KESEHATAN
13 Maret 2020

WHO Tetapkan Corona Sebagai Pandemi, Apa Artinya?

Yuk, kita cari tahu bareng arti kata pandemi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

World Health Organization (WHO) menyatakan virus corona atau COVID-19 sebagai pandemi, pada Rabu (11/03/2020) dan mendesak tindakan agresif dari semua negara untuk memeranginya. Hal ini dikarenakan virus corona telah menyebar ke 100 negara lebih.

“Kami telah setiap hari menyerukan ke berbagai negara untuk mengambil tindakan mendesak dan agresif. Kami telah membunyikan bel alarm dengan keras dan jelas, "kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, ketua WHO.

Baca Juga: Ada 8 Kasus Baru Pasien Corona di Indonesia, Satu Pasien Diduga Local Transmission

Mengutip dari New York Post, menurut Tedros, semua negara masih bisa mengubah arah pandemi ini. Jika negara mendeteksi, menguji, memperlakukan, mengisolasi, melacak dan memobilisasi rakyatnya dalam respons.

Arti Pandemi dan Bedanya dengan Epidemi

pandemi

Foto: wicklownews.net

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pandemi adalah wabah yang terjadi serempak di mana-mana atau meliputi geografi yang luas. Dalam kasus ini berarti, virus corona telah diakui menyebar luas hampir ke seluruh dunia.

Sedangkan menurut WHO epidemi dijelaskan sebagai wabah penyakit regional yang menyebar secara tak terduga.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mendefinisikan epidemi sebagai "peningkatan, seringkali mendadak, dalam jumlah kasus penyakit di atas apa yang biasanya diharapkan" di daerah itu.

Pada 2010, WHO mendefinisikan pandemi sebagai "penyebaran penyakit baru di seluruh dunia" yang mempengaruhi banyak orang.

Baca Juga: Konon Berkhasiat Atasi Virus Corona, Ini 5 Manfaat Jahe Merah

Sementara CDC mengatakan itu adalah epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, biasanya mempengaruhi sejumlah besar orang.

"Biasanya, wabah menjadi epidemi ketika menjadi cukup luas di negara tertentu, kadang-kadang di wilayah tertentu," kata Lawrence O. Gostin, profesor hukum kesehatan global di Universitas Georgetown.

Menurutnya pandemi dianggap sebagai penyebaran geografis penyakit yang luas di banyak bagian dunia, banyak benua.

Siapa yang Bisa Menghentikan Penggunaan Pandemi?

pandemi

Foto: nypost.com

Dilansir dari laman New York Times, menurut Gostin, ada dua alasan Dr. Tedros berhenti menyebut wabah sebagai pandemi, pertama karena wabah masih dapat ditanggulangi, dan untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu.

Baca Juga: China Sedang Uji Coba Antivirus Corona dari Vitamin C!

"Dia ingin menciptakan keseriusan, tujuan, tetapi bukan reaksi berlebihan," kata Gostin.

Tetapi jika wabah mencapai tingkat di mana ia tidak bisa lagi dikendalikan, makan akan pindah ke fase pandemi.

Walaupun virus corona telah dinyatakan sebagai pandemi, WHO menegaskan bahwa wabah corona masih bisa dikendalikan. Dirinya mengaku WHO tidak akan menyerah.

Artikel Terkait