DI ATAS 5 TAHUN
26 Februari 2019

4 Kiat Ajarkan Anak Tentang Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Agar bisa membuat pilihan yang baik untuk hidupnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Ajarkan anak perbedaan kebutuhan dan keinginan memang bukan hal yang mudah, tapi tetap perlu dilakukan demi kebaikan hidupnya di masa depan nanti.

Walau membedakan antara kebutuhan dan keinginan erat kaitannya dengan literasi finansial, tapi juga akan mempengaruhi semua aspek kehidupan seperti pola makan, kesehatan mental dan fisik, serta pilihan akademis.

Agar semakin mudah mengajarkan anak, Moms bisa coba beberapa kiat dibawah ini.

1. Definisikan Dulu Kebutuhan dan Keinginan

4 kiat ajarkan anak membedakan “kebutuhan” dan “keinginan” 1

Supaya tidak bingung dalam ajarkan anak perbedaan kebutuhan dan keinginan, Jean Folger, co-founder dari biro konsultasi trading Powerzone Trading, menganjurkan agar Moms harus terlebih dahulu menjelaskan definisi jelas tentang keduanya, misalnya:

  • Kebutuhan adalah hal mendasar yang dibutuhkan untuk hidup dengan baik dan sehat, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
  • Keinginan adalah hal yang tidak akan mengurangi kualitas hidupnya bila tidak dimiliki.

Jangan lupa jelaskan juga beberapa contohnya. Misalnya saja, membeli pakaian baru sebagai ganti yang sudah kekecilan termasuk dalam kebutuhan, tapi membeli pakaian baru untuk menambah koleksi baju di lemari adalah keinginan.

Baca Juga: Tinggalkan 7 Kebiasaan Buruk Dalam Mengasuh Anak Ini

2. Jadikan Permainan

4 kiat ajarkan anak membedakan “kebutuhan” dan “keinginan” 2

Melibatkan permainan interaktif saat ajarkan anak tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan juga cukup efektif untuk membantunya berpikir lebih kritis tentang keduanya.

Moms cukup menyiapkan dua kertas kosong, lem, gunting, dan buklet iklan dari supermarket. Tuliskan “kebutuhan” di bagian atas satu kertas, dan “keinginan” di kertas lainnya.

Setelah itu minta si kecil untuk melihat isi buklet, lalu gunting dan tempelkan gambar barang yang menurutnya masuk dalam kategori kebutuhan dan keinginan.

Hasilnya mungkin tidak sesuai dengan konsep dasar yang sudah Moms jelaskan, tapi itu adalah kesempatan yang sangat baik untuk berdiskusi lebih lanjut.

Baca Juga: Sikap Anak Baik Di Sekolah tapi Banyak Berulah Di Rumah? Ternyata Ini Alasannya!

3. Berbagi dan Melakukan Donasi

4 kiat ajarkan anak membedakan “kebutuhan” dan “keinginan” 3

Coba ajak si kecil untuk membongkar lemari dan kotak mainannya, untuk memisahkan pakaian yang sudah kekecilan atau barang yang sudah tidak terpakai untuk didonasikan.

Sorotan dari aktivitas berbagi ini adalah melatih kemampuan anak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mendorongnya untuk bersyukur karena dia memiliki lebih dari yang dibutuhkannya.

Baca Juga: Menerapkan Kedisiplinan pada Anak Tanpa Menjadi Ibu Kejam

4. Ajarkan Mengelola Keuangan

4 kiat ajarkan anak membedakan “kebutuhan” dan “keinginan” 4

Untuk ajarkan anak perbedaan kebutuhan dan keinginan pada anak yang lebih besar, para pakar dari The Chin Family, biro konsultasi dan edukasi finansial di Hongkong, menganjurkan agar Moms bisa mempercayakan anak untuk mengelola uang saku selama seminggu.

Dengan uang sakunya, dia mungkin bisa puas jajan dan membeli barang sesuai keinginannya. Tapi sebagai konsekuensinya, dia mungkin harus berjalan kaki ke sekolah karena ongkosnya habis terpakai.

Di akhir minggu Moms bisa mengajak anak berdiskusi tentang pengalamannya dalam mengelola uang saku sendiri berdasarkan kebutuhan dan keinginan.

Mengajarkan anak untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan juga akan melatihnya menentukan skala prioritas. Semua ini penting sekali untuk kesuksesan dan kelangsung hidup di masa depan lho, Moms.

Apa Moms tahu, apa lagi yang bisa dilakukan untuk membuat anak lebih memahami konsep kebutuhan dan keinginan?

(WA)

Artikel Terkait