BAYI
3 April 2020

Waspadai Kaitan Disinfektan Dengan Obesitas Bayi

Menurut penelitian, bayi terpapar disinfektan rumah tangga berisiko mengalami obesitas
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kebersihan rumah tentu menjadi salah satu hal penting, terutama bagi Moms dan Dads yang memiliki bayi dan anak di rumah.

Namun, niat baik yang Moms lakukan untuk menciptakan rumah yang bersih, bisa berbalik memberi efek buruk pada bayi terpapar disinfektan rumah tangga. Berikut ulasannya.

Paparan Disinfektan

1 Paparan Disinfektan.jpg

Foto: prostooleh - freepik.com

Untuk mengetahui pengaruh bayi terpapar disinfektan rumah tangga, para peneliti Kanada mengambil sampel dari 757 bayi yang dipantau sejak masih dalam rahim, hingga beranjak remaja.

Bayi yang tinggal dalam rumah yang menggunakan disinfektan antimikroba setidaknya seminggu sekali, terlihat dua kali lebih tinggi memiliki tingkat bakteri yang berhubungan dengan obesitas, saat mereka berusia tiga atau empat bulan, dibandingkan dengan keluarga yang jarang menggunakan disinfektan.

Saat anak-anak dengan tingkat bakteri Lachnospiraceae tinggi ini berusia tiga tahun, indeks massa tubuh mereka lebih tinggi dibandingkan anak seusianya.

Profesor Pediatrik di University of Alberta sekaligus salah satu tim peneliti, Anita Kozyrskyj menyebutkan bahwa Lachnospiraceae sebenarnya adalah komponen normal dalam mikrobiota usus kita.

“Namun penelitian pada hewan sebelumnya memang telah menunjukkan bahwa tingginya tingkat bakteri ini dikaitkan dengan lemak tubuh yang lebih tinggi dan resistensi insulin,” ungkap Profesor Anita, seperti dikutip dari usnews.com.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Untuk Membersihkan Rumah Sebagai Persiapan Kelahiran Bayi

Risiko Diabetes

2 Risiko Diabetes.jpg

Foto: freepik.com

Bayi terpapar disinfektan rumah tangga rentan mengalami kenaikan bakteri Lachnospiraceae yang seharusnya belum banyak terdapat pada tubuh bayi.

“(Bakteri) ini belum mulai ada hingga bayi mengonsumsi makanan padat lengkap, yaitu sekitar usia dua atau tiga tahun,” ungkap ahli gastroenterologi pediatrik di Cleveland Clinic, Gail Cresci, seperti dikutip dari webmd.com.

Bakteri yang sebenarnya baik ini memakan serat karbohidrat yang sulit dicerna, sehingga dapat memberi energi ekstra bagi tubuh.

Jika tingkat bakteri Lachnospiraceae ini sudah tinggi sejak usia bayi terlalu dini, maka bayi bertumbuh dengan kalori tambahan.

Baca Juga: Waspada Diabetes Tipe 1 Pada Bayi, Kenali Gejala Ini!

Tidak Semua Pembersih

3 Tidak Semua Pembersih.jpg

Foto: Jill Wellington – Pixabay.com

Kembali pada penelitian mengenai bayi terpapar disinfektan rumah tangga yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal, menemukan bahwa produk disinfektan yang paling banyak digunakan oleh para keluarga dalam subyek penelitian adalah pembersih perabotan rumah tangga multifungsi.

Di mana 80% rumah tangga menggunakan jenis disinfektan ini hampir setiap minggu.

Meski deterjen cuci juga digunakan oleh keluarga dalam penelitian ini, namun para peneliti tidak menemukan kenaikan Lachnospiraceae dengan produk yang mengandung pembunuh bakteri, seperti pemutih dan hydrogen peroxide.

Profesor di London School of Hygiene and Tropical Medicine, Sally Bloomfield memberikan pendapatnya mengenai penelitian ini dan merasa perlu adanya penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: Wajibkah Pakai Sabun Cuci Khusus Bayi?

“Untuk menarik kesimpulan yang jelas, perlu jawaban terhadap pertanyaan, seperti ‘Apa biosida yang ada dalam produk dan dimana saja produk tersebut digunakan?’,” ungkap Profesor Sally, seperti dikutip dari independent.co.uk.

Ia juga mengingatkan bahwa risiko penyebaran infeksi bisa meningkat jika penggunaan disinfektan berkurang atau tidak digunakan sama sekali.

Untuk mengurangi bayi terpapar disinfektan rumah tangga, Moms bisa mencari alternatif pembersih yang lebih aman. Misalnya produk eco-friendly atau produk khusus bayi lainnya.

Artikel Terkait