3-5 TAHUN
10 Juni 2019

Waspadai Makanan Tinggi Gula Penyebab Kerusakan Gigi Pada Balita

Hindari memberikan makanan manis terlalu sering pada buah hati
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Makanan tinggi gula ternyata masih menjadi momok bagi anak-anak, terutama pada usia balita lantaran sangat berperan dalam timbulnya kerusakan gigi.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ratusan gigi rusak dan busuk bayi dicabut sebelum usia mereka menyentuh 1 tahun lantaran makanan tinggi gula yang diterapkan oleh orang tuanya.

Waspadai kerusakan gigi pada balita bila Moms sering memberikan makanan tinggi gula pada Si Kecil! Mari simak ulasannya!

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Karies Pada Gigi Balita?

Kerusakan Gigi Pada Balita Akibat Makanan Manis

Kerusakan Gigi Pada Balita

Para dokter gigi di Inggris pun menyalahkan para orang tua karena telah memberikan rasa manis pada susu, mengisi botol dengan jus buah, dan mencelupkan dot ke dalam madu hanya untuk menenangkan anak-anak mereka yang baru lahir.

Penelitian di Inggris mendapatkan fakta bahwa kerusakan gigi pada balita sejak usia 1 tahun telah meningkat hingga 2 kali lipat dalam sedekade terakhir. Jumlahnya sebesar 23% pada 2007 dan bertambah menjadi 47% pada tahun 2017.

Hal itu sejalan dengan kasus pengangkatan gigi busuk pada anak berusia 4 tahun. Menurut ahli bedah, ada 9.206 kasus pada tahun 2017 atau bertambah hampir 2.000 kasus sejak 10 tahun lalu yang hanya 7.444 kasus.

Sementara itu jumlah gigi busuk pada anak berusia 5 Sampai 9 tahun turut meningkat hingga 3 kali lipat.

Baca Juga: Moms, Hindari 7 Makanan dan Minuman yang Merusak Gigi Balita Ini

Segala kondisi tersebut akan bisa lebih buruk terjadi pada anak-anak yang tumbuh di negara berkembang yang perawatan giginya masih terbilang minim.

Perwakilan dari Asosiasi Dokter Gigi Inggris Mick Armstrong menekankan kepada orang tua untuk berpikir 2 kali sebelum memberikan botol berisi cairan tinggi gula kepada anak-anak mereka

Adapun cairan tinggi gula yang dimaksud Mick antara lain susu formula dan jus. Keduanya diakui Mick memang memiliki kandungan gula alami, tetapi akan berimbas pada kerusakan gigi pada balita jika dibiarkan terus menerus.

Jika dibiarkan dalam waktu lama maka gula yang ada di dalam segala minuman tersebut akan mengendap di dalam gigi. Hal itu yang kemudian bisa merusak gigi anak-anak.

Baca Juga: Lakukan 7 Cara Ini untuk Mencegah Pembusukan Gigi Balita

Mencegah Kerusakan Gigi Pada Balita

Kerusakan Gigi Pada Balita

Kebiasaan makan dan minum sesuatu yang manis jelas akan memberikan efek rusak bagi gigi anak terlebih jika pembersihan pada giginya tidak dilakukan secara teratur.

Namun demikian, kerusakan gigi tersebut bisa dicegah dengan berbagai cara. Menurut Profesor Nigel Hunt dari Fakultas Bedah Gigi di Royal College of Surgeons, 90% kerusakan gigi pada balita bisa dicegah lewat pengurangan konsumsi gula, sikat gigi teratur menggunakan pasta gigi ber-flouride, dan kunjungan ke dokter gigi secara rutin.

Dari beberapa cara tersebut, yang paling penting untuk dilakukan adalah mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

Penelitian dari Universitas Edinburgh menunjukkan bahwa ngemil makanan manis diketahui dapat menyebabkan kerusakan gigi lebih dari makan 3 kali sehari.

Tidak heran jika peneliti utama Dr. Valeria Skafida, mendesak para orang tua untuk membatasi gula dalam makanan anak-anak mereka.

Dia juga meminta para orang tua untuk memastikan anak-anaknya menyikat gigi dua kali sehari terutama sebelum tidur untuk melindungi kesehatan mulut buah hatinya.

Nah Moms, mulai sekarang kurang makanan tinggi gula untuk mencegah kerusakan gigi pada balita dan pastikan ia rajin menyikat gigi.

(TPW/INT)

Artikel Terkait