NEWBORN
12 Maret 2019

Yuk Kenali Tanda Penyakit Kuning Pada Bayi

Tanda penyakit kuning dapat dilihat dari menguningnya kulit dan bagian putih mata
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh (mentari.delita)

Penyakit kuning pada bayi adalah sebuah kondisi saat kulit bayi, dan bagian putih mata mereka tampak kuning.

Penyakit kuning adalah kondisi umum yang memengaruhi lebih dari 50 persen dari semua bayi yang baru lahir.

Penyakit kuning sangat umum terjadi pada bayi prematur terutama anak laki-laki dan biasanya muncul dalam minggu pertama kelahiran.

Pada bayi sehat yang lahir dengan kondisi normal, penyakit kuning jarang menjadi penyebab kekhawatiran karena cenderung hilang dengan sendirinya.

Dalam kasus yang lain, penyakit kuning bayi yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan otak dan bahkan kematian.

Mari simak ulasan tentang penyakit kuning pada bayi berikut:

Baca Juga: Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak Pada Bayi

Tanda Penyakit Kuning Pada Bayi

bayi kuning 2
Foto : fortunebabyhealth.com

Moms harus benar-benar memahami tanda penyakit kuning pada bayi agar mereka segera mendapatkan penangangan yang tepat.

Tanda penyakit kuning dapat dilihat dari menguningnya kulit dan bagian putih mata, biasanya muncul antara hari kedua dan keempat setelah lahir.

Untuk memeriksa penyakit kuning pada bayi, tekan lembut pada dahi atau hidung bayi.

Jika kulit terlihat kuning di tempat Moms menekan, kemungkinan bayi menderita penyakit kuning ringan.

Jika bayi tidak memiliki penyakit kuning, warna kulit seharusnya terlihat sedikit lebih terang dari warna normal.

Periksa bayi Anda dalam kondisi pencahayaan yang baik, terutama di siang dengan pencahayaan.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Sering Dialami Bayi dalam 1 Tahun Pertama Kehidupannya

Kapan Harus Ke Dokter?

bayi kuning 2
Foto : .verywellfamily.com

Sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan untuk memeriksa penyakit kuning bayi sebelum dipulangkan.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi yang baru lahir diperiksa penyakit kuning selama pemeriksaan medis rutin dan setidaknya setiap delapan hingga 12 jam saat berada di rumah sakit.

Bayi harus diperiksa untuk menemukan penyakit kuning antara hari ketiga dan ketujuh setelah lahir, ketika kadar bilirubin biasanya memuncak.

Jika bayi keluar lebih awal dari 72 jam setelah lahir, buatlah perjanjian untuk memeriksa penyakit kuning dalam waktu dua hari setelah dipulangkan.

Tanda-tanda atau gejala-gejala berikut mungkin mengindikasikan penyakit kuning yang parah atau komplikasi dari kelebihan bilirubin:

  • Kulit bayi menjadi lebih kuning
  • Kulit di perut bayi, lengan atau kaki terlihat kuning
  • Bagian putih mata bayi terlihat kuning
  • Bayi tampak lesu atau sakit atau sulit dibangunkan
  • Bayi tidak bertambah gemuk atau menyusu dengan buruk
  • Bayi membuat tangisan bernada tinggi

Baca Juga: 4 Tips Agar Suami Mau Bergantian Mengasuh Bayi yang Baru Lahir

Penyebab Penyakit Kuning Pada Bayi

bayi kuning 3
Foto : mypositiveparenting.org

Penyakit kuning pada bayi disebabkan oleh kelebihan bilirubin.

Bilirubin adalah limbah yang diproduksi ketika sel darah merah dipecah. Biasanya rusak di organ hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui tinja.

Sebelum bayi lahir, ia memiliki bentuk hemoglobin yang berbeda.

Begitu mereka lahir, mereka dengan cepat memecah hemoglobin lama kemudian menghasilkan kadar bilirubin yang lebih tinggi dari normal.

Inilah yang harus disaring keluar dari aliran darah oleh hati dan dikirim ke usus untuk diekskresi.

Namun, hati yang kurang berkembang tidak dapat menyaring bilirubin secepat yang diproduksi, mengakibatkan hiperbilirubinemia atau kelebihan bilirubin.

Penyakit kuning pada bayi dengan menyusui sering terjadi dan terjadi pada bayi baru lahir yang diberi ASI dalam dua bentuk terpisah:

1. Ikterus Menyusui

Terjadi pada minggu pertama kehidupan, jika bayi tidak menyusu dengan baik, atau jika ASInya lambat masuk.

2. Ikterus ASI

Hal ini disebabkan oleh bagaimana zat-zat dalam ASI mengganggu proses penguraian bilirubin. biasanya terjadi setelah 7 hari kehidupan, memuncak pada 2-3 minggu.

3. Selain dua hal di atas, inilah penyebab lain untuk sakit kuning pada bayi:

  • penyakit hati
  • perdarahan di bawah kulit kepala yang disebabkan oleh persalinan yang sulit
  • sepsis atau infeksi darah
  • kelainan sel darah merah bayi
  • saluran empedu atau usus tersumbat
  • rhesus atau ketidakcocokan darah yakni ketika ibu dan bayi memiliki jenis darah yang berbeda sehingga antibodi ibu menyerang sel darah merah bayi
  • jumlah sel darah merah yang lebih tinggi - lebih sering terjadi pada bayi kecil dan kembar
  • infeksi bakteri atau virus
  • hepatitis atau peradangan hati
  • kadar oksigen rendah
  • beberapa infeksi seperti sifilis dan rubella

Pencegahan penyakit kuning bayi adalah dengan pemberian makan yang mencukupi.

Bayi yang diberi ASI harus makan delapan sampai 12 kali sehari selama beberapa hari pertama kehidupannya.

Sedangkan bayi yang diberi susu formula biasanya harus mendapatkan sekitar 30 hingga 60 mililiter setiap dua hingga tiga jam selama minggu pertama.

(MDP)

Artikel Terkait