NEWBORN
25 Februari 2019

6 Kesalahan Dalam Menyimpan ASIP yang Harus Dihindari

Cara menyimpan ASIP yang salah itu berbahaya
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

WHO menyarankan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan.

Jika kondisi sang ibu tidak memungkinkan untuk menyusui langsung, baik karena kondisi fisik, kesehatan, atau pekerjaan, WHO menyarankan untuk memberikan ASI perah.

Namun, memompa dan menyimpan ASIP terkadang menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Padahal penyimpanan ASIP yang salah dapat membahayakan kondisi kesehatan bayi.

Nah, pastikan Moms tidak melakukan kesalahan-kesalahan dalam menyimpan ASIP yang ada di bawah ini:

1. Melupakan Label

kesalahan asip 1

Foto: misistagle.com

Memberi label pada setiap tempat penyimpanan ASIP yang digunakan adalah hal penting yang tidak boleh Moms lewatkan.

Jika tidak memberikan label pada masing-masing kantong penyimpanan, maka Moms akan kesulitan untuk mengetahui tanggal dan waktu ASIP tersebut dipompa.

Akibatnya Moms berpotensi menggunakan ASIP yang sudah disimpan terlalu lama atau kadaluwarsa.

Baca Juga: 7 Teknik Memperbanyak Jumlah ASI Perah

2. Tidak Memperhatikan Lama Penyimpanan

kesalahan asip 2

Foto: thebump.com

Menggunakan ASIP yang sudah disimpan terlalu lama atau kadaluwarsa tentunya dapat berdampak sangat buruk bagi bayi.

Maka dari itu, penting untuk memperhatikan berapa lama ASIP sudah disimpan. Inilah mengapa Moms perlu melabeli setiap kantong ASIP sebelum disimpan.

Ketika mengambil ASIP yang disimpan, baca label tersebut dan buang ASIP yang sudah tidak layak konsumsi.

Menurut American Academy of Pediatrics, ASIP yang disimpan di dalam kulkas dapat bertahan setidaknya selama delapan hari.

Penyimpanannya juga harus diperhatikan, yakni di rak bawah di bagian belakang kulkas, bukan di bagian pintu.

Jika Moms menyimpan ASIP di dalam cooler box, pastikan tidak lagi memberikannya pada si kecil setelah lewat dari 24 jam.

Sementara ASIP yang disimpan di freezer dapat digunakan hingga maksimal 9 – 12 bulan.

3. Menggunakan Lemari Es Umum

kesalahan asip 3

Foto: zululandobserver.co.ca

Kembali bekerja mungkin membuat Moms bingung mencari tempat untuk menyimpan ASIP di kantor.

Meskipun begitu, jangan pernah menggunakan lemari es umum yang ada di kantor untuk menyimpan ASIP karena sangat berbahaya.

Selain sangat mungkin rekan kerja salah mengambil ASIP tersebut karena mengiranya sebagai susu biasa atau creamer, ASIP yang disimpan di dalam kulkas kantor juga berisiko terkontaminasi dengan berbagai makanan yang ada di dalam kulkas tersebut.

Salah satu solusi yang bisa digunakan untuk menyimpan ASIP saat berada di kantor adalah cooler bag.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab Ibu Menyusui Kesulitan Memberi ASI Eksklusif

4. Menggunakan Plastik Liner dan Kantong Plastik Biasa

kesalahan asip 4

Foto: dhgate.com

Plastik liner dan kantong plastik biasa adalah penyimpanan yang sangat tidak direkomendasikan untuk menyimpan ASIP.

Kedua bahan tersebut mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan bayi.

5. Membiarkan Kantong ASIP Miring

kesalahan asip 6

Foto: babycenter.com

Membiarkan kantong penyimpanan ASIP dalam kondisi miring saat berada di dalam kulkas, freezer, atau cooler bag sangatlah berbahaya.

Penyimpanan ASIP harus berdiri sedatar mungkin dan tidak terkontaminasi oleh bahan lain apapun di dalam pendingin yang digunakan.

6. Mencampur ASI Perah Segar dengan ASIP Beku

menyimpan asip 5

Foto: womenshealth.gov

Menambahkan ASI perah yang masih segar dan baru dipompa ke dalam ASIP yang sudah dibekukan sebaiknya tidak pernah Moms lakukan.

Sebab, menurut Deborah Campbell, pakar bayi dan anak dari Children’s Hospital of Montefiore di Bronx, perubahan suhu yang ekstrem dapat membuat ASI berubah dan tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Apalagi ASIP yang dicampur memiliki selisih tanggal yang cukup jauh, tentu keduanya memiliki kualitas ASI yang sudah tidak lagi sama dan tidak seharusnya dicampur.

Baca Juga: Do's and Don'ts Menyimpan ASI Perah

Itulah Moms beberapa kesalahan dalam menyimpan ASI yang harus dihindari.

Yuk share pengalaman Moms dalam memompa dan menyimpan ASI perah melalui kolom komentar yang sudah kami sediakan di bawah artikel ini.

(RGW)

Artikel Terkait