NEWBORN
31 Juli 2019

Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Rewel bisa jadi tanda bayi alergi susu formula
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh Dina Vionetta

Alergi atau sensitivitas makanan pada bayi, khususnya bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan serta belum mendapatkan asupan MPASI, biasanya disebabkan oleh susu formula. Bisa dikatakan bahwa si kecil mengalami alergi protein susu sapi. Padahal, protein susu sapi sendiri ditemukan dalam sebagian besar susu formula yang diproduksi untuk bayi.

Baca Juga: Moms, Waspadai 4 Makanan Pemicu Alergi Pada Balita Ini

Gejala atau Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi

Sebagian bayi yang sensitif terhadap protein susu sapi biasanya juga ada yang sensitif terhadap protein susu kedelai. Beberapa tanda bayi alergi susu yang paling umum ditunjukkan adalah munculnya ruam, eksim (kulit kering dan bersisik, terutama pada area dahi), gatal-gatal, dan muntah. Namun, gejala-gejala tersebut hanya sebagian kecil gejala alergi susu pada bayi yang bisa dilihat secara jelas oleh Moms. Masih ada beberapa gejala lain yang juga menjadi tanda bayi alergi susu sapi.

Moms juga harus lebih cermat melihat apakah ada ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula lainnya meski si kecil tidak menunjukkan beberapa gejala di atas. Salah satunya adalah bayi rewel terus menerus setelah selesai minum susu formula. Bayi rewel disebabkan oleh rasa tidak nyaman. Bisa jadi karena ada terlalu banyak angin dalam perut bayi atau merasakan perutnya mulas setelah minum susu formula.

Bayi juga akan menunjukkan gejala seperti muncul lingkaran merah pada area rektum, BAB terlalu keras, mencret, atau berbau terlalu busuk. Bukan hanya dari BAB, bayi yang mengalami alergi susu juga akan mengalami gumoh yang melebihi jumlah atau batas wajar.

Baca Juga: Langka, Balita 18 Bulan Ini Alergi Air, Kenapa Bisa Terjadi?

Cara Mengatasi Alergi Susu Formula Pada Bayi

Alergi umumnya semakin hari semakin parah. Salah satu taktik mengatasi atau mengurangi tingkat keparahan alergi susu sapi pada bayi adalah dengan memberinya ASI eksklusif, paling tidak hingga usia bayi mencapai enam bulan, baru ia kemudian bisa mendapatkan asupan tambahan makanan padat (MPASI).

Perhatikan juga apakah Moms dan anggota keluarga lain memiliki riwayat alergi susu sapi. Moms harus mencoba mencari tahu mengenai cara memberikan asupan yang tepat kepada bayi untuk memastikan si kecil mendapatkan asupan nutrisi yang tepat tanpa perlu mengalami alergi. Jika saat ini Moms memberi si kecil susu formula karena sibuk bekerja, Moms bisa mencoba memompa ASI yang lebih aman untuk si kecil.

Konsultasikan dengan pakar nutrisi bayi atau dokter anak yang menangani si kecil untuk mengetahui apa ada cara terbaik yang bisa digunakan untuk membantu bayi menghindari potensi alergen.

Jika memang bayi mulai menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala alergi susu formula, Moms harus segera membawa bayi untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap dari dokter anak sebelum memutuskan beralih ke merek susu yang baru.

Beberapa orang tua cenderung sesuka hati langsung berpindah untuk menggunakan susu formula lain saat mengetahui adanya ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula tertentu. Padahal jika ketidakcocokan bayi disebabkan oleh alergi protein susu sapi, mencoba susu formula yang lain hanya akan membuat tingkat alergi bayi terhadap susu formula semakin parah.

Baca juga: 4 Fakta tentang Susu Formula Bayi

Moms perlu memperhatikan dengan baik kandungan yang ada dalam susu formula yang akan diberikan kepada bayi. Jika mungkin akan memicu kambuhnya alergi protein susu sapi pada bayi, jangan berikan.

Apakah sekarang Moms sudah mengerti bagaimana ciri-ciri bayi alergi susu formula dan cara-cara untuk membantu bayi menangani alerginya?

(RGW)

Artikel Terkait