2-3 TAHUN
22 Desember 2019

3 Cara Menjelaskan Tentang Autisme kepada Anak Balita

Pastikan Moms menjelaskan autisme pada balita dengan cara yang positif, ya.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Menjelaskan kondisi autisme pada anak balita sebenarnya tidak perlu dibuat-buat.

Informasi tentang gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder) kini makin banyak tersedia. Agar anak memiliki pemahaman yang tepat tentang kondisi tersebut, ada baiknya orang tua menjelaskan autisme pada anak.

Namun, autisme adalah kondisi yang unik. Sebagian orang tua mungkin bingung bagaimana cara menjelaskan autisme pada balita.

“Berbicara tentang autisme, kepada siapa pun, anak ataupun orang dewasa, tidak mudah karena [kondisi tersebut] memang rumit,” ujar Dr. Sandry Burkhardt, psikolog anak dari Children’s Resource Group.

Para ahli pun terkadang kesulitan saat berusaha menyampaikan informasi tentang autisme. Meski begitu, menurut dokter Burkhardt, semua pihak tetap perlu aktif menyampaikan informasi maupun pengertian tentang autisme sejelas mungkin sebab bisa saja di lingkungan sekolah atau pertemanan si Kecil terdapat teman yang berkebutuhan khusus.

Bila si Kecil memiliki pemahaman yang baik akan kondisi tersebut, maka ia akan tahu bagaimana cara berinteraksi dengan teman yang berkebutuhan khusus.

Moms dan Dads dapat mencoba beberapa panduan dalam menjelaskan autisme pada anak dari para ahli berikut.

Baca Juga: Tak Bisa Sembarangan, Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Sekolah untuk Anak dengan Autisme

Cara Menjelaskan Autisme pada Balita

1. Sesederhana Mungkin

Cara Menjelaskan Tentang Autisme kepada Anak Balita 01.jpg

Foto: educationbusinessuk.net

Moms dan Dads perlu menggunakan pendekatan atau bahasa yang sesuai dengan usia si Kecil. Tak perlu pakai jargon atau istilah-istilah yang rumit. Salah satu caranya, menurut dokter Burkhardt, orang tua dapat fokus pada perilaku tertentu anak dengan autisme.

Misalnya: “Anak itu berteriak-teriak karena dia punya kondisi yang disebut autisme. Anak yang punya kondisi autisme cara bicaranya berbeda dari Adik atau Mama”.

Baca Juga: Vaksin Menyebabkan Autisme? Ini Kata Ahli!

2. Sikapi Pertanyaan Si Kecil dengan Baik

Cara Menjelaskan Tentang Autisme kepada Anak Balita 02.jpg

Foto: cdn.thedailymash.co.uk

Saat melihat anak dengan autisme, si Kecil mungkin akan mengajukan sejumlah pertanyaan yang polos seperti “kenapa anak itu berteriak-teriak?”, “kenapa anak itu bicaranya ‘aneh’?”, “kenapa wajah anak itu ‘aneh’?”, atau “kenapa anak itu melakukan satu kegiatan berulang-ulang?”.

Dikutip dari Autism Speaks perlu menyikapi pertanyaan anak ini dengan baik alih-alih menegurnya karena menganggap sikapnya tidak sopan. Gunakan kesempatan ini untuk menjelaskan autisme pada balita dengan cara yang positif dan ramah.

3. Tanamkan Empati

Cara Menjelaskan Tentang Autisme kepada Anak Balita 03.jpg

Foto: mother.ly

Orang tua perlu menjelaskan autisme pada balita agar si Kecil dapat memahami cara yang baik untuk berinteraksi dengan orang-orang yang secara umum berbeda dari mereka atau berkebutuhan khusus.

Pemahaman ini juga akan membantu anak dalam memandang dan menyikapi perbedaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Kelly Ernsperger, pemilik Autism Counseling & Behavior Consultation di Indianapolis, mendorong orang tua untuk menerangkan bahwa anak dengan autisme berperilaku ‘aneh’ bukan karena mereka nakal atau buruk, namun karena mereka memiliki kondisi yang berbeda dengan orang lain.

Selain itu, katakan juga pada anak agar selalu bersikap baik dan ramah terhadap anak dengan autisme alih-alih menatap atau memandangi mereka.

Baca Juga: Mungkinkah Mencegah Autisme Selama Kehamilan?

(AN)

Artikel Terkait