NEWBORN
10 November 2017

Waspadai Penyebab Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Ternyata tidur tengkurap ada hubungannya dengan SIDS pada bayi
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) merupakan kasus kematian mendadak. Kondisi tersebut tidak bisa diprediksi dan tidak terduga. Selain itu, kasus tersebut juga hanya terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Kematian mendadak sebagian besar dialami bayi ketika sedang tidur, akan tetapi tidak menutup kemungkinan SIDS juga dialami oleh bayi ketika sedang dalam kondisi bangun atau sadar.

Penyebab Sudden Infant Death Syndrome

Penyebab SIDS hingga saat ini masih belum dapat diketahui secara pasti. Otopsi lengkap yang dilakukan sekaligus investigasi detail bahkan masih belum dapat menjelaskan kasus kematian yang dialami bayi. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab SIDS antara lain:

  • Lahir prematur
  • Berat badan baru lahir berada di bawah angka normal
  • Terbiasa tidur dengan posisi miring atau tengkurap
  • Terpapar asap rokok, baik saat dalam kandungan maupun setelah lahir
  • Kondisi kehamilan ibu, misalnya berusia di bawah 20 tahun, merokok, dan menggunakan obat-obatan terlarang
  • Gangguan pernapasan
  • Infeksi pernapasan

Jika mendapati si kecil tampak kurang sehat maupun mengalami sakit ringan, Mama sebaiknya segera memberikan asupan cairan yang lebih banyak. Dengan begitu bayi tidak akan kepanasan. Periksakan si kecil ke dokter ketika kondisinya tidak kunjung membaik.

Bayi Tidur Tengkurap Lebih Berisiko SIDS

Waktu bayi baru lahir memang lebih banyak digunakan untuk tidur. Ketika tidur, tidak sedikit bayi yang lebih nyaman dan lelap dalam posisi tengkurap. Beberapa orang berpendapat bahwa posisi tengkurap akan menjadikan bayi tidur lebih lelap, nyaman, dan gerak pernapasan bayi juga lebih baik. Bukan hanya itu, posisi tidur yang membuat bayi menopang tubuhnya dengan perut ini dinilai menjadikan bayi baru lahir seakan berada di dalam dekapan sang ibu.

Akan tetapi, para pakar menyarankan bahwa sebaiknya bayi tidur dengan posisi telentang. Setidaknya sampai usia bayi mencapai 4 bulan. Hal tersebut dikarenakan salah satu hasil penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang terbiasa tidur dengan posisi tengkurap memiliki risiko tinggi mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian mendadak yang terjadi pada bayi. Mengapa posisi tidur bayi dianjurkan telentang paling tidak sampai usianya 4 bulan? Karena bayi dengan usia 2 hingga 4 bulan memiliki tingkat risiko tinggi terkena SIDS.

Kipas Angin, Penyebab Sekaligus Solusi SIDS

Terpapar udara yang terlalu dingin dapat menyebabkan bayi mengalami hipotermia. Suhu badan terlalu dingin dalam waktu lama akan menyebabkan gangguan peredaran darah. Pada bayi, peredaran darah yang terganggu menjadi penyebab utama kematian bayi secara mendadak atau SIDS.

Namun, benarkah penggunaan kipas angin juga meningkatkan risiko SIDS pada bayi? Menurut penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat, penggunaan kipas angin secara mencolok ketika bayi sedang dalam kondisi tidur mampu mengurangi risiko sindrom kematian misterius pada bayi. Studi yang dilakukan oleh Kaiser Pemanente yang merupakan lembaga medis di AS tersebut menunjukkan bahwa bayi yang tidur dalam ruangan dengan kipas angin memiliki risiko SIDS 72% lebih rendah. Termasuk juga menempatkan bayi dalam ruangan dengan ventilasi udara yang baik.

Kendati demikian, penggunaan kipas angin untuk bayi tentunya harus berada dalam jumlah yang wajar sehingga bayi tidak mengalami kedinginan. Usahakan agar suhu udara yang ada di kamar tidur bayi tidak terlalu dingin maupun panas.

Menurut Mama, bagaimana cara terbaik untuk mencegah terjadinya SIDS?

(RGW)

Artikel Terkait