KESEHATAN
27 September 2019

Yuk Kenalan dengan Autoimun, Penyakit yang Diderita Qory Sandioriva

Penyebab penyakit autoimun masih belum diketahui dengan pasti
placeholder

Foto: Instagram.com/qorysandioriva

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Putri Indonesia 2009, Qory Sandioriva mengidap penyakit autoimun selama 12 tahun. Ia pun menjelaskan bahwa dirinya terkena lupus di usia 23 tahun setelah melahirkan.

Lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang umum terjadi. Penyakit autoimun sendiri merupakan gangguan kesehatan di mana sistem kekebalan tubuh 'menyerang' sel tubuhnya sendiri.

"Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menyerang dan mengeliminasi kuman yang masuk ke dalam tubuh, justru menyerang sel-sel tubuh kita sendiri," jelas Dr. dr. Iris Rengganis, Sp. PD-KAI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi dan Imunologi RS Pondok Indah-Pondok Indah.

Ia melanjutkan, karena 'serangan' sel-sel tubuh kita sendiri, akhirnya menimbulkan gejala sistemik yang melibatkan berbagai macam organ.

Baca Juga: 5 Fakta Seputar Penyakit Lupus

Gejala Penyakit Autoimun

sakit autoimun-2.jpg

Menurut dr. Iris, gejala penyakit autoimun sangat bervariasi, tergantung dari organ tubuh yang diserang.

"Gejala penyakit autoimun sangat bervariasi. Karena mayoritas penyakit autoimun sifatnya sistemik, tentu gejala yang timbul tergantung organ yang terkena," terang dr. Iris.

Misalnya, jika penyakit autoimun menyerang darah, maka sel darah merah dapat berkurang jumlahnya, timbul anemia, dan akibatnya merasa mudah letih dan mengantuk.

Begitu juga bila organ yang terkena sendi, maka gejala yang timbul berupa nyeri dan bengkak pada sendi-sendi baik sendi kecil ataupun besar.

"Pada kondisi yang berat, penyakit autoimun seperti lupus bisa menyerang otak sehingga bisa timbul kejang, atau menyerang ginjal yang dapat menyebabkan ginjal mengalami kerusakan berat," terang dr. Iris.

Baca Juga: Tips Merencanakan Kehamilan Bagi Penderita Lupus

Penyebab Penyakit Autoimun

sakit autoimun-5.jpg

Dokter Iris menjelaskan, bahwa masih belum ada penyebab pasti yang mengakibatkan penyakit autoimun.

"Sampai saat ini, penyebab penyakit autoimun belum diketahui secara pasti (idiopatik). Namun, faktor individu dan lingkungan memerankan hal yang penting," ungkap dr. Iris.

Beberapa faktor yang dikatakan oleh dr. Iris yaitu faktor individu dan faktor lingkungan.

  • Faktor individu, dari kerentanan genetik dan diturunkan ke generasi berikutnya.
  • Faktor lingkungan, seperti pola makan tidak sehat, stres psikologis, intensitas bekerja yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit autoimun pada individu yang rentan.

Baca Juga: 6 Sayuran yang Bisa Mencegah Penyakit Autoimun, Bisa Jadi Pilihan!

Dampak Penyakit Autoimun pada Tubuh

Mengenal Lupus Penyakit 1000 Wajah - pengobatan lupus.jpg

Dampak penyakit autoimun pada tubuh tergantung dari organ tubuh mana yang diserang.

"Jika penyakit autoimunnya menyerang sistem darah, maka dampaknya menyebabkan mudah lelah, mudah terkena infeksi, sampai mudah mengalami perdarahan," jelas dr. Iris.

Bila penyakit autoimun menyerang kulit, maka bisa timbul ruam- ruam, seperti lupus yang ruamnya timbul di wajah seperti kupu-kupu.

Jika penyakitnya menyerang sendi, maka timbul rasa nyeri dan bengkak pada sendi.

"Apabila penyakit autoimunnya menyerang ginjal, maka bisa mengakibatkan bocor ginjal, dan pada jangka panjang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis dan penurunan fungsi ginjal yang berat," tutup dr. Iris.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang penyakit autoimun. Jika mengalami gejalanya, segera konsultasi dengan dokter ya Moms.

Artikel Terkait