KEHAMILAN
30 Juli 2020

5 Website dan Aplikasi Terpercaya untuk Jadi Kalkulator Kehamilan, Yuk Cek!

Cara penggunaannya cukup mudah!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Mencari tahu tentang kehamilan biasanya bisa diketahui dari tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh. Biasanya tanda ini disebut juga sebagai tanda kehamilan.

Tanda yang paling umum terjadi pada setiap wanita biasanya adalah periode menstruasi yang terlambat. Dari situ baru bisa dihitung usia kehamilan.

Namun di zaman yang serba canggih ini, ada berbagai website dan aplikasi terpercaya yang bisa digunakan untuk menghitung usia kehamilan, sehingga mempermudah para ibu hamil untuk mencari tahu tentang usia kehamilannya.

Terlebih lagi website atau aplikasi kehamilan ini bisa digunakan di mana saja, karena bisa dibuka di smartphone yang pasti kita bawa ke mana pun. Usia kehamilan dan due date Moms melahirkan pun bisa diketahui.

Jika Siklus Menstruasi Moms Tidak Teratur

Namun bagaimana jika siklus menstruasi Moms tidak teratur? Untuk Moms yang siklus menstruasinya tidak teratur, bisa mencoba beberapa cara ini:

1. Memakai Alat Ultrasound

Menurut American Pregnancy Association, wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa menghitung usia kehamilan dengan pemeriksaan USG. Namun ingat, janin baru dapat diukur 5-6 minggu setelah periode menstruasi terakhir.

Mengukur bayi menggunakan ultrasonografi paling akurat pada awal kehamilan, dan kurang akurat di akhir kehamilan.

Karenanya, disarankan Moms untuk melakukan pemeriksaan pada rentang waktu yang baik, yaitu pada usia kehamilan antara 8-18 minggu.

Baca Juga: 5 Tanda Awal Usia Kehamilan Trimester 3 Akan Terasa Berat

2. Menggunakan Perhitungan Sederhana

Moms mungkin termasuk dalam kategori mereka yang siklus menstruasiya tidak teratur, dan terkadang lebih lama dari siklus menstruasi rata-rata 28 hari. Jika iya, Moms bisa menghitung usia kehamilan menggunakan beberapa perhitungan sederhana.

Mengutip Healthline, paruh kedua siklus menstruasi kita berlangsung selama 14 hari. Ini merupakan rentang waktu dari ovulasi ke periode menstruasi berikutnya. Misalnya siklus Moms 35 hari, maka Moms mungkin mengalami ovulasi pada hari ke-21.

Jika sudah mendapatkan gambaran umumnya, Moms sudah bisa menghitung tanggal kelahiran Si Kecil.

Misalnya, jika siklus menstruasi biasanya 35 hari dan hari pertama haid terakhir adalah 1 November, maka tambahkan 21 hari untuk perkiraan ovulasi, sehingga didapati tanggal 22 November.

Setelah itu, kurangi 14 hari untuk menemukan tanggal HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir), yang adalah 8 November. Dari tanggal 8 November ini, Moms bisa langsung menyesuaikan dengan usia kehamilan di trimester 1, 2, dan 3.

Sedangkan untuk Moms yang lupa menandakan kapan HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), bisa menggunakan beberapa cara berikut ya.

3. Pemeriksaan Fisik

Selanjutnya Moms bisa menghitung usia kehamilan dengan pemeriksaan fisik juga. Selama pemeriksaan panggul, rahim dapat dirasakan melewati tulang kemaluan sekitar 12 minggu dari periode menstruasi terakhir dan di umbilikus (pusar) sekitar 20 minggu.

"Rahim kemudian biasanya naik di atas pusar sekitar satu sentimeter seminggu setelahnya," ujar Dr. Anne Davis.

Namun perlu diingat, pemeriksaan fisik ini tidak selalu akurat ya Moms, bisa jadi disebabkan karena beberapa faktor, seperti hamil kembar, adanya tumor pada rahim, dan obesitas misalnya. Dan ini juga bukan cara menghitung usia kehamilan yang dianjurkan ya.

Baca Juga: Seberapa Perlu USG 4 Dimensi untuk Ibu Hamil?

4. Menggunakan Alat Scan

Dikutip dari American Journal of Obstetrics and Gynecology, alat scan dapat digunakan sebagai cara menghitung usia kehamilan ketika HPHT tidak diketahui.

Metode ultrasound ini didasarkan pada serangkaian pengukuran kantung kehamilan pada kehamilan yang sangat awal, dan dari embrio atau janin itu sendiri.

"Misalnya, jika estimasi trimester pertama dari ultrasound jatuh dalam satu minggu dari perkiraan HPHT, maka cara perhitungan dengan HPHT dapat dilakukan untuk menentukan due date dan usia kehamilan," terang Dr. Anne Davis, Direktur Konsultasi Medis Dokter untuk Kesehatan Reproduksi, dan Asisten Profesor Kebidanan dan Ginekologi Klinis di Columbia University Medical Center, New York City.

Namun, jika estimasi oleh ultrasound berbeda lebih dari satu minggu dari perkiraan HPHT, maka cara menghitung usia kehamilan akan menggunakan ultrasound untuk mengetahuinya.

5 Kalkulator Kehamilan Terpercaya

Sekarang saatnya untuk mencoba menghitung usia kehamilan dengan kalkulator kehamilan yuk Moms. Berikut ini ada beberapa rekomendasi website dan aplikasi kalkulator kehamilan yang bisa Moms gunakan. Apa saja? Mari kita simak.

1. Pregnancy Calculator

kalkulator hamil

Pregnancy calculator ini dibuat dalam bentuk aplikasi, sehingga untuk menggunakannya, Moms harus mengunduh terlebih dahulu. Dengan begitu, Moms sudah bisa mengetahui perkiraan konsepsi, usia kehamilan hingga tanggal perkiraan lahir.

Aplikasi ini sangan mudah digunakan, cukup dengan memasukkan tanggal terakhir menstruasi untuk mendapatkan perkiraan konsepsi hingga due date.

2. Luvizhea.com

kalkulator hamil

Sesuai dengan namanya, kalkulator kehamilan satu ini berbasiskan website. Luvizhea adalah media informasi online yang pada awalnya didirikan sebagai bentuk penghargaan kepada wanita yang berubah peran menjadi istri dan ibu bagi anaknya.

Oleh karena itu, website ini menyediakan berbagai informasi lengkap seputar masalah yang berhubungan dengan dunia wanita, termasuk di dalamnya kecantikan, parenting, pernikahan dan seks, juga berbagai hal lainnya.

Bahkan kalkulator kehamilan pun tersedia. Moms cukup masuk ke websitenya, lalu masukkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan lama siklus haid rata-rata, maka kalkulator kehamilan akan menghitung usia kehamilan kita.

Baca Juga: Siklus Haid Tidak Teratur, Mengapa Bisa Terjadi?

3. Ibu dan Balita

kalkulator hamil

Kalkulator kehamilan satu ini juga berbasis website. Cukup dengan masuk ke halaman website ini, Moms sudah bisa mengakses kalkulator kehamilannya.

Masukkan data Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan lama siklus haid (rata-rata) saja, usia kehamilan Moms akan langsung terlihat.

4. Pregnancy Calculator and Calendar

kalkulator hamil

Jika smartphone yang Moms gunakan berbasis Android, maka aplikasi kalkulator kehamilan satu ini bisa Moms gunakan. Melalui aplikasi ini, Moms bisa mengetahui perkiraan waktu due date atau persalinan akan tiba untuk bersiap-siap.

Setelah mengunduhnya, Moms hanya perlu mengisi data tanggal konsepsi, sehingga dapat diketahui usia kehamilan Moms saat itu, juga due date. Ada informasi mengenai berat janin juga lho. Informatif banget ya!

Baca Juga: Kerap Dianggap Sama, Ketahui Perbedaan Usia Kehamilan dan Usia Janin

5. Pregnancy Due Date & Fertility Calculator Tools

kalkulator hamil

Sebelumnya adalah aplikasi untuk pengguna Android, nah sekarang jika Moms pengguna iPhone, Moms coba unduh aplikasi Pregnancy Due Date & Fertility Calculator Tools.

Tidak hanya untuk menghitung usia kehamilan dan due date saja, namun aplikasi ini juga akan memberitahu masa subur Moms dan ovulasi. Bahkan juga memonitor perkembangan bayi lewat deteksi tendangannya.

Moms hanya perlu memasukkan tanggal kapan menstruasi terakhir atau last menstruation period (LMP), setelah itu akan muncul tanggal terjadinya pembuahan dan due date.

Baca Juga: Perawatan Gigi yang Tepat Sesuai Usia Kehamilan

Sekarang Moms sudah tidak bingung lagi mencari aplikasi dan website yang bisa digunakan dengan mudah untuk menghitung usia kehamilan, bahkan Moms juga bisa menghitung usia kehamilan secara langsung lho!

Artikel Terkait