PERNIKAHAN & SEKS
13 Juli 2019

Gisel Kenalkan Wijin ke Gempita, Catat 5 Aturan Mengenalkan Kekasih Baru Kepada Si Kecil

Tak lagi diam-diam menunjukkan kemesraan, Gisel akhirnya mengenalkan Wijin ke Gempi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Hingga saat ini, Gisel masih menjadi topik pembicaraan hangat para warganet di Indonesia.

Usai bercerai dengan Gading di awal 2019 kemarin, kini Gisel dikabarkan dekat dengan pebasket Indonesia, Wijaya Saputra, yang akrab disapa Wijin.

Usai hubungan keduanya mulai ramai mencuat di hadapan publik, baik Gisel dan Wijin nampaknya semakin berani menunjukkan kedekatannya antara satu sama lain.

Pada kabar terbaru, Gisel ternyata telah mengenalkan Wijin kepada Gempi, anak semata wayangnya. Tentu saja hal ini mengundangi reaksi pro dan kontra dari para warganet.

Menjalin hubungan dengan orang baru ketika sudah bercerai dan memiliki anak memiliki tantangannya tersendiri. Ada beberapa hal yang penting diperhatikan, terutama dari sudut pandang anak itu sendiri.

Marina Sbrochi, penulis buku Stop Looking For A Husband: Find the Love of Your Life mengatakan bahwa Moms bisa mengenalkan kekasih baru kepada anak setidaknya 6 bulan sudah berkencan.

“Butuh setidaknya enam bulan untuk mulai benar-benar mengenal seseorang. Kita tidak ingin memperkenalkan seseorang dan satu bulan kemudian harus menjelaskan kepada anak Anda mengapa mereka tidak melihat kekasih baru ibunya lagi,” jelasnya, dikutip dari Huffington Post.

Jangan sampai kekasih baru Moms membuat Si Kecil merasa tidak nyaman, atau justru memperburuk hubungan antara Moms dan pasangan.

Berikut beberapa aturan mengenalkan kekasih baru ke anak, dikutip dari Divorce Magazine.

Baca Juga: 5 Gaya Gempita, Anak Gading Marten dan Gisella yang Bikin Gemas

1. Butuh Waktu untuk Penyesuaian yang Setelah Perceraian

divorce scarymommycom

Foto: scarymommy.com

Anak-anak perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan perceraian orang tua mereka. Wajar jika perlu waktu 1-2 tahun bagi Si Kecil untuk mengatasi kemarahan, kesedihan, dan emosi lainnya.

Mengenalkan anak kepada seseorang yang sedang menjalani hubungan dengan Moms secara santai dapat mempersulit penyesuaian mereka pada perceraian orangtuanya.

2. Anak Mungkin Memandang Kekasih Baru Sebagai Saingan

Meskipun Moms jatuh cinta dengan pasangan baru, tidak berarti Si Kecil juga ikut merasakan perasaan positif dengan sosok lelaki baru tersebut.

Constance Ahrons, Ph.D., peneliti yang meneliti selama 20 tahun terhadap anak-anak yang bercerai, menyimpulkan sebagian besar anak-anak menganggap perilaku pacaran orang tua mereka membingungkan dan aneh.

Baca Juga: 7 Fashion Gisel yang Simpel Tapi Elegan, Cantik!

3. Pertimbangkan Kebutuhan Anak

divorce netmumscom

Foto: netmums.com

Memperkenalkan pasangan baru kepada anak terlalu cepat dapat meningkatkan stres di rumah. Selain itu, anak juga bisa merasa berduka karena merasa kehilangan harapan terhadap keluarga mereka yang utuh.

Lebih baik, pastikan Si Kecil jika ia tetap memiliki lingkungan yang penuh cinta dan dukungan, terlepas kedua orangtuanya telah berpisah.

Mengetahui orangtuanya berpisah, ditambah adanya sosok pria yang masih dirasa asing baginya, bisa memengaruhi kondisi emosinya.

4. Tanyakan Pada Diri Sendiri Apakah Kekasih Baru Benar-benar Cocok

Bagaimanapun, meski Moms mungkin memiliki ikatan emosional yang hebat dengan seseorang, tetapi mereka mungkin tidak cocok untuk menjadi bagian dari keluarga, terutama Si Kecil.

Moms juga tidak bisa memaksa buah hati untuk menyukai kekasih baru, karena seorang anak juga butuh penyesuaian.

Bicarakan dengan anak jika perlu, apa yang membuatnya merasa asing atau tidak nyaman terhadap kekasih baru Moms.

Baca Juga: Serunya Gading Marten Kencan Bersama Gempita!

5. Tekankan Hanya Punya Satu Ayah dan Satu Ibu

divorce liveaboutcom

Foto: liveabout.com

Yakinkan anak-anak bahwa mereka hanya memiliki satu ibu dan satu ayah. Tidak ada yang akan menggantikan Moms dan mantan suami.

Jika Si Kecil justru merasa sangat nyaman dengan kekasih baru Moms hingga pada satu titik ingin memanggilnya ‘Ayah’, tekankan bahwa ia hanya memiliki satu ayah, dan satu ibu.

Selain itu, agar tidak membuat kesan adanya persaingan antara mantan suami dan kekasih baru, Moms bisa bergantian dalam mengasuh buah hati.

Semisalnya di Senin malam Moms bisa menghabiskan waktu bersama anak, keesokan harinya pada Selasa malam ia bisa bermain dengan mantan suami. Sehingga ia tidak melupakan baik ibu maupun ayah kandungnya.

Sangat penting untuk meyakinkan Si Kecil bahwa pasangan baru Moms tidak akan menggantikan orang tua mereka yang lain atau mengubah hubungan Moms dengan mereka.

Kunci untuk menjadi orang tua yang sukses setelah bercerai adalah membantu anak-anak pulih dari kondisi hubungan orangtuanya yang sudah tak bersama lagi.

Paling penting, jangan terburu-buru dan tunggu dalam jangka waktu yang cukup untuk memperkenalkan pasangan baru kepada Si Kecil agar membuahkan hasil yang baik bagi semua pihak dalam jangka panjang.

(AP)

Artikel Terkait