NEWBORN
29 Januari 2019

Yuk Kenali Tanda Lelah Pada Bayi Sesuai Usia Bulannya

Bayi terlihat cemas bisa jadi salah satu tandanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Bayi sangat mudah lelah. Ketika mereka merasa lelah, mereka akan lebih sulit tidur. Sementara bayi belum bisa berbicara, kebutuhan bayi hanya dapat dikenali melalui tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh dan ekspresinya.

Sebagian besar bayi memberikan tanda atau sinyal yang jelas bahwa mereka lelah. Untuk orang tua baru, mengenali tanda-tanda tersebut dapat membantu menangani rewel dan sulit tidur pada bayi.

Baca Juga : 5 Cara Untuk Membuat Bayi Lebih Cerdas

Seperti Apa Tanda-tanda Kelelahan Pada Bayi?

1. Tanda-tanda kelelahan pada bayi baru lahir

  • Mendekatkan kepalan tangan atau tinjunya di sekitar pipi,
  • Menarik telinganya,
  • Kesulitan memfokuskan matanya,
  • Mengerjapkan mata berulang kali,
  • Mengisap jari-jarinya,
  • Menguap,
  • Menyentakkan lengan dan kakinya,
  • Terlihat cemas atau tidak nyaman,
  • Melengkungkan punggungnya.

2. Tanda-tanda kelelahan pada bayi 3-12 bulan

a. Pada usia 3-6 bulan, bayi cenderung mulai lelah setelah 1 ½ jam terjaga.

b. Pada usia 6-12 bulan, bayi cenderung mulai kelelahan setelah 2-3 jam terjaga. Selain itu, di usia 12 bulan bayi juga lebih mudah lelah ketika melewatkan tidur siang atau sore hari.

Sementara tanda kelelahan yang ditunjukkan oleh bayi usia 3-12 bulan adalah sebagai berikut:

  • Tampak tidak bersemangat dan lesu,
  • Rewel,
  • Sering menguap dan menangis,
  • Ingin selalu diperhatikan dan tidak mau ditinggal,
  • Selera makan turun.

Baca Juga : 10 Makanan dan Minuman Ini Berbahaya untuk Bayi!

Kenapa Moms Perlu Mengenali Tanda Kelelahan Pada Bayi?

Bagi bayi, mengantuk bukan karena mereka sudah terlalu lama terjaga, tetapi juga tanda bahwa mereka sudah merasa lelah.

Maka dari itu, sangat penting untuk menenali tanda lelah yang ditunjukkan bayi.

Tanda-tanda yang ditunjukkan akan memberi tahu Moms kapan waktunya untuk mengurangi stimulasi dan mulai menenangkan bayi untuk tidur.

Jika Moms menunggu sampai Si Kecil kelelahan, akan lebih sulit untuk menanganinya.

Ketika bayi menunjukkan salah satu atau beberapa tanda kelelahan seperti yang disebutkan di atas, artinya sudah waktunya untuk beristirahat dan tidur.

Kebanyakan bayi akan merasa nyaman ketika tidur setelah menunjukkan sinyal kelelahan untuk pertama kalinya, sementara yang lain harus sedikit lebih lelah sebelum mereka siap untuk tidur.

Sebelum menidurkannya, cobalah untuk memberi Si Kecil waktu beristirahat yang tenang sejenak untuk membiarkannya rileks.

Beristirahat dengan tenang, meskipun hanya sebentar pada saat sebelum tidur, dapat membantunya tidur lebih lelap dan lebih mudah.

Selama periode ini Moms dapat memberikan pelukan lembut, membacakan dongeng atau menyanyikan lagu yang tenang.

Si Kecil mungkin hanya membutuhkan beberapa menit waktu istirahat sebelum ia merasa rileks dan siap untuk ditidurkan.

Jika di rumah cenderung berisik, Si Kecil mungkin butuh suasanya yang lebih kondusif sebelum waktunya tidur.

Lapar vs Lelah, Bagaimana Membedakannya?

Rewel dan menangis dapat menjadi pertanda bahwa bayi merasa lelah, tetapi terkadang memang sulit untuk membedakan antara rewel karena lapar dan lelah.

Sederhananya, jika bayi sudah menyusu atau makan MPASI dalam dua jam terakhir, tetapi masih rewel, Si Kecil mungkin merasa lelah.

Jika Moms tidak yakin, cobalah menyusuinya. Jika Si Kecil hanya menyusu sedikit dan masih rewel, artinya ia butuh tidur.

Mengenali tanda-tanda kelelahan pada bayi memang bukanlah hal yang mudah, khususnya bagi orang tua baru.

Namun memperhatikan dan memahami tanda-tanda kelelahan yang ditunjukkan oleh bayi membantu Moms mengetahui kapan waktu terbaik untuk menidurkannya.

Percayalah pada diri sendiri bahwa Moms akan belajar dan mengetahui tanda-tanda kelelahan pada Si Kecil. Bagaimana? Moms sudah siap?

(RGW)

Artikel Terkait