PROGRAM HAMIL
3 Desember 2019

Waspadai Penyakit Chlamydia Yang Rentan Mengganggu Kesuburan

Gejala yang sulit terdeteksi seringkali membuat penderita chlamydia tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Penyakit chlamydia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini seringkali tidak menimbulkan gejala yang berarti, sehingga kadang terlewat dan tidak ditangani sesegera mungkin. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit chlamydia mengganggu kesuburan pria mapun wanita, dan mempersulit penderitanya untuk memiliki keturunan. Berikut ini hal yang perlu diketahui mengenai penyakit chlamydia.

Mengenal Penyakit Chlamydia

1 Mengenal Chlamydia.jpg

Foto: today.com

Gejala penyakit chlamydia seharusnya dapat terdeteksi mulai dari satu hingga tiga minggu setelah seseorang terinfeksi.

Namun, dikutip dari webmd.com, 75% wanita dan 50% pria yang terinfeksi penyakit chlamydia tidak menunjukkan adanya gejala.

Pada wanita, penyakit chlamydia akan memiliki gejala seperti keputihan abnormal dengan bau tidak sedap, pendarahan di antara waktu menstruasi, periode menstruasi yang sangat menyakitkan, sakit perut disertai demam, nyeri saat berhubungan seks dan buang air kecil, hingga munculnya rasa gatal di dalam atau sekitar vagina.

Sedangkan pada pria, gejala penyakit chlamydia meliputi cairan jernih atau putih dari ujung penis, rasa sakit ketika buang air kecil, rasa terbakar atau gatal di sekitar pembukaan penis, hingga rasa nyeri dan pembengkakan di sekitar testis.

“Jika hasil test Anda menunjukkan positif penyakit chlamydia, maka biasanya kamu harus minum antibiotik,” ungkap co-chief Divisi perawatan ambulatori untuk program kesehatan perempuan dan layanan bantuan perawatan prenatal di Northwell Health, New Hyde Park, New York, Jill Rabin, MD, seperti dikutip dari everydayhealth.com.

Penyakit chlamydia sebenarnya mudah disembuhkan, namun jika dibiarkan berlarut-larut, maka penyakit chlamydia mengganggu kesuburan pria maupun wanita.

Baca Juga: Ini Gejala Penyakit Klamidia, si Silent Killer yang Sulit Dideteksi

Penyakit Chlamydia Mengganggu Kesuburan Wanita

2 Chlamydia Mengganggu Kesuburan Wanita.jpg

Foto: womenshealth.gov

Jika tidak diberi pengobatan yang tepat, infeksi chlamydia dapat menyebabkan penyakit inflamasi panggul.

Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada tuba falopi (tabung yang menghubungkan ovarium ke rahim) atau bahkan penyakit chlamydia mengganggu kesuburan wanita menjadi lebih sulit hamil.

Selain itu, penyakit chlamydia juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik (ketika implan telur dibuahi dan berkembang di luar rahim).

Selanjutnya, penyakit chlamydia dapat menyebabkan kelahiran prematur dan infeksi ini juga dapat diturunkan dari Moms kepada bayi saat melahirkan.

Hal ini rentan menyebabkan infeksi mata, kebutaan, hingga pneumonia pada bayi baru lahir.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih Pada Balita: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Penyakit Chlamydia Mengganggu Kesuburan Pria

3 Chlamydia Mengganggu Kesuburan Pria.jpg

Foto: wmhp.com.au

Tidak hanya pada wanita, penyakit chlamydia mengganggu kesuburan pria juga dapat terjadi jika penyakit tersebut tidak diobati dengan tepat.

Dikutip dari webmd.com, sebuah penelitian dalam jurnal Human Reproduction menyebutkan bahwa pasangan yang berpartisipasi dalam penelitian ini, sepertiga kurang berhasil mencapai kehamilan jika pasangan pria-nya memiliki sejarah infeksi chlamydia.

Pada pria, penyakit chlamydia pada pria dapat menyebabkan kondisi yang disebut uretritis nongonococcal (Ngu) atau infeksi uretra yang merupakan saluran dimana pria dan wanita mengeluarkan urin, infeksi epididimis (saluran yang membawa sperma dari testis), atau proctitis (peradangan rektum).

"Infeksi penyakit chlamydia pada pria jelas sesuatu yang harus dipertimbangkan, ketika pasangan pertama kali ingin melihat kemungkinan infertilitas," ungkap tim peneliti Jan Olofsson, MD, PhD, seperti dikutip dari webmd.com.

Baca Juga: Nyeri Saat Berhubungan Seks, Mungkin Saja Terkena 3 Penyakit Kelamin Ini

(GS/DIN)

Artikel Terkait