si kecil terasa harum segar. Namun, ternyata Mama perlu berhati-hati.
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)
bedak bayi

Bedak bayi memiliki keunggulan mampu melembutkan kulit buah hati serta menyembuhkan gatal yang mengganggu. Manfaat bedak bayi lainnya adalah kulit kemerahan yang terasa perih bisa sembuh lebih cepat. Produk perawatan bayi ini tidak hanya mengandung bahan yang dapat menyembuhkan luka lebih cepat, namun juga mengandung substansi yang membuatnya wangi dan segar. Nah, parfum yang dikandung dalam bedak bayi sebenarnya tidak direkomendasikan oleh para dokter mengingat aroma buatan ini tidak baik untuk kesehatan bayi. Bagaimana bisa? Ini dia penjelasannya.

Baca juga: Bedak Bayi Sembuhkan Lecet dan Ruam?

Parfum memang mampu memberikan kepercayaan diri lebih, apalagi jika merek parfum tersebut terkenal dan dicari banyak orang. Namun, tidak seperti manfaatnya yang membuat tubuh Mama makin harum, parfum nyatanya memiliki efek samping tidak terduga yang dapat membahayakan kesehatan. Yang lebih membahayakan adalah ketika parfum yang dikandung memiliki aroma yang terlalu tajam dengan warna mencolok.

Parfum dalam bedak bayi banyak mengandung senyawa kimia yang jumlahnya seringkali tidak dituliskan pada kemasan. Houlihan, wakil presiden dari badan penelitian EWG (Environmental Working Group) mengatakan bahwa dari sebuah parfum, terdapat 17 jenis senyawa kimia dan hanya tiga jenis saja yang dituliskan pada label produk.

Sama seperti senyawa yang terkandung dalam sebotol parfum, pewangi dalam bedak bayi juga memiliki kandungan berbahaya yang mampu membuat si kecil mengalami alergi. Respons berupa alergi ini bervariasi dari yang ringan hingga berat seperti pusing, bersin, dan asma. Tidak menutup kemungkinan buah hati Mama akan mengalami batuk, muntah, hingga iritasi kulit. Pusing dan batuk merupakan tanda bahwa saraf dalam tubuh tidak bisa menerima keberadaan senyawa kimia di sekitarnya.

Saraf yang cenderung sensitif ini pada akhirnya secara perlahan menuntun pengguna bedak bayi harum pada kerusakan sistem saraf. Beberapa gejala bahwa bayi atau Mama sudah tidak boleh menggunakan bedak bayi atau produk beraroma adalah depresi, hiperaktif, mudah mengalami iritasi kulit, mudah sakit, dan beberapa perubahan perilaku atau kondisi fisik lainnya.

Nah, melihat pengaruh parfum pada bedak bayi yang cukup mengkhawatirkan, Mama sebaiknya mengurangi penggunaan bedak bayi dengan tambahan pewangi berbau tajam. Begitu pula dengan parfum yang Mama gunakan sendiri. Ingat, Ma, tubuh bayi kesayangan masih terlalu lemah untuk dapat menoleransi aroma menyengat dari parfum. Selain karena belum mampu menoleransi, Mama juga patut menjaga kesehatan buah hati dengan memilih bedak bayi yang terbuat dari bahan alami dengan kandungan parfum yang minim. Apalagi saat ini sudah ada banyak bedak bayi yang bagus yang tidak mengandung parfum sama sekali sehingga aman digunakan oleh si kecil.

Yuk Ma, bijak memilih produk bayi yang aman bagi buah hati!

Artikel Terkait