NEWBORN
29 Januari 2019

Yuk Ketahui Pentingnya Skrining Hipotiroid Untuk Bayi Baru Lahir

Skrining hipotiroid pada semua bayi harus dilakukan antara dua hingga empat hari setelah kelahiran.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Moms mungkin pernah mendengar istilah hipotiroid screening atau hipotiroid konginental. Sebenarnya apa sih Moms maksud dari kedua istilah tersebut?

Mengapa perlu dilakukan hipotiroid screening pada bayi baru lahir? Yuk, temukan jawabannya dalam pembahasan yang ada di bawah ini.

Skrining Hipotiroid Pada Bayi Baru Lahir

Skrining hipotiroid konginental untuk bayi baru lahir merupakan salah satu pencapaian utama dalam dunia medis.

Kebanyakan hipotiroid konginental neonates memiliki penampilan normal dan tidak ada tanda-tanda fisik yang dapat dideteksi.

Akibatnya, hipotiroid konginental neonatus hampir selalu diabaikan dan diagnosis yang tertunta mengarah pada hasil CH (conginental hypothyroidism) paling berat dan keterbelekangan mental, yang menekankan pentingnya dilakukan skrining hipotiroid.

Meskipun hipotiroid transien sering terjadi, semua bayi ini harus diperlakukan sebagai hipotiroid konginental untuk 3 tahun pertama kehidupan bayi, dengan mempertimbangkan risiko retardasi mental.

Evaluasi ulang setelah 3 tahun diperlukan pada pasien dengan kondisi seperti itu. Tujuan terapi awal pada hipotiroid dengan menormalkan fungsi tiroid, secepat mungkin.

Baca Juga : 5 Tips Merawat Bayi Baru Lahir dari Ryana Dea untuk Para Ibu Baru

Skrining hipotiroid pada semua bayi harus dilakukan antara dua hingga empat hari setelah kelahiran.

Jika tidak memungkinkan, skrining harus dilakukan sebelum bayi diibawa pulang ke rumah atau dalam tujuh hari setelah kelahiran.

Peningkatan TSH positif palsu dapat ditemukan pada specimen yang dikumpulkan pada 24 – 48 jam setelah lahir.

Sementara hasil negatif palsu dapat ditemukan pada bayi baru lahir yang menderita sakit kritis atau bayi pasca transfusi.

Akan tetapi, skrining yang dilakukan sebelum bayi dibawa pulang atau transfuse masih lebih baik dibandingkan diagnosis yang hilang.

Perhatian khusus harus diambil, AAP bahkan menghimbau agar orang tua jangan sampai melewatkan skrining hipotiroid. Apalagi jika si bayi harus menerima perawatan darurat.

Bahaya Hipotiroid Konginental Pada Bayi Baru Lahir

Mengapa skrining hipotiroid sangat penting untuk bayi baru lahir? Tentu jawabannya sudah Moms temukan dalam penjelasan di atas, yakni untuk mendeteksi hipotiroid konginental sedini mungkin.

Perlu Moms ketahui bahwa hipotiroid konginental dapat menyebabkan keterbelakangan mental, kecuali terapi tiroid segera dimulai dalam dua minggu setelah lahir.

Oleh sebab itu, skrining hipotiroid dapat membantu diagnosis awal dan tindakan penanganan dapat segera dilakukan setelahnya.

Kondisi hipotiroid konginental pada bayi baru lahir biasanya permanen. Meskipun hipotiroid transien dapat terjadi akibat transmisi obat yang masuk ke tubuh Moms, pemblokiran antibodi Moms, atau kekurangan maupun kelebihan yodium.

Sebagian besar bayi dengan hipotiroid konginental tampak tidak terpengaruh saat lahir, kemungkinan karena transfer hormone tiroid plasenta.

Baca Juga : Mengenal Sepsis Neonatal Pada Bayi Baru Lahir

Bayi yang ibunya memiliki hipotiroid memiliki gangguan perkembangan neurointellectual signifikan, meskipun perawatan dini dilakukan.

Dalam 10 tahun terakhir, pengetahuan tentang kondisi ini telah berkembang pesat.

Skrining dan perbaikan tindakan pengobatan, termasuk rejimen yang lebih agresif dengan target koreksi dini tingkat hormone tiroid stimulating (TSH), telah menyebabkan peningkatan prognosis intelektual dan neurologis.

Jadi, sekarang Moms sudah paham mengapa skrining hipotiroid untuk bayi baru lahir itu sangat penting, bukan?

Share yuk Moms melalui kolom komentar di bawah ini mengenai hal-hal apa saja yang Moms ketahui seputar skrining hipotiroid dan hipotiroid konginental.

(RGW)

Artikel Terkait