PARENTING
5 September 2017

Yuk Kenalkan Balita Cara Mengenali Perasaannya

Supaya tidak bingung saat balita sedang tantrum
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Orang dewasa saja bisa kesal saat merasa tidak dimengerti, apalagi balita Mama yang belum tahu cara mengenali perasaan sendiri. Itu juga yang jadi alasan kenapa balita terkadang suka jadi menangis atau tantrum saat berusaha mengungkapkan sesuatu.

Selama ini mungkin Mama mengira kalau balita bisa tahu cara mengenali perasaan sendiri, ternyata itu tidak benar. Supaya si kecil bisa mengungkapkan perasaannya, Mama perlu mengajarkan kata yang tepat untuk mewakili setiap perasaan balita.

Saat anak berusia dua tahun, Mama sudah bisa mulai mengajarkan perasaan dasar, seperti senang, sedih, marah, atau takut. Seiring dengan bertambahnya umur, Mama bisa menjelaskan perasaan yang lebih rumit, seperti gugup, malu, atau, kecewa. Yuk mulai kenalkan balita cara mengenali perasaan.

1. Berikan kata untuk setiap perasaan

Sebagai awal, Mama bisa berikan kata sederhana untuk setiap perasaan balita, lalu gunakan pada saat anak merasakan hal tersebut.

Contohnya saat Mama pulang dari kantor dan si kecil langsung berlari memeluk, Mama bisa katakan “Senang bertemu Mama ya,” atau tanyakan “Apa kamu sedih karena papa pergi?” saat anak menangis karena ditinggal kerja oleh ayah.

Hal ini akan sangat membantu si kecil membangun perbendaharaan kata mengenai emosi dan perasaan.

2. Sambil bermain

Mama juga bisa manfaatkan waktu bermain dan membaca cerita untuk mengenalkan perasaan balita. Gunakan gambar dan ekspresi wajah untuk membantu balita mengerti hubungan antara perasaan dan cara mengekspresikannya.

Contohnya, saat membacakan buku pada balita, diskusikan mengenai perasaan tokoh yang ada di dalamnya. Seperti “Bebek kecil menangis karena ia merasa sedih.”

3. Ajari dengan contoh

Kemampuan balita memang sangat luar biasa dalam melihat dan meniru orang di sekitarnya, baik ataupun buruk. Jadi, kalau balita melihat Mama berteriak dan melemparkan barang saat sedang marah, ia pasti akan menirunya.

Untuk itu, sudah seharusnya Mama dan orang terdekat lainnya mengekspresikan perasaan secara positif, supaya si kecil bisa belajar melakukan hal yang sama.

Baca Juga : Gangguan Perilaku dan Emosi pada Anak, Haruskah ke Dokter?

4. Ajari cara mengendalikan perasaan

Selain cara mengenali perasaan, balita juga harus tahu cara mengekspresikan perasaan mereka dengan benar. Saat perasaan balita sedang dalam keadaan netral, Mama bisa ajarkan cara meredakan amarah, seperti bernyanyi alfabet di dalam hati atau tarik nafas perlahan.

5. Ajari alasan dibalik perasaan balita

Setelah mengajarkan kata untuk setiap perasaan, Mama bisa lanjutkan dengan mengajari balita untuk mengutarakan penyebab perasaannya. Hal ini penting supaya tidak ada lagi kebingungan karena anak menangis atau tantrum tanpa alasan.

Contohnya: “Mama senang karena kamu membereskan mainan setelah selesai,” atau ajari anak untuk berkata “Aku marah, karena susu coklatku tumpah”.

6. Ajari pengaruh perasaan balita pada orang lain

Saat anak terlihat sedang marah, katakan “Marah itu boleh, tapi kalau kamu berteriak dan merusak mainan Andi, dia akan merasa sangat sedih.” Tujuannya adalah untuk membantu balita tahu kalau semua yang mereka katakan atau lakukan akan berpengaruh pada orang lain.

Hal ini juga baik untuk mendorong balita berempati dan menjaga hubungan baik dengan temannya dan orang lain.

7. Puji anak saat mengekspresikan perasaan dengan benar

Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dengan benar bukanlah sesuatu yang mudah untuk orang dewasa, apalagi untuk balita. Jadi, saat anak Mama mengungkapkan perasaannya dan bukan malah menangis atau tantrum, berikan pujian yang spesifik.

Contohnya: “Mama suka deh, melihat kamu bilang pada nenek kalau kamu sedih karena tidak diajak pergi. Kamu sudah besar ya.” Memuji balita karena sudah melakukan hal yang benar akan mendorong mereka untuk melakukan hal serupa di masa depan. Selain itu, mereka juga jadi tahu kalau Mama selalu memperhatikan perilaku baik.

Saat balita sudah bisa mengenali dan mengungkapkan perasaannya sendiri, komunikasi Mama dan si kecil pasti jadi lebih lancar. Apa Mama mau berbagi cara lain untuk mengenalkan perasan pada balita?

(WA)

Artikel Terkait