PROGRAM HAMIL
5 Juni 2020

Waspadai Kelebihan Estrogen Memengaruhi IVF

Kekurangan dan kelebihan estrogen memengaruhi IVF saat proses penempelan embrio
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Salah satu hal yang mungkin menjadi penyebab kegagalan IVF adalah gagalnya embrio untuk menempel pada rahim. Diperkirakan bahwa tiga perempat dari semua embrio gagal untuk menempel dengan baik.

Bagi wanita yang menjalani perawatan infertilitas dan bahkan embrio yang dimiliki sehat, namun tingkat kegagalannya tetap mencapai 70% untuk berhasil menempel pada rahim.

Melihat hal ini, para peneliti mencoba mencari penyebab kegagalan tersebut dan menemukan bahwa kekurangan dan kelebihan estrogen memengaruhi IVF.

Penelitian Pada Hewan

1 Penelitian Pada Hewan.jpg

Foto: Michal Jarmoluk – Pixabay.com

Penelitian yag melihat kekurangan dan kelebihan estrogen memengaruhi IVF ini dipimpin oleh S. K. Dey, Ph.D., Dorothy Overall Wells, Professor of Pediatrics and Cell & Developmental Biology dengan melakukan penelitian terhadap tikus.

Dalam penelitian ini, ovarium tikus betina dihilangkan untuk menghentikan produksi normal estrogen dan progesteron yang diperlukan untuk mensukseskan penempelan embrio.

Lalu, para peneliti memberi suntikan progesteron harian dan dosis rendah estrogen, dilanjutkan dengan penambahan dosis estrogen yang lebih tinggi setelah transfer embrio. Penambahan dosis meliputi 3, 10 atau 25 nanogram estrogen.

Baca Juga: Mudah Hamil Di Segala Usia Dengan IVF. Benarkah?

Kekurangan dan Kelebihan Estrogen Memengaruhi IVF

2 Kekurangan dan Kelebihan Estrogen Memengaruhi IVF.jpg

Foto: David Wagner – Pixabay.com

Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kekurangan dan kelebihan estrogen memengaruhi IVF. Saat diberi dosis paling rendah, kesempatan kesuksesan penempelan embrio menjadi lebih panjang hingga empat hari.

Sedangkan saat dosis ditingkatkan menjadi 10 nanogram, peluang kesuksesan menjadi lebih singkat hingga kurang dari 24 jam.

“Aspek paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa rentang yang sangat sempit dari tingkat estrogen dapat mengubah peluang penempelan embrio dan ekspresi gen,” ungkap S. K. Dey, Ph.D., seperti dikutip dari eurekalert.org.

Baca Juga: Sebelum Menjalani IVF, Ketahui 5 Hal Ini!

Saat peneliti mengubah dosis progesteron, efeknya tidak signifikan pada rahim. Melalui studi ini, para peneliti meyakini bahwa regulasi dosis yang tepat terhadap estrogen, akan meningkatkan peluang keberhasilan prosedur IVF.

Dominasi Estrogen

3 Dominasi Estrogen.jpg

Foto: Pexels – Pixabay.com

Tingkat estrogen pada wanita yang menjalani IVF memang sengaja dinaikkan guna mendapatkan jumlah telur lebih banyak. Tidak hanya memengaruhi kesuksesan penempelan embrio, beberapa penelitian lain juga melihat adanya pengaruh tingkat estrogen pada masalah lain. Salah satunya risiko penyakit kardiovaskular.

“Tingkat estrogen tinggi yang digunakan untuk menginduksi ovulasi dapat menyebabkan sedikit peningkatan risiko pembekuan darah usai menjalani terapi kesuburan,” ungkap Asisten Profesor Medis di McGill University dan Direktur bidang Kedokteran Kebidanan di McGill University Health Centre, Montreal, Natalie Dayan, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Baca Juga: Adakah Usia Ideal untuk IVF pada Pria?

Penyebab kekurangan dan kelebihan estrogen memengaruhi IVF dapat terjadi dalam berbagai cara. Seperti melalui pengobatan, makanan yang dikonsumsi, dan paparan racun di lingkungan sekitar. Hal ini dapat memengaruhi tinggi rendahnya tingkat estrogen pada wanita dan memengaruhi kesuksesan IVF ataupun kehamilan alami.

Untuk itu, ada baiknya Moms berkonsultasi dengan Dokter mengenai asupan makan dan hal-hal lain yang dapat memengaruhi tingkat kekurangan atau kelebihan estrogen memengaruhi IVF, sehingga dapat lebih meningkatkan peluang kehamilan.

Artikel Terkait