BALITA DAN ANAK
24 Juli 2019

Yuk, Kenali Penyebab-Penyebab Asma pada Anak di Sini

Bisa terjadi kerena ada riwayat penyakit asma dalam keluarga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Tahukah Moms bahwa asma adalah penyakit paru-paru kronis yang paling yang terjadi pada anak-anak? Menurut The Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, penyakit ini dialami sebanyak 6 juta anak di Amerika Serikat.

"Asma adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan saluran napas dan penyempitan saluran udara," kata Dr. Nicola Hanania, profesor kesehatan di bagian paru, perawatan kritis dan obat tidur, juga direktur pusat penelitian klinis saluran udara di Baylor College of Medicine .

Asma yang tidak ditangani dan tidak terdiagnosis sejak dini tidak boleh disepelekan karena dapat efek berbahaya bagi Si Kecil.

Baca Juga: 6 Cara Mengobati Asma secara Alami

Jika mulai merasa anak menunjukkan tanda-tanda mengidap asma, orang tua harus segera membawa mereka bertemu dengan dokter. Tujuannya tentu agar anak kita bisa sembuh dan sehat kembali, serta hidup aktif.

Dengan bantuan dari ahlinya, tidak lagi alasan untuk anak tidak bisa beraktivitas seperti anak normal pada umumnya dan melakukan semua kegiatan yang diinginkan. Namun kita pelajari terlebih dahulu, yuk, apa sih penyebab asma?

Penyebab Asma

penyebab asma, penyebab asma pada anak

Foto: medicalxpress.com

Perlu untuk memberitahukan pada dokter anak Moms jika ada seseorang di dalam keluarga kita yang memiliki riwayat penyakit asma atau alergi, karena dua hal ini bisa menjadi penyebab asma.

Asma biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan medis dan tes yang mengukur aliran udara yang masuk dan keluar dari paru-paru.

Anak-anak dalam usia prasekolah atau lebih muda mungkin tidak dapat melalui tes ini, karena diharuskan meniup dengan sangat keras ke arah dalam tabung.

Bayi dan balita juga tidak dapat mengutarakan apa yang mereka rasakan, sehingga orang tua tidak bisa menebak penyebab asma pada anak.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua, anggota keluarga lain, dan pengasuh untuk mengetahui tanda-tanda asma pada anak agar waspada.

“Kebanyakan penderita asma memiliki gejala yang lebih tidak terkontrol di malam hari daripada di siang hari,” ujar Dr. Nicola Hanania

Baca Juga: Lingkungan Kotor Turunkan Risiko Alergi dan Asma pada Bayi

Ahli alergi Moms dapat melakukan tes darah atau kulit untuk melihat apakah anak memiliki alergi yang dapat memicu gejala asma. Serangkaian tes ini dapat dilakukan pada semua umur.

Jika menunjukkan hasil positif, mungkin Si Kecil akan diresepkan satu atau lebih obat asma.

Gejala Asma

Berikut ini adalah gejala asma yang paling umum ditemui. Namun, setiap anak mungkin mengalami gejala yang berbeda. Beberapa gejala yang ditunjukkan seperti:

  • Batuk (konstan atau sebentar-sebentar)
  • Bunyi mengi (seperti suara siulan yang terdengar saat anak bernapas)
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas saat bermain atau berolahraga
  • Sesak dada (anak mungkin mengatakan dadanya sakit atau tidak enak badan)
  • Kelelahan
  • Batuk di malam hari
  • Napas yang berisik

Baca Juga: Hati-hati, Ini 7 Bahaya Asma pada Ibu Hamil!

Gejala asma dapat menyerupai masalah lain atau kondisi medis. Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya menderita. Jadi, jika putra atau putri Moms menderita alergi atau asma, segera bawa ke dokter anak dan lakukan tes untuk mengetahui diagnosisnya.

(AWD)

Artikel Terkait