KEHAMILAN
13 Februari 2020

6 Manfaat Cuka Apel untuk Ibu Hamil

Cuka apel bisa membantu mencegah ISK lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Cuka apel merupakan obat alami terkenal dengan banyak khasiat. Cuka khusus ini terbuat dari apel yang difermentasi. Beberapa jenis mungkin mengandung bakteri menguntungkan ketika dibiarkan tidak dipasteurisasi.

Lantas cuka apel mana yang boleh dikonsumsi ibu hamil?

Peneliti dan dokter sering menghimbau bahwa ibu hamil harus berhati-hati ketika mengkonsumsi produk tertentu yang tidak dipasteurisasi. Produk yang tidak dipasteurisasi mungkin mengandung bakteri seperti Listeria, Salmonella, Toxoplasma, dan lainnya.

Rebecca Malachi, LMU (Germany) Certified Pregnancy Nutrition and Lifestyle Expert, mengatakan studi menunjukkan bahwa seseorang yang hamil dapat meminum cuka apel yang dipasteurisasi karena tidak mengandung bakteri berbahaya. Cuka apel memiliki manfaat kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah kecil bersama dengan makanan lain.

"Cuka apel yang sudah dipasteurisasi juga aman untuk bayi yang belum lahir ketika ibu mengkonsumsinya. Namun, yang tidak dipasteurisasi tidak aman karena dapat menyebabkan lahir mati, keguguran, dan komplikasi lain pada ibu, dan bayi mungkin menderita masalah kesehatan pasca kelahiran," katanya seperti dikutip dari momjunction.com.

DeForest Clinton Jarvis, penulis 'Folk Medicine', juga merekomendasikan cuka apel untuk ibu hamil, karena banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika meminum bahan alami tersebut.

Manfaat Cuka Apel untuk Ibu Hamil

Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat cuka apel yang bisa didapatkan oleh ibu hamil yang mengkonsumsinya.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 9 Gejala Penyakit Lupus pada Perempuan

1. Membantu Mencegah ISK dan Jamur

Infeksi Saluran Kemih dan Jamur

Foto: Hellosehat.com

Cuka apel sering direkomendasikan untuk membantu membersihkan infeksi saluran kemih (ISK). Hal yang sama telah dikatakan tentang infeksi jamur. Kedua hal ini dapat menjadi kondisi yang sering dialami ibuhamil. Cuka apel mengandung enzim dan mineral yang bermanfaat untuk memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab ISK.

Sebuah penelitian pada 2011 yang diterbitkan Biological Journal of Nursing menunjukkan bahwa cuka beras membantu membersihkan infeksi saluran kemih karena bakteri, meskipun mungkin cuka beras memang tidak sama dengan cuka apel.

Moms hanya perlu mencampurkan satu hingga dua sendok makan cuka sari apel dalam segelas air tinggi dan minumlah hingga dua kali sehari.

2. Mengurangi Mual di Pagi Hari

Mual Saat Hamil

Foto: Factualnews.co

Beberapa orang merekomendasikan obat rumahan ini untuk mual di pagi hari. Cuka apel memiliki sifat pH netral dan membantu mengatasi asam lambung yang menyebabkan mual.

Dengan demikian, ini dapat membantu beberapa perempuan dengan mual yang disebabkan oleh kehamilan.

Namun, tidak ada penelitian yang mendukung penggunaan ini. Terlebih lagi, mengonsumsi terlalu banyak cuka sari apel dapat justru menyebabkan atau memperburuk mual.

Caranya adalah campurkan dua sendok makan cuka apel dalam secangkir air hangat dan siapkan di pagi hari.

Baca Juga: Sebelum Coba Diet Keto, Pahami Dulu 4 Hal Ini

3. Mengatasi Jerawat

Mengatasi Jerawat

Foto: Fimela.com

Karena perubahan hormon, beberapa ibu hamil mungkin mengalami jerawat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam asetat dari cuka apel, dapat membantu melawan jerawat.

Cuka sari apel yang belum dipasteurisasi bisa bermanfaat sebagai toner dan dapat menyeimbangkan kembali pH kulit, menghilangkan sel-sel mati dan minyak berlebih.

Meskipun belum ada penelitian yang cukup kuat tentang manfaat cuka apel untuk jerawat, beberapa ibu hamil melaporkan hasil yang bermanfaat. Ini juga dinilai aman dan murah untuk digunakan.

Cara membuat masker jerawat ini adalah mencampurkan cuka apel dan air dalam perbandingan 1: 3. Setelah itu Moms bisa mengoleskannya ke kulit dengan menggunakan bola kapas.

4. Mencegah Mulas

Mengurangi Mulas

Foto: Internethaber.org

Mulas pada ibu hamil terjadi selama trimester kedua ketika isi lambung bergerak kembali ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Biasanya ini terjadi karena tekanan yang diberikan oleh bayi yang sedang tumbuh di saluran pencernaan.

Dikutip dari healthline.com, sebuah studi pada 2016 menemukan bahwa cuka apel yang tidak dipasteurisasi dapat membantu orang dengan mulas yang tidak dapat diobati oleh antasid yang dijual bebas. Untuk mengatasi mulas ini, Moms bosa mengkonsumsi satu sendok makan ACV dicampur dalam air untuk mencegah mulas.

5. Menormalkan Tekanan Darah

Tekanan Darah Normal

Foto: Go-dok.com

Asam asetat yang ada pada cuka apel dapat menurunkan tekanan darah dengan mengurangi aktivitas enzim renin, yang meningkatkan tekanan darah.

"Dengan mengurangi aktivitas renin, cuka apel membantu pembuluh darah untuk rileks. Ini bekerja dengan cara yang mirip dengan angiotensin-converting enzyme, sehingga tekanan darah menjadi lebih rendah. Akan tetapi, jangan berlebihan. Cuka apel bersifat asam dan dapat mengikis gigi,” kata nutritionists, Dr. Sarah Brewer, di situsnya MyLowerBloodPressure.com.

Moms hanya perlu mengkonsumsinya dengan mencampurkan tiga sendok makan cuka apel dalam segelas air hangat atau minuman apa pun pilihan Moms selama satu minggu penuh. Akan tetapi, jangan gunakan minuman soda bergula untuk bahan campuran tersebut.

Baca Juga: 8 Obat Alami yang Mujarab Atasi Radang Tenggorokan

6. Mengatur Aliran Darah

Aliran Darah

Foto: Informazone.com

Ibu hamil biasanya akan mengalami pembengkakan tangan, kaki, dan varises karena sirkulasi darah yang buruk. Cuka apel membantu memudahkan aliran darah, sehingga meringankan kondisi ini.

Campur cuka apel dengan lotion biasa dan gunakan pada bagian yang sakit. Moms juga bisa membuat krim buatan sendiri dengan mencampurkan setengah gelas cuka apel, setengah wortel dan tiga sendok makan gel lidah buaya.

Untuk ramuan yang diminum, ambil dua hingga tiga sendok makan cuka apel dan campur dengan secangkir air hangat bersama dengan madu.

Itulah beberapa manfaat cuka apel bagi ibu hamil. Banyak juga ya Moms?

(RIE/ERN)

Artikel Terkait